• Gleneagles Singapore

Kanker: Mitos & Fakta

  • Mematahkan Mitos Kanker

    Mitos dan Fakta Kanker

    Ketika berbicara tentang kanker, ada begitu banyak kisah dan mitos yang belum terbukti tentang kondisi ini sehingga sangat sulit untuk memilah fakta-fakta dari fiksi yang ada. Lihatlah beberapa kesalahan umum tentang kanker dan kebenaran di balik mitos-mitos berikut ini.

    1. MITOS: Superfoods mencegah kanker

    can broccoli help fight cancer

    FAKTA: Beberapa makanan seperti blueberi, ubi bit, brokoli, bawang putih, dan teh hijau dikenal sebagai superfoods pencegah kanker. Makanan-makanan tersebut tentu baik untuk kesehatan Anda dan diketahui memiliki efek positif dalam memerangi kanker, misalnya karena mengandung antioksidan atau membantu menghilangkan elemen beracun dalam tubuh. Namun, akan sangat naif jika beranggapan bahwa makanan tertentu dapat memberikan perlindungan terhadap kanker. Setiap orang berbeda dan reaksi kanker dalam diri setiap orang pun berbeda. Tidak ada satu pun makanan atau kelompok makanan yang dapat memberikan perlindungan yang cukup terhadap kanker.

    Sumber: Membantah 10 Mitos Kanker yang Sangat Dipercaya, Cancer Research UK

    2. MITOS: Pengobatan kanker lebih menyebabkan sakit daripada menyembuhkan

    FAKTA: Hal ini mungkin karena efek samping ekstrem yang terlihat pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan terapi radiasi, tetapi ada kepercayaan bahwa penanganan kanker konvensional sangat berbahaya bagi tubuh dan terkadang dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kanker itu sendiri. Ada juga yang percaya bahwa penanganan ini tidak berguna untuk menyembuhkan kanker dan hanya menyebabkan ketidaknyamanan parah sebelum berujung pada kematian.

    cancer treatment

    Salah satu alasan terbesar untuk mitos ini adalah karena banyak kanker ditemukan pada stadium akhir dan biasanya diperlukan program penanganan yang agresif agar memiliki peluang untuk pulih. Pada stadium akhir, kanker akan menyebar ke tempat lain di dalam tubuh dan biasanya menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah. Hal tersebut beserta efek samping parah akibat kemoterapi dan terapi radiasi yang agresif, menyebabkan banyak orang meragukan efektivitas penanganan kanker konvensional. Sebenarnya, jika kanker terdiagnosis pada stadium awal, tingkat keberhasilan menggunakan penanganan konvensional cenderung jauh lebih tinggi. Mereka yang peduli dengan efek samping harus menyeimbangkan pentingnya memperpanjang hidup dengan kualitas hidup ketika membuat keputusan terkait penanganan mereka.

    Sumber: Mematahkan 10 Mitos Kanker yang Sangat Dipercaya, Cancer Research UK

    3. MITOS: Ponsel, komputer, dan oven microwave menyebabkan kanker melalui radiasi

    cellphones do not cause cancer

    FAKTA: Sangat mudah untuk melihat dari mana mitos ini berasal. Orang-orang mulai menghubungkan radiasi dengan kanker ketika diketahui bahwa tersebarnya radioaktif dari bom atom Perang Dunia 2 dan krisis Chernobyl mengakibatkan banyak kasus kanker karena radiasi. Faktanya adalah bahwa ponsel, komputer dan oven microwave hanya menggunakan gelombang radio frekuensi-rendah yang tidak merusak gen Anda hingga menyebabkan kanker. Banyak orang tidak mengetahui bahwa sebenarnya terdapat banyak radiasi dasar di lingkungan sekitar kita, dan tak satu pun telah terbukti dapat menyebabkan kanker. Orang harus berhati-hati pada area tertentu yang memiliki radiasi tinggi, seperti di ruang rontgen, atau tempat industri tertentu. Area-area ini biasanya dibatasi dan ditandai dengan tanda-tanda 'bahaya radioaktif'.

