• Gleneagles Singapore

Gangguan Saluran Pencernaan Bawah

  • Kondisi Umum yang Memengaruhi Saluran Pencernaan Bawah

    Kondisi Umum yang Memengaruhi Saluran Pencernaan Bawah

    Saluran pencernaan (GI) bawah dimulai dari bagian tengah usus kecil, memanjang ke seluruh usus besar hingga anus.

    Kondisi umum yang terkait dengan saluran pencernaan (GI) bawah termasuk penyakit divertikular, polip, sindrom iritasi usus besar (IBS), kanker, atau penyakit Crohn, dan biasanya memerlukan perawatan klinis yang cepat oleh ahli gastroenterologi atau dokter bedah kolorektal. Ketahui lebih lanjut tentang kondisi ini, gejala, metode diagnosis, dan opsi penanganan yang tersedia.

    Jangan biarkan masalah pencernaan menyebabkan Anda kehilangan makanan enak lainnya. Silakan hubungi +65 6812 3770 untuk membuat janji temu dengan dokter spesialis hari ini.

  • Sindrom Iritasi Usus Besar (Irritable Bowel Syndrome - IBS)

    Sindrom Iritasi Usus Besar (Irritable Bowel Syndrome - IBS)

    Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah gangguan kronis yang memengaruhi kolon (usus besar). Ini memengaruhi fungsi normal kolon, dan menyebabkan ketidaknyamanan serta rasa nyeri, perubahan kebiasaan buang air besar (sembelit atau diare), gas, dan kembung. Sindrom iritasi usus besar tidak mengancam jiwa karena tidak menyebabkan kerusakan permanen pada kolon atau komplikasi serius seperti kanker.

    Penyebab

    Tidak ada penyebab pasti untuk sindrom iritasi usus besar, tetapi orang yang menderita penyakit ini cenderung melaporkan salah satu dari kondisi berikut:

    • Makanan melewati usus dengan cepat dan kuat, menyebabkan diare
    • Makanan melewati usus dengan sangat lambat, menyebabkan sembelit
    • Otot dan saraf yang sensitif di usus. Kontraksi berlebihan dari otot-otot ini ketika Anda makan dapat menyebabkan kram di abdomen (perut)
    • Terdapat faktor-faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan terjadinya Sindrom Iritasi Usus Besar, termasuk:
      • Berusia muda
      • Memiliki riwayat keluarga dengan sindrom iritasi usus besar
      • Memiliki kehidupan yang penuh stres
      • Menderita infeksi atau radang usus

    Tanda & Gejala

    Gejala sindrom iritasi usus dapat sangat bervariasi antara individu yang terkena. Gejala Anda dapat berkisar dari yang ringan sampai yang melumpuhkan, termasuk:

    • Perubahan pada feses Anda (butir kecil keras atau feses lembek)
    • Perubahan kebiasaan buang air besar Anda (diare atau sembelit)
    • Perasaan bahwa usus Anda tidak kosong sepenuhnya
    • Adanya lendir di feses
    • Gas berlebih dan kembung
    • Mengalami nyeri atau kram di perut

    Gejala-gejala ini mirip dengan gejala kanker kolon, dan Anda perlu memeriksakan kondisi ini ke dokter.

    Terdapat pula gejala yang kurang umum pada sindrom iritasi usus besar seperti kelelahan secara umum, nyeri punggung, sakit kepala, berkeringat, mual, muntah, dan nyeri saat buang air besar.


    Penanganan

    Tidak ada obat untuk sindrom iritasi usus. Opsi penanganan terdiri dari penanganan untuk gejala Anda dan menghindari faktor risiko yang memicu timbulnya sindrom iritasi usus besar Anda. Dokter Anda akan menyarankan rencana penanganan yang paling cocok untuk Anda, dan itu mungkin termasuk kombinasi dari hal-hal di bawah ini:

    • Aktivitas dan pengobatan untuk mengendalikan stres Anda
    • Perubahan pola makan seperti:
      • Menghindari alkohol, makanan berlemak, cokelat, dan minuman berkafein
      • Menambah atau mengurangi asupan serat, tergantung pada kondisi Anda
      • Makan makanan kecil
      • Obat untuk membantu meringankan sembelit, diare, atau nyeri perut dan kram

  • Penyakit Divertikular

  • Penyakit Divertikular

    Penyakit divertikular terjadi ketika kantong kecil atau tonjolan (divertikula) tumbuh di dalam lapisan usus besar (kolon). Divertikula biasanya dikaitkan dengan asupan serat yang tidak memadai atau penuaan, dan disebabkan oleh feses keras yang melewati usus besar. Divertikulitis terjadi ketika divertikula terinfeksi atau meradang. Faktor gaya hidup seperti obesitas, merokok, riwayat sembelit, riwayat keluarga, atau obat-obatan seperti OAINS dapat berkontribusi pada tumbuhnya penyakit divertikular.

