• Gleneagles Singapore

Kanker Payudara

  • Apa itu Kanker Payudara?

    Kanker payudara terjadi ketika sel-sel kanker berbahaya (ganas) ditemukan di jaringan payudara, biasanya berkembang dari saluran di payudara. Sel-sel yang bersifat kanker kemudian dapat menyebar ke seluruh payudara dan ke bagian lain dari tubuh.

    Kanker Payudara

    Seberapa Umum Kanker Payudara?

    Saat ini, kanker payudara adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Singapura. Hampir 1 dari 16 wanita di Singapura akan didiagnosis menderita kanker payudara pada masa hidupnya. Wanita dari etnis Tiongkok memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita Melayu dan India. Tingkat kanker payudara tertinggi terjadi pada wanita berusia antara 40 dan 69 tahun. Untungnya, dengan deteksi dini dan penanganan yang lebih baik, lebih banyak wanita dapat selamat dari penyakit ini.

    Singapore Cancer Registry Interim Annual Report, Trends in Cancer Incidence in Singapore, 2010 – 2014, National Registry of Diseases Office (dirilis 26 Mei 2015)

    Apa Penyebab Kanker Payudara?

    Penyebab kanker payudara tidak diketahui, tetapi ada banyak faktor risiko yang diketahui seperti riwayat kanker payudara dalam keluarga. Setiap wanita dapat terkena risikonya, terutama bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Deteksi dini kanker payudara akan memungkinkan dilakukannya pengobatan yang efektif. Sehingga melakukan pemeriksaan secara teratur adalah faktor yang sangat penting untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penanganan dan pemulihan.

  • Tanda & Gejala

    Gejala Kanker Payudara dapat meliputi hal-hal berikut:

    • Benjolan tanpa nyeri di payudara
    • Gatal terus-menerus dan ruam di sekitar puting
    • Pendarahan atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting
    • Kulit di area payudara bengkak dan menebal
    • Kulit di area payudara dekik atau mengerut
    • Puting serasa ditarik

     

    Pedoman Skrining Payudara untuk Wanita dengan Risiko Normal tanpa Gejala:

    Berusia 39 tahun ke bawah
    • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
    40 – 49 tahun
    • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
    • Pertimbangkan melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali – bicarakan hal ini dengan dokter Anda
    50 – 69 tahun
    • Pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan
    • Skrining mamografi setiap 2 tahun sekali

    Pasien dengan riwayat keluarga dan faktor risiko lain mungkin memerlukan jadwal pemeriksaan yang berbeda – konsultasikan dengan dokter Anda.

  • Diagnosis & Penilaian

    mammograph for breast cancer taken using a mammogram

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Kanker Payudara?

    • Pemeriksaan klinis – terutama jika ada benjolan atau debit puting, atau terlihatnya perubahan payudara yang tidak biasa.
    • Mamogram – alat pencitraan rontgen khusus yang dapat mendeteksi massa abnormal di payudara seperti deposit kalsium, kista, dan tumor.
    • Pemindaian ultrasonografi – untuk memeriksa kelainan yang ditemukan pada mamogram. Ultrasonografi dapat membedakan antara massa padat, yang mungkin adalah kanker, atau kista berisi cairan yang biasanya bukan kanker.
    • Pencitraan resonansi magnetik (Magnetic resonance imaging – MRI) – pemindaian MRI dapat memeriksa dengan lebih baik area payudara yang menjadi perhatian. MRI berguna untuk wanita yang lebih muda karena mereka cenderung memiliki kepadatan jaringan payudara lebih tinggi, yang dapat mengurangi efektivitas tes pencitraan standar (misalnya mamogram dan ultrasonografi) dalam mendeteksi kanker payudara.

    Apa itu Biopsi?

    Biopsi harus dilakukan untuk mengonfirmasi keberadaan kanker payudara. Biopsi melibatkan pengangkatan jaringan abnormal untuk diperiksa secara cermat di bawah mikroskop.

    Teknik biopsi umum:

    • Aspirasi jarum halus (Fine needle aspiration – FNA)
    • Biopsi jarum inti atau tru-cut
    • Biopsi eksisi

    Bagaimana Penilaian Kanker Payudara?

    Stadium / Tingkat Penyebaran

    Stadium Tingkat Penyebaran Rata-rata Tingkat Kelangsungan Hidup 5 tahun (%)*
    0 Kanker non-invasif 99
    I

    Kanker invasif kecil

    (kurang dari 2cm tanpa penyebaran ke kelenjar getah bening aksila)

    90
    II

    Kanker invasif

    (antara 2 – 5cm atau/dengan penyebaran ke kelenjar getah bening)

    70
    III

    Kanker invasif besar

    (lebih dari 5cm dengan penyebaran ke kulit atau ke beberapa kelenjar getah bening)

    40
    IV Kanker yang menyebar atau metastasis 20

    *Setiap pasien mungkin memiliki pengalaman yang berbeda tergantung pada karakteristik spesifik dari kanker payudara mereka, dan akan memengaruhi terapi mana yang dapat digunakan untuk mengobatinya.

    Karakteristik kanker payudara ini dapat memengaruhi peluang kambuh dan tingkat kelangsungan hidup pasien.

