• Gleneagles Singapore

Kanker Tiroid

  • Apa itu Kanker Tiroid?

    Kanker tiroid adalah kanker yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar berbentuk kupu-kupu di bagian bawah leher yang memproduksi hormon untuk mengatur denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan. Kanker tiroid adalah kanker paling umum ke-8 yang menyerang wanita di Singapura.

    infographic showing a cancerous thyroid and a healthy thyroid

    Jenis kanker tiroid

    Kanker tiroid diklasifikasikan berdasarkan jenis selnya

    • Kanker tiroid papiler – Ini adalah bentuk paling umum yang berasal dari folikel tiroid.
    • Kanker tiroid folikuler – Juga berasal dari folikel tiroid. Mungkin sulit dibedakan dari nodul tiroid non-kanker.
    • Kanker tiroid medular – Ini adalah bentuk kanker tidak umum yang berasal dari sel yang terletak di antara folikel tiroid.
    • Kanker tiroid anaplastik – Meskipun tidak umum, bentuk ini bersifat agresif dan memiliki prognosis yang lebih buruk.
    • Limfoma tiroid – Bentuk kanker yang jarang terjadi.

    Penyebab

    Kanker tiroid dapat menyerang baik orang berusia muda maupun yang berusia tua. Meskipun setiap orang takut didiagnosis dengan jenis kanker apa pun, kanker tiroid secara umum mudah ditangani dan memiliki prognosis yang sangat baik, terutama pada orang yang berusia lebih muda.

    Mutasi gen tertentu telah diidentifikasi menyebabkan kanker tiroid papiler dan folikuler. Sayangnya, alasan penyebab mutasi gen ini tidak sepenuhnya jelas. Paparan radiasi yang berlebihan adalah penyebab yang telah terbukti. Kondisi medis tertentu yang diwariskan, seperti poliposis familial dan Neoplasia Endokrin Multipel Tipe 2 (jarang) juga dikaitkan dengan kanker tiroid.

  • Tanda & Gejala

    lump in throat

    Anda mungkin berisiko jika Anda memiliki riwayat kanker tiroid dalam keluarga, atau jika Anda sebelumnya pernah didiagnosis dengan salah satu kondisi keturunan yang jarang terjadi di atas. Namun, sebagian besar kasus umumnya bersifat acak. Kanker tiroid sering muncul sebagai benjolan yang terlihat pada leher atau secara tidak sengaja ditemukan sebagai nodul tiroid pada pencitraan yang dilakukan untuk alasan lain. Sementara sebagian besar benjolan atau nodul tersebut bersifat non-kanker, kemungkinan kanker tiroid harus dipertimbangkan jika terjadi pada usia yang sangat muda atau lanjut usia, nodul membesar dengan cepat, terjadi penurunan berat badan, suara serak, atau adanya kelenjar getah bening yang membesar di leher.

  • Diagnosis & Penilaian

    anatomy of a cancerous thyroid gland

    Anda sebaiknya mengunjungi ahli endokrinologi (dokter spesialis hormon) untuk melakukan asesmen. Setiap benjolan atau nodul tiroid sebaiknya dievaluasi dengan ultrasonografi, yang tidak mahal, aman, dan mudah tersedia. Ultrasonografi memungkinkan dokter mengukur ukuran nodul secara akurat. Fitur sonografi tertentu dapat membantu membedakan antara nodul jinak dan kanker. Nodul yang berukuran kecil (di bawah 1 cm), memiliki batas yang jelas, atau sebagian besar berisi cairan kemungkinan bersifat jinak. Nodul hipoekoik yang terlihat tinggi dengan batas yang tidak teratur, mikrokalsifikasi, hipervaskularitas, dan berukuran lebih dari 4 cm dengan pembesaran kelenjar getah bening kemungkinan besar bersifat kanker. Fungsi tiroid dan antibodi tiroid sebaiknya juga diperiksa melalui tes darah karena kadar hormon penstimulasi tiroid dan antibodi yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemungkinan kanker yang lebih besar.