    Sumber: Mitos dan Kesalahpahaman Kanker yang Umum, National Cancer Institute

    4. MITOS: Mewarnai rambut Anda dapat menyebabkan kanker

    cancer is not linked to hair dye

    FAKTA: Ini adalah mitos aneh yang sebenarnya berakar pada kebenaran. Bagian dari mitos ini berasal dari penelitian yang dilakukan beberapa dekade yang lalu, ketika informasi tentang penyebab kanker belum banyak diketahui. Saat itu, bahan kimia tertentu yang digunakan dalam pewarna rambut ditemukan bersifat kanker dalam pengujian pada hewan. Sejak tahun 1970-an, sebagian besar bahan kimia ini telah dihilangkan dari pewarna rambut, dan penelitian modern tidak menemukan peningkatan risiko kanker pada orang yang mewarnai rambutnya.

    Sumber: Pewarna Rambut dan Risiko Kanker, National Cancer Institute

    5. MITOS: Semua kanker sama dan dapat ditangani dengan cara yang sama

    microscopic close up of diffferent cancer cells

    FAKTA: Kanker adalah nama yang diberikan kepada sekelompok penyakit dengan sifat umum pembelahan sel yang tidak terkontrol yang menyebar ke jaringan di sekitarnya. Tidak hanya terdapat lebih dari 100 jenis kanker, tetapi setiap kanker bereaksi secara berbeda pada orang yang berbeda. Bahkan pada orang dengan jenis tumor yang sama di bagian tubuh yang sama, berbagai jenis perubahan genetik dapat memengaruhi kanker dan harus diperlakukan secara berbeda.

    Inilah sebabnya mengapa 'penyembuhan super' untuk kanker sangat tidak mungkin, dan mengapa bahkan kombinasi penanganan terbaik untuk setiap pasien dapat menghasilkan hasil yang sangat berbeda. Keberhasilan penanganan kanker sering memerlukan tim medis yang berdedikasi dan berpengalaman agar dapat mengeksplorasi pilihan serta memetakan jalur pemulihan yang paling ideal.

    Sumber: 10 Kesalahpahaman Teratas tentang Kanker, Listverse

    6. MITOS: Kanker sangat menyakitkan

    doctor giving injection to cancer patient

    FAKTA: Sebenarnya kanker sangat jarang menyebabkan kesakitan. Salah satu masalah terbesar adalah bahwa banyak jenis kanker hanya memiliki sedikit atau tanpa gejala, dan diagnosis hanya muncul kemudian, pada stadium akhir. Sebagian besar rasa sakit yang dikaitkan dengan kanker adalah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh efek samping dari penanganan kanker seperti kemoterapi dan terapi radiasi. Rasa sakit ini dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan teknik manajemen nyeri lainnya.

    Terkadang orang hanya berfokus pada contoh terburuk yang mereka lihat. Faktanya, banyak pasien kanker dapat menjalani penanganan secara rawat jalan dan melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka. Orang yang berbeda bereaksi secara berbeda terhadap program penanganan yang berbeda, dan dokter spesialis kanker dapat menemukan penanganan tertentu yang paling sedikit menyebabkan ketidaknyamanan.

    Sumber: 9 Mitos Umum tentang Kanker, American Society of Clinical Oncology

    7. MITOS: Hanya perokok yang terkena kanker paru

    quit smoking helps prevent lung cancer

    FAKTA: Meski perokok mungkin memiliki risiko sangat tinggi untuk menderita kanker paru-paru, namun mereka bukan satu-satunya yang dapat terkena kanker paru-paru. Susunan genetik atau riwayat keluarga Anda dapat memengaruhi risiko Anda terkena kanker paru-paru. Paparan zat seperti asbes, radon, uranium, arsenik, dan asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker paru-paru. Terdapat juga kasus kanker paru-paru yang disebabkan oleh jaringan parut pada jaringan paru-paru karena penyakit sebelumnya dan/atau infeksi.

