• Gleneagles Singapore

Gangguan Pencernaan Atas (Esofagus & Perut)

  • Kondisi Umum yang Memengaruhi Esofagus dan Perut

    Kondisi Umum yang Memengaruhi Esofagus dan Perut

    Saluran pencernaan (GI) atas terdiri dari rongga mulut, esofagus, lambung, dan bagian pertama dari usus kecil – duodenum.

    Kondisi umum yang memengaruhi saluran pencernaan (GI) atas termasuk dispepsia, tukak lambung, gastritis, kanker, penyakit refluks gastroesofagus (GERD) atau nyeri ulu hati, dan biasanya akan memerlukan perawatan klinis segera oleh ahli gastroenterologi atau dokter bedah kolorektal. Ketahui lebih lanjut tentang kondisi ini, gejala, metode diagnosis, dan opsi penanganan yang tersedia.

  • Gangguan Pencernaan (Dispepsia)

    Gangguan Pencernaan (Dispepsia)

    Gangguan pencernaan, juga dikenal sebagai dispepsia, sering dikategorikan sebagai ketidaknyamanan atau rasa nyeri di daerah perut bagian atas, biasanya karena fungsi abnormal perut dan bagian dari usus kecil. Secara umum, dispepsia terjadi pada sekitar 1 dari 4 orang dewasa. Penyebab umum meliputi:

    • Kebiasaan makan yang salah seperti kurang mengunyah
    • Makan makanan pedas atau berminyak, buah jeruk, kafein, alkohol atau tembakau
    • Gangguan pencernaan tertentu seperti gastritis, tukak lambung, infeksi bakteri H.pylori atau GERD
    • Stres atau kecemasan yang ekstrem
    • Asupan obat-obatan tertentu seperti obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs - NSAIDs)

    Tanda & Gejala

    Gejala dispepsia dapat timbul saat makan, dan mungkin datang dan pergi. Tanda-tanda umumnya meliputi:

    • Sering bersendawa
    • Mual
    • Pembengkakan perut
    • Nyeri di daerah perut bagian atas
    • Merasa kenyang bahkan setelah sedikit asupan makanan
    • Kembung

    Diagnosis

    Dokter Anda dapat melakukan pemeriksaan fisik dan memerintahkan tes berikut untuk menentukan dispepsia atau gangguan pencernaan:

    • Tes darah samar feses
    • Endoskopi
    • Tes darah
    • Rontgen
    • Ultrasonografi
    • Pemindaian CT

    Penanganan

    Dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk membantu meringankan ketidaknyamanan, yang mungkin termasuk antasida, antibiotik, penghambat pompa proton (proton pump inhibitor - PPI), atau penghambat reseptor H2. Seringkali akan direkomendasikan perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan.

  • Penyakit refluks gastroesofagus (Gastroesophageal reflux disease - GERD)

    Heartburn, acid reflux and GERD

    GERD, lebih umum dikenal sebagai nyeri ulu hati atau penyakit refluks asam lambung, terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah (kelompok otot di bagian bawah kerongkongan) mengalami malfungsi, yang memungkinkan makanan untuk mundur kembali ke kerongkongan. Ini kemudian mengiritasi lapisan kerongkongan.

    Penyebab GERD mungkin termasuk otot esofagus yang melemah, hiatal hernia, atau relaksasi otot yang spontan, sering, dan tidak biasa. Faktor gaya hidup seperti stres, merokok, konsumsi alkohol, asupan makanan pedas, atau gangguan pencernaan lainnya seperti tukak lambung dapat menyebabkan GERD.

    GERD memengaruhi sekitar 15% dari total populasi, dan merupakan suatu kondisi yang tidak boleh diabaikan karena komplikasi medis yang parah dapat muncul jika penanganan tidak segera dilakukan.

    Tanda & Gejala

    Tanda-tanda umumnya meliputi:

    • Perasaan terbakar di perut atau di daerah dekat dada
    • Nyeri dada
    • Rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam)
    • Gangguan Pencernaan
    • Mual
    • Merasa ada benjolan di tenggorokan
    • Nyeri dan kesulitan menelan
    • Kembung
    • Batuk terus menerus atau sakit tenggorokan
    • Suara serak

    Jika tidak segera diobati, GERD dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang lebih parah seperti

    • Barrett esofagus, yang ditandai dengan penyakit refluks gastro esofagus yang lama dan meningkatkan risiko kanker esofagus
    • Peradangan pita suara
    • Kerusakan paru-paru termasuk fibrosis paru dan bronkiektasis
    • Striktur (penyumbatan) esofