• Gleneagles Singapore

Kanker Hati

  • Apa itu Kanker Hati?

    Kanker hati adalah penyakit di mana sel-sel kanker yang berbahaya berkembang di jaringan hati. Kanker hati primer terjadi ketika sel-sel kanker tumbuh di hati, dan berbagai jenis kanker hati primer biasanya diberi nama berdasarkan jenis sel asal kanker berkembang.

    liver cancer awareness sign

    Karsinoma hepatoselular (Hepatocellular carcinoma - HCC) atau hepatoma berasal dari sel-sel utama hati yang disebut hepatosit dan terjadi pada sekitar 85% kanker hati primer. Jenis kanker hati primer yang kurang umum dimulai dari sel-sel yang melapisi saluran empedu yang disebut kolangiosit dan oleh sebab itu disebut kolangiokarsinoma atau kanker saluran empedu.

    Hati juga merupakan tempat tumbuhnya kanker jenis lain yang disebut kanker hati sekunder atau metastasis. Dalam kondisi ini, kanker utama dimulai di tempat lain dalam tubuh kemudian deposit sekunder tumbuh dalam hati. Contoh umum adalah kanker kolorektal yang menyebar ke hati melalui aliran darah.

    Seberapa Umum Kanker Hati?

    Menurut informasi yang diberikan oleh American Cancer Society dan Cancer Journal for Clinians, pria 2 - 3 kali lebih mungkin menderita kanker hati daripada wanita. Di Singapura, kanker hati adalah kanker ke-4 paling umum untuk pria, seperti yang dilaporkan oleh Singapore Cancer Society.

    Apa Faktor Risiko untuk Kanker Hati?

    3 faktor risiko utama terkena HCC (kanker hati primer yang paling umum) adalah infeksi hepatitis B kronis, infeksi hepatitis C kronis dan konsumsi alkohol yang tinggi. Risiko terkena HCC pada seseorang dengan infeksi hepatitis B kronis adalah 100 kali lebih banyak daripada orang yang tidak terinfeksi.

    Faktor risiko lain yang kurang umum termasuk aflatoksin (racun yang ditemukan pada kacang, gandum, kedelai dan biji-bijian yang berjamur), kondisi yang diwariskan (misalnya hemokromatosis, defisiensi anti-tripsin alfa-1) dan segala penyebab sirosis (jaringan parut hati) seperti hepatitis autoimun.

  • Tanda & Gejala

    Pasien dengan kanker hati stadium lanjut biasanya memiliki gejala yang sama dengan penyakit hati kronis, seperti jaundis, di mana kulit dan mata berwarna kekuningan, serta pembengkakan perut berisi cairan. Gejala lain dari penyakit hati stadium lanjut termasuk ensefalopati (keadaan mental yang berubah dan delusi) serta perdarahan di lambung dan saluran usus dapat mengindikasikan kerusakan parah pada hati yang sering dapat berkembang menjadi kanker hati.

    symptoms of liver cancer

    Beberapa pasien mungkin juga mengalami nyeri perut bagian atas ringan hingga sedang, penurunan berat badan, mengantuk (meskipun tidur normal), kehilangan nafsu makan, atau massa yang jelas di perut bagian atas. Permasalahannya adalah bahwa sebagian besar dari gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh banyak penyakit umum yang memengaruhi hati dan organ-organ lain yang berdekatan, seperti lambung dan usus, sehingga menyulitkan pasien untuk mengidentifikasi gejala sejak dini.

     

     

     

    Bisakah Kita Melakukan Pemeriksaan Kanker Hati?

    Ya. Pemeriksaan hati secara teratur dapat membantu dokter menemukan dan menangani kanker hati sejak dini, saat kanker terbatas pada satu area tubuh serta lebih mudah diangkat melalui pembedahan. Deteksi dini dapat memberikan opsi penanganan yang lebih baik dan meningkatkan peluang kelangsungan hidup. Mereka dengan infeksi hepatitis B kronis dan jaringan parut hati (sirosis) karena hepatitis C atau penyebab lain adalah berisiko tinggi dan harus melakukan pemeriksaan kanker hati secara teratur.