    Tingkat Tumor / Tingkat Histologis

    Hal ini merujuk pada seberapa banyak sel-sel tumor terlihat seperti sel normal ketika diperiksa di bawah mikroskop, diberi peringkat dari tingkat 1 – 3. Tumor tingkat 3 mengandung sel kanker yang sangat abnormal dan cepat tumbuh. Semakin tinggi tingkat histologis, semakin besar peluang kembalinya kanker payudara.

    Kelenjar Getah Bening

    Jumlah kelenjar getah bening yang terinvasi (positif), yang terdapat di ketiak pada sisi payudara yang terkena, merupakan indikator penting dari peluang tingkat keberhasilan pemulihan. Jumlah kelenjar positif yang lebih tinggi akan lebih sering menunjukkan hasil yang kurang bagus dan membutuhkan penanganan yang lebih agresif.

    Ukuran Tumor

    Secara umum, semakin besar ukuran tumor, semakin besar peluang kembalinya kanker payudara.

    Reseptor Estrogen / Progesteron

    Hampir 2 dari 3 kasus kanker melibatkan kadar reseptor estrogen dan/atau progesteron yang signifikan. Kasus tersebut juga dikenal sebagai tumor reseptor estrogen positif (ER+). Tumor ini cenderung tumbuh kurang agresif dan dapat merespons dengan baik penanganan menggunakan hormon.

    HER2

    HER2 adalah protein yang membantu pertumbuhan sel kanker dan dapat ditemukan pada permukaan sel kanker tertentu. Tumor HER2-positif adalah jenis tumor dengan kelebihan protein HER2 pada sel-selnya. Tumor ini cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis tumor kanker payudara lainnya, dan 20-25% dari semua kasus kanker payudara merupakan tumor HER2-positif ini.

    Mengetahui jika suatu kanker merupakan kanker HER2-positif dapat memengaruhi pilihan penanganan karena wanita dengan tumor tersebut bisa memperoleh manfaat dari terapi bertarget HER2. Terapi tersebut termasuk terapi yang menggunakan obat-obatan seperti trastuzumab (Herceptin®), pertuzumab (Perjeta®), atau TDM-1 (Kadcyla®).

  • Penanganan & Perawatan

    Bagaimana Kanker Payudara Ditangani?

    Penanganan kanker payudara dan peluang pemulihan tergantung pada apakah kanker hanya terdapat di payudara atau telah menyebar ke tempat lain di dalam tubuh. Terdapat faktor-faktor lain yang digunakan untuk menentukan pilihan penanganan serta prognosis (kemungkinan hasil dari kondisi ini), ini termasuk jenis kanker, karakteristik spesifik dari sel-sel kanker, apakah kanker ditemukan pada payudara yang lain, usia pasien, status menopause (apakah pasien masih memiliki periode menstruasi), dan kesehatan umum pasien.

    infographic showing the anatomy of breast cancer

    Bedah

    Bedah dapat menjadi cara langsung untuk mengangkat kanker dari dalam tubuh. Bentuk bedah meliputi:

    1) Bedah konservasi-payudara

    • Lumpektomi atau eksisi lokal luas - Pengangkatan kanker dan sejumlah kecil jaringan di sekitarnya
    • Kuadrantektomi - Pengangkatan seperempat payudara tempat kanker ditemukan

     

    2) Mastektomi - Pengangkatan seluruh payudara

    Selama bedah payudara, beberapa kelenjar getah bening di bawah ketiak juga dapat diangkat untuk diperiksa.

    Radioterapi

    Radioterapi menggunakan sinar berenergi-tinggi untuk menargetkan dan membunuh sel kanker. Radioterapi dapat digunakan dengan prosedur penanganan lain untuk membunuh sisa sel kanker pada atau di sekitar payudara, sehingga menurunkan peluang kembalinya kanker.

    Radioterapi dapat menjadi metode vital setelah bedah konservasi-payudara seperti lumpektomi, karena sebagian besar jaringan payudara dibiarkan utuh.

    Kebanyakan wanita yang melakukan mastektomi tidak memerlukan radioterapi. Namun, radioterapi dapat digunakan untuk menangani dinding dada dan kelenjar getah bening di ketiak jika risiko kembalinya kanker tinggi.

    Terapi Sistemik

    Terapi sistemik melibatkan penggunaan obat-obatan untuk menangani sel-sel kanker di mana pun mereka berada di dalam tubuh.

    • Kemoterapi
    • Terapi Hormonal
    • Terapi bertarget, misalnya trastuzumab (Herceptin®) atau pertuzumab (Perjeta®)

    Rehabilitasi

    Rehabilitasi fisik meliputi:

    • Latihan bahu setelah bedah
    • Perawatan lengan, untuk menghindari dimulainya lymphoedema (pembengkakan lengan akibat retensi cairan)
    • Gizi yang seimbang dan perubahan gaya hidup untuk mempercepat pemulihan

    Rehabilitasi mental, meliputi:

    • Dukungan penuh dari pasangan, keluarga dan teman-teman, serta kelompok dukungan Anda
    • Kembali meyakinkan diri melalui pemahaman yang lebih baik tentang peluang untuk kelangsungan hidup
    • Pemeriksaan teratur dengan dokter