• Gleneagles Singapore

Kanker Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT)

  • Apa itu kanker THT?

    Kanker Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT)

    Kanker THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) juga dikenal sebagai kanker kepala dan leher. Kanker Telinga, Hidung, dan Tenggorokan adalah kelompok kanker yang menyerang organ dengan jaringan lunak di daerah kepala dan leher.

    Menurut National Registry of Diseases Office, kanker nasofaring (kanker hidung), kanker tiroid, dan kanker limfoid (yang sering terjadi pada leher) termasuk dalam 10 kanker paling umum yang terjadi di Singapura. Kanker hidung lebih sering terjadi pada pria, kanker tiroid lebih sering terjadi pada wanita, dan kanker limfoid terjadi pada kedua jenis kelamin. Terdapat peluang 1 banding 100 untuk mengalami salah satu kanker ini pada usia 75 tahun.

  • Tanda & Gejala

    checking a lump in the neck

    Benjolan di leher – Sebagian besar benjolan yang terjadi di leher bersifat jinak (non-kanker). Namun, benjolan yang terjadi selama lebih dari 2 minggu, atau tidak nyeri, atau terus bertumbuh, sebaiknya diperiksa oleh dokter.

    Benjolan di leher dapat terjadi pada kanker hidung, tiroid, dan limfoid, serta kanker THT lainnya. Posisi benjolan di leher dapat memberikan petunjuk tentang penyebabnya. Sebagai contoh, benjolan di leher bagian depan bawah dapat terjadi pada kelenjar tiroid, terutama jika benjolan bergerak naik dan turun ketika menelan. Jika Anda merasakan adanya benjolan pada leher, jangan panik, karena kemungkinan besar diakibatkan oleh penyebab yang tidak serius, seperti peradangan kelenjar, namun ada baiknya untuk memeriksakan benjolan ke dokter.

    Mimisan – Mimisan biasanya terjadi karena trauma pada lapisan hidung, seringnya diakibatkan oleh cuaca yang kering, infeksi, atau alergi yang dapat menyebabkan orang lebih sering menggosok atau menggaruk hidung. Namun mimisan juga dapat menjadi tanda kanker, terutama kanker hidung. Terutama jika pendarahan terus terjadi, berjumlah sedikit, atau berkaitan dengan sakit kepala atau bau yang tidak umum, maka penting untuk memeriksakannya ke dokter. Mimisan kadang mengalir balik ke dalam tenggorokan, yang menyebabkan dahak bernoda darah.

    Pembengkakan atau tukak pada mulut – Pembengkakan, tukak, atau luka pada area mulut yang tidak hilang dalam seminggu sebaiknya dievaluasi oleh dokter. Hal ini khususnya penting jika disertai dengan adanya benjolan pada leher. Tukak yang muncul dan menghilang di berbagai area mulut umumnya tidak bersifat kanker, dan dikenal sebagai sariawan (tukak aftosa).

    Suara serak – Serak dapat terjadi pada kanker laring (kotak suara). Suara yang serak juga dapat merupakan tanda adanya kanker tiroid. Hal ini karena saraf menuju pita suara berada dekat di belakang kelenjar tiroid dan dapat terpengaruh oleh adanya kanker dalam kelenjar tersebut. Meskipun sebagian besar perubahan suara bukan disebabkan oleh kanker, Anda sebaiknya tidak mengambil risiko, dan jika suara serak tetap terjadi, Anda harus mengunjungi dokter.

    Kesulitan menelan – Perasaan bahwa ada sesuatu yang tersangkut dalam tenggorokan, atau bahkan kesulitan menelan makanan dapat menjadi tanda kanker tenggorokan, dan harus dievaluasi oleh dokter. Rontgen yang dilakukan saat menelan atau esofagoskopi (pemeriksaan langsung saluran pencernaan dengan alat) mungkin diperlukan untuk menemukan penyebabnya.

    Hal ini dapat dilakukan di klinik dengan menggunakan teknik yang disebut sebagai esofagoskopi transnasal (transnasal oesophagoscopy - TNE). Pemeriksaan ini melibatkan pengantaran kamera tipis yang fleksibel melalui hidung ketika pasien sadar, untuk melihat kerongkongan dan lambung.

    examining the ear

    Nyeri atau penyumbatan pada telinga – Nyeri atau penyumbatan pada telinga tidak selalu merupakan masalah pada telinga, namun dapat terjadi akibat penyakit atau tumor dalam hidung atau tenggorokan. Kanker hidung dapat muncul bersama telinga yang tersumbat, rasa nyeri sesekali tanpa alasan jelas, atau rasa tidak nyaman di sekitar telinga sebagai satu-satunya gejala. Memeriksa telinga akan membantu membedakan antara masalah dalam telinga atau area di sekitarnya.

  • Diagnosis & Penilaian

    Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, pemeriksaan THT lengkap direkomendasikan.

    thyroid ultrasound scan

    Ketika terdapat benjolan di leher, penyebabnya sering dapat ditentukan dengan memeriksakan benjolan ke dokter yang berpengalaman. Beberapa jenis benjolan dapat dibiarkan atau ditangani dengan obat, sementara benjolan jenis lain mungkin memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Dalam kasus benjolan tiroid, pemindaian ultrasonografi serta biopsi jarum halus dapat membantu menentukan kemungkinan terjadinya kanker, dan karenanya memastikan kebutuhan pengangkatan dengan pembedahan. Tidak semua benjolan pada leher harus diangkat, namun terkadang pembedahan diperlukan untuk menentukan diagnosis. Beberapa jenis benjolan pada leher dapat diangkat setelah pasien diberikan anestesi lokal, sementara jenis benjolan lain mungkin memerlukan anestesi umum (anestesi seluruh tubuh). Pemindaian CT atau MRI terkadang dapat memberikan informasi yang berguna sebelum menentukan apakah benjolan perlu diangkat.

    Endoskopi nasal biasanya adalah bagian dari pemeriksaan dan perlu dilakukan jika kanker hidung dicurigai atau perlu dikeluarkan. Endoskopi nasal melibatkan pengantaran kamera tipis yang fleksibel ke dalam hidung untuk memeriksa hidung dan tenggorokan. Pemeriksaan tersebut hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan biasanya tidak menyakitkan. Endoskopi nasal dapat memeriksa tenggorokan ke bawah hingga laring; jika pemeriksaan lebih lanjut ke dalam saluran pencernaan diperlukan, maka esofagoskopi mungkin direkomendasikan.

    Untuk dugaan kanker dalam hidung atau tenggorokan, spesimen jaringan harus dikirim ke laboratorium untuk memperoleh diagnosis. Untuk kanker hidung, hal ini dapat dilakukan di klinik menggunakan anestesi lokal, dan endoskop untuk memandu biopsi. Pada kanker yang berada jauh di dalam tenggorokan, misalnya pada laring, anestesi umum dan instrumen khusus biasanya diperlukan untuk mengakses area tersebut.

  • Penanganan & Perawatan

    chemotherapy treatment

    Kanker ENT dapat berhasil ditangani , dan semakin dini kanker didiagnosis, semakin mudah untuk ditangani serta disembuhkan. Efek samping dari pengobatan dini juga cenderung lebih sedikit. Penting untuk mencari nasihat medis secara dini jika Anda mendeteksi adanya tanda peringatan kanker karena hal ini berarti diagnosis dini jika ada kanker.

    Pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi adalah penanganan utama untuk kanker kepala dan leher. Pilihan penanganan yang tepat bervariasi sesuai jenis dan tingkatan kanker.

    Kanker nasofaring

    Radioterapi dan kemoterapi (diberikan langsung pada vena) biasanya diberikan selama lebih dari beberapa minggu untuk menangani kanker.

    Karena lokasinya di belakang hidung, pembedahan biasanya tidak dilakukan untuk menangani kanker nasofaring, namun itu diperlukan untuk memperoleh diagnosis awal.

    Kanker Tiroid

    Pembedahan diperlukan untuk mengangkat kanker dan kelenjar getah bening yang terlibat pada leher.

    Penanganan dengan yodium radioaktif sering dilakukan selama beberapa minggu setelah pembedahan untuk membersihkan sisa sel kanker dalam tubuh. Yodium radioaktif dikonsumsi oleh pasien dalam bentuk kapsul atau cairan. Yodium radioaktif menargetkan dan membunuh sisa sel tiroid.

    Limfoma

    Kemoterapi biasanya diperlukan karena sistem limfatik, yang ada pada seluruh tubuh, terlibat. Radioterapi dapat dilakukan jika kanker hanya melibatkan satu bagian tubuh.

    Penanganan lain seperti antibodi atau imunoterapi dapat digunakan. Ini melibatkan pemberian obat, yang menempel pada sel kanker dan merangsang sistem imun untuk menyerang sel kanker.

    Informasi disediakan oleh Dr David Lau, Dokter Bedah THT, Rumah Sakit Gleneagles.