    Tanda & Gejala

    Gejala umum meliputi:

    • Nyeri perut
    • Feses berdarah
    • Mual
    • Demam
    • Sembelit
    • Diare

    Diagnosis

    Dokter Anda mungkin melakukan pemeriksaan fisik disertai dengan tes berikut:

    • Barium enema
    • Kolonoskopi
    • Sigmoidoskopi fleksibel
    • Pemindaian CT

    Penanganan

    Untuk kasus-kasus ringan, dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik dan merekomendasikan perubahan gaya hidup atau pola makan seperti diet tinggi serat, atau probiotik. Untuk kasus divertikulitis parah atau perdarahan divertikular, mungkin diperlukan penanganan bedah.

  • Polip

    Polip

    Polip adalah pertumbuhan abnormal, biasanya terbentuk pada lapisan kolon (usus besar). Sementara sebagian besar polip adalah non-kanker, tipe-tipe tertentu nantinya bisa menjadi kanker. Karena adanya risiko polip berkembang menjadi kanker, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur dan mencari penanganan segera, terutama jika memiliki salah satu faktor risiko berikut: Riwayat keluarga, obesitas, merokok, atau gangguan pencernaan tertentu seperti penyakit Crohn.

    Tanda & Gejala

    Sebagian besar polip tidak menyebabkan gejala apa pun kecuali ukuran tertentu. Itulah sebabnya penting untuk melakukan pemeriksaan secara teratur. Gejala yang dapat disebabkan oleh polip meliputi:

    • Darah pada feses
    • Perubahan kebiasaan buang air besar
    • Nyeri perut

    Jika Anda menderita salah satu dari gejala di atas, konsultasikan dengan ahli gastroenterologi atau dokter bedah kolorektal. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi di masa depan.


    Diagnosis

    Kolonoskopi biasanya dilakukan untuk mendeteksi polip. Kolonoskopi adalah prosedur rawat jalan sederhana di mana dokter Anda akan memeriksa kolon Anda. Jika polip ditemukan, prosedur ini akan mengangkat polip pada saat yang sama. Dokter Anda juga dapat merekomendasikan tes-tes berikut:

    • Tes darah samar feses
    • Barium enema
    • Sigmoidoskopi
    • Pemindaian CT

    Penanganan

    Pengangkatan polip biasanya dilakukan selama prosedur kolonoskopi. Tergantung pada kondisi Anda, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs - NSAIDs) Perubahan pola makan dan gaya hidup juga dapat direkomendasikan. Bicaralah dengan dokter Anda untuk memahami pilihan penanganan tersedia.

  • Penyakit Crohn (Penyakit Radang Usus - Inflammatory Bowel Disease)

    Crohn's disease and IBD

    Penyakit Crohn adalah penyakit radang kronis (jangka panjang) yang terutama menyerang usus kecil dan besar. Orang dengan riwayat keluarga atau gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar mungkin lebih rentan terhadap kondisi tersebut.

    Tanda & Gejala

    Gejala umum penyakit Crohn meliputi:

    • Penurunan berat badan
    • Nyeri perut
    • Diare
    • Kram

    Jika Anda menderita salah satu dari gejala di atas, konsultasikan dengan ahli gastroenterologi atau dokter bedah kolorektal. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi di masa depan.

    Diagnosis

    Dokter Anda mungkin bertanya tentang riwayat keluarga Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes tambahan dapat dilakukan seperti:

    • Tes darah
    • Rontgen Barium
    • Kolonoskopi
    • Pemindaian CT
    • Endoskopi

    Penanganan

    Tergantung pada tingkat keparahan suatu kondisi, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat-obatan seperti kortikosteroid. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk mengurangi peradangan dan mencegah timbulnya gejolak di masa depan. Bicaralah dengan dokter Anda untuk memahami opsi penanganan Anda.



    • Referensi:
    • Colon polyps. American College of Gastroenterology. http://patients.gi.org/topics/colon-polyps
    • Overview of the medical management of mild to moderate Crohn's disease in adults. http://uptodate.com