    Sumber: Mematahkan 10 Mitos tentang Kanker, The Health Site

    8. MITOS: Gula dapat memperburuk kanker

    does sugar and sweets worsen cancer

    FAKTA: Mitos ini kemungkinan berdasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa sel kanker mengonsumsi lebih banyak glukosa (gula) daripada sel biasa. Beberapa orang kemudian menyimpulkan bahwa gula secara efektif 'memberi makan' kanker, yang kemudian mengarah pada kepercayaan bahwa mengurangi asupan gula dapat 'membuat lapar' sel-sel kanker.

    Semua sel kita mengonsumsi glukosa untuk energi, terlepas dari apakah mereka bersifat kanker. Sel-sel kanker cenderung mengonsumsi lebih banyak energi karena mereka tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan sel-sel normal, karenanya konsumsi gula menjadi lebih tinggi. Tidak ada bukti bahwa mengonsumsi gula dapat 'memberi makan' sel-sel kanker secara khusus, juga tidak ada bukti bahwa mengurangi asupan gula dapat memperlambat perkembangan kanker.

    Sumber: Membantah 10 Mitos Kanker yang Sangat Dipercaya, Cancer Research UK

    9. MITOS: Jika Anda tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga, Anda aman dari kanker

    cancer is linked to family history

    FAKTA: Karena sebagian besar kanker disebabkan oleh cacat genetik dalam DNA, banyak orang percaya bahwa tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga berarti bahwa mereka sangat tidak mungkin terkena kanker. Faktanya, hanya sekitar 5 - 10% dari kasus kanker disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan. Sisanya, 90 - 95% kasus kanker disebabkan oleh gaya hidup dan lingkungan individu, seperti kebiasaan merokok atau paparan bahan kimia penyebab kanker. Namun, orang dengan riwayat kanker dalam keluarga harus memeriksakan diri secara teratur dan mempertahankan gaya hidup sehat karena mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker.

    Sumber: 9 Mitos Umum tentang Kanker, American Society of Clinical Oncology

    10. MITOS: Kanker adalah penyakit modern

    FAKTA: Kanker baru mulai dikenal sekitar seabad terakhir, dan banyak orang berpendapat bahwa kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh modernisasi dan teknologi. Beberapa orang menyalahkan gelombang radio dan radiasi dari perangkat modern seperti radio, televisi, komputer, ponsel, dan microwaveg, sementara yang lain mengklaim bahwa percobaan energi serta senjata nuklir mengakibatkan penyebaran kanker.

    cancer link to modern nuclear power

    Kenyataannya adalah bahwa kanker telah dikenal selama ribuan tahun serta dicatat oleh dokter-dokter Mesir dan Yunani kuno. Salah satu alasan terbesar mengapa kanker jauh lebih dikenal akhir-akhir ini adalah terutama karena kombinasi antara usia yang lebih panjang dan semakin banyak tersedianya informasi.

    Usia adalah faktor risiko terbesar untuk kanker, dan karena teknologi telah meningkat, harapan hidup orang-orang juga meningkat. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan sel-sel kita mengalami kanker akan meningkat karena kerusakan DNA dari waktu ke waktu. Selain itu, dengan lebih banyak tersedianya informasi tentang kanker dan lebih banyak teknik yang memungkinkan untuk deteksi dini, saat ini lebih banyak orang yang menyadari kondisi mereka. Pada abad-abad lampau, meninggal karena 'usia tua' atau 'penyakit' adalah hal yang normal, dengan penyebab kematian sebenarnya tidak pernah diketahui. Kasus-kasus seperti itu mungkin merupakan hasil dari kanker yang tidak terdiagnosis.

    Meskipun benar bahwa beberapa aspek kehidupan modern (misalnya. asap tembakau, makanan olahan, dan gaya hidup yang tidak aktif) dapat berkontribusi pada perkembangan kanker tertentu, klaim bahwa kanker adalah 'buatan manusia' masih belum akurat.

    Sumber: Membantah 10 Mitos Kanker yang Sangat Dipercaya, Cancer Research UK

    Buat Perjanjian atau Bertanya Spesialis Kami