    Menentukan apakah nodul tiroid bersifat kanker

    Semua nodul yang berukuran lebih dari 1 cm sebaiknya dibiopsi. Hal ini sangat berguna dalam menentukan apakah nodul bersifat jinak atau kanker. Prosedur ini dapat dilakukan dengan mudah oleh ahli radiologi atau endokrinologi yang berpengalaman di klinik. Dengan menggunakan ultrasonografi untuk memvisualisasi nodul, jarum yang sangat halus dimasukkan ke dalam nodul untuk mengambil sel, yang selanjutnya disebarkan di atas slide dan diperiksa di bawah mikroskop. Prosedur ini dikenal sebagai Aspirasi Jarum Halus (Fine Needle Aspiration - FNA). Anestesi tidak diperlukan karena pasien hanya akan mengalami sedikit ketidaknyamanan, pendarahan dangkal, dan memar ringan, jika terjadi. Seluruh prosedur seharusnya selesai dalam waktu beberapa menit. Hasilnya diklasifikasi menjadi 6 kategori (sistem Bethesda) yang berkisar dari jinak hingga bersifat kanker. Jika hasilnya tidak dapat ditentukan, FNA ulang sebaiknya dilakukan. Nodul yang bersifat jinak tidak perlu diangkat; nodul tersebut hanya perlu diperiksa setahun sekali dengan ultrasonografi dan mungkin dengan FNA untuk memantau setiap perubahan. Kemungkinan nodul jinak menjadi kanker adalah sangat kecil.

  • Penanganan & Perawatan

    Pasien sebaiknya menjalani proses 'penentuan stadium' (staging) untuk menentukan tingkatan penyakit. Stadium 1 adalah stadium paling awal dengan prognosis terbaik sementara Stadium 4 memiliki prognosis yang paling tidak menguntungkan. Pemindaian khusus, seperti pemindaian radionuklida, digunakan untuk penentuan stadium. Usia adalah faktor penentu stadium yang sangat penting, karena orang yang berusia di bawah 45 tahun pada waktu diagnosis biasanya memiliki penyakit pada stadium awal. Faktor penentu lain meliputi ukuran dan luas penyebaran tumor.

    thyroid disease sign

    Eksisi bedah pada seluruh kelenjar tiroid, termasuk kelenjar getah bening di sekitarnya pada leher, adalah opsi yang lebih disukai. Prosedur ini memiliki peluang terbaik untuk penyembuhan, terutama pada pasien dengan penyakit stadium awal, dan pembedahan dapat menjadi satu-satunya penanganan yang diperlukan untuk kelompok orang ini. Pengangkatan seluruh kelenjar tiroid juga memungkinkan ahli endokrinologi untuk memantau kemungkinan kekambuhan dengan mengukur kadar tiroglobulin dalam darah, yang seharusnya tidak terdeteksi jika kanker tiroid telah dihilangkan. Pembedahan juga merupakan pilihan penanganan untuk kanker tiroid medular dan limfoma tiroid.

    Setelah pembedahan, orang dengan kanker tiroid papiler atau folikuler yang berukuran lebih dari 1 cm harus menjalani penanganan dengan radioyodium sekitar 4 minggu kemudian. Hal ini biasanya hanya dilakukan 1 kali di mana pasien meminum sedikit larutan yang ditambahkan yodium radioaktif. Karena hanya sel tiroid yang dapat menyerap yodium, penanganan ini tidak akan membahayakan sistem organ lain dalam tubuh. Radioyodium menghilangkan sisa jaringan tiroid yang mungkin masih ada setelah pembedahan.

    Setelah penanganan dengan radioyodium, pemindaian radionuklida seluruh tubuh dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada sisa jaringan tiroid yang bertahan hidup dalam tubuh, setelah itu pasien akan perlu memulai penggantian hormon tiroid seumur hidup. Penggantian tiroksin berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hormon tiroid dalam tubuh kita, dan juga membantu mencegah kambuhnya kanker tiroid. Ahli endokrinologi Anda akan membantu mengatur dan menyesuaikan pemberian dosis yang cocok untuk Anda. Pasien tanpa bukti kekambuhan penyakit hanya perlu menjalani pemeriksaan tiroglobulin dalam serum dan fungsi tiroid setiap 6 bulan.

    Pasien dengan penyakit stadium lanjut atau kambuh dapat memerlukan dosis radioyodium tambahan. Radioyodium tidak berguna dalam kasus kanker tiroid medular dan limfoma tiroid. Radiasi berkas cahaya eksternal, kemoterapi, dan terapi bertarget dengan inhibitor tirosin kinase mungkin diperlukan untuk kasus tersebut.

    Informasi disediakan oleh Dr Richard Chen, Konsultan Ahli Endokrinologi, Rumah Sakit Gleneagles.