    Pemeriksaan meliputi:

    • Tes darah untuk alfa-fetoprotein (AFP) setiap 3 - 6 bulan
    • Pemindaian ultrasonografi hati setiap 6 - 12 bulan
  • Diagnosis & Penilaian

    Tes dan prosedur berikut dapat dilakukan untuk mendiagnosis kanker hati serta menunjukkan stadium perkembangan kanker:

    • Pemeriksaan fisik untuk tanda-tanda kesehatan umum. Pemeriksaan abdomen juga akan dilakukan untuk memeriksa benjolan keras di hati dan pembengkakan perut.
    • Tes darah untuk memeriksa fungsi hati dan jumlah alfa-fetoprotein (AFP), yang bisa lebih tinggi pada orang dengan kanker hati primer (karsinoma hepatoseluler).
    • Pemindaian ultrasonografi hati menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar hati dan memberitahukan tumor yang ada. Ultrasonografi adalah tes tanpa rasa sakit yang biasanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk dilakukan.
    • Pemindaian tomografi komputasi (computed tomography - CT) atau pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging - MRI) pada perut untuk menghasilkan gambar hati 3 dimensi. Metode ini dapat menghasilkan gambaran lebih rinci yang menunjukkan ukuran dan posisi tumor, dan apakah tumor tersebut telah menyebar.

    Meskipun diagnosis kanker hati dapat dibuat berdasarkan jumlah AFP dalam darah dan pemindaian MRI spesifik, terkadang mungkin diperlukan biopsi hati untuk mengonfirmasi diagnosis. Jika kanker belum menyebar dan jika ada peluang kanker tersebut dapat diangkat, maka biopsi mungkin tidak dilakukan. Hal ini disebabkan oleh adanya risiko kecil bahwa kanker dapat menyebar di sepanjang jalur yang dibuat oleh jarum biopsi ketika dimasukkan dan dikeluarkan. Dalam situasi ini, diagnosis dikonfirmasi setelah dilakukan bedah pengangkatan tumor.

  • Penanganan & Perawatan

    Jenis penanganan untuk pasien kanker hati akan tergantung pada stadium kanker (misalnya ukuran kanker dan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya) serta kesehatan umum pasien. Penanganan utama yang digunakan adalah pembedahan, ablasi (pengangkatan) tumor, kemoterapi, terapi kanker bertarget, dan radioterapi.

    Bedah

    Pembedahan memiliki peluang untuk menangani kanker dan karenanya merupakan pilihan penanganan bagi pasien kanker hati stadium awal. Jika hanya bagian tertentu dari hati yang terkena kanker dan bagian lainnya sehat, maka pembedahan mungkin dilakukan untuk mengangkat satu atau beberapa bagian hati yang terkena. Jenis pembedahan ini disebut reseksi hati.

    Bentuk pembedahan lain adalah transplantasi hati. Prosedur ini melibatkan pengangkatan seluruh hati yang kemudian diganti dengan hati donor yang sehat. Bedah besar ini dapat dipertimbangkan jika kanker hanya terjadi pada hati, jika donor hati tersedia, dan jika tim medis yakin bahwa kanker kemungkinan dapat dihilangkan dengan pembedahan. Hati yang sehat dapat tumbuh kembali, maka transplantasi hati donor yang hidup juga dapat dilakukan di mana bagian hati donor yang sehat diangkat dan ditransplantasikan pada pasien. Dalam kasus ini, baik hati yang masih tersisa dalam tubuh donor dan hati yang ditransplantasi dapat tumbuh kembali sepenuhnya jika prosedur berhasil. Obat anti-penolakan (imunosupresan) akan diperlukan untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi hati.

    Ablasi Tumor

    Ablasi (pengangkatan) tumor bertujuan untuk menghancurkan sel kanker hati primer menggunakan panas (ablasi radiofrekuensi – radiofrequency ablation - RFA) atau alkohol (injeksi etanol perkutan – percuteneous ethanol injection - PEI). Prosedur ini biasanya dilakukan di bagian pemindaian agar ultrasonografi atau tomografi komputasi (computed tomography - CT) dapat membantu dokter memandu jarum ke dalam kanker hati. Anestesi lokal akan diberikan pada awal prosedur. Penanganan dengan RFA menggunakan sinar laser atau gelombang radio yang dilewatkan melalui jarum untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan memanaskannya pada suhu yang sangat tinggi. Penanganan dengan PEI menggunakan alkohol yang diinjeksikan melalui jarum ke dalam kanker untuk menghancurkan sel kanker. Ablasi tumor terkadang dapat diulangi jika tumor tumbuh kembali.

    Kemoterapi

    Kemoterapi adalah penggunaan obat anti-kanker untuk menghancurkan sel kanker atau menghentikan pembelahan dan pertumbuhan sel kanker lebih lanjut. Kemoterapi dapat membantu mengontrol gejala dengan menyusutkan kanker dan memperlambat perkembangannya. Obat kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk injeksi ke dalam pembuluh vena (secara intravena), meskipun terkadang juga dapat diberikan dalam bentuk tablet (secara oral). Kemoterapi juga dapat diberikan sebagai bagian dari penanganan yang disebut kemoembolisasi. Prosedur ini melibatkan injeksi obat kemoterapi langsung ke dalam kanker hati, bersama dengan gel atau manik plastik mini untuk memblokir aliran darah menuju sel kanker (embolisasi). Tidak semua orang cocok untuk menjalani kemoterapi karena kemoterapi hanya dapat dilakukan jika hati masih berfungsi dengan baik.

    Terapi Kanker Bertarget

    Terapi kanker bertarget menggunakan obat atau zat lain yang menghambat pertumbuhan serta penyebaran kanker dengan mengganggu molekul spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan kanker, misalnya obat bertarget yang bernama sorafenib dapat digunakan untuk mengobati pasien dengan kanker hati stadium lanjut. Obat ini menargetkan kanker dengan menghentikan pertumbuhan pembuluh darah mereka sendiri. Karena sel kanker membutuhkan pasokan darah untuk menerima nutrisi dan oksigen, maka hal ini dapat membatasi kemampuan sel kanker untuk tumbuh. Ini telah ditunjukkan dalam 2 studi klinis besar untuk memperpanjang kelangsungan hidup pada pasien kanker hati stadium lanjut, dibandingkan dengan perawatan pendukung saja. Efek samping sorafenib meliputi diare, kelelahan, dan tekanan darah tinggi.

    Radioterapi

    Radioterapi menggunakan sinar berenergi-tinggi untuk menghancurkan sel kanker atau mencegah pertumbuhannya lebih lanjut. Radioterapi eksternal menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengarahkan radiasi pada sel kanker. Penanganan tersebut jarang digunakan untuk menangani kanker hati karena hati tidak dapat menerima dosis radiasi yang sangat tinggi. Namun radioterapi dapat digunakan untuk meringankan rasa nyeri, misalnya pada pasien yang kankernya telah menyebar hingga tulang. Metode lain adalah radiasi internal, yang melibatkan zat radioaktif dimasukkan secara selektif ke dalam kanker melalui arteri hepatik, yaitu pembuluh darah utama yang membawa darah menuju hati.

    Apakah Kanker Hati Dapat Dicegah?

    Ya, ada beberapa hal yang dapat mencegah kanker hati, yaitu:

    1. Vaksinasi terhadap virus hepatitis B

    2. Jangan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, yang menyebabkan penyakit perlemakan hati alkoholik – yaitu penyakit yang dapat berkembang menjadi kanker hati

    3. Hindari mengonsumsi daging merah dan lemak hewani, serta kacang dan biji-bijian yang berjamur

    4. Lakukan pemeriksaan rutin jika dianggap termasuk dalam kelompok berisiko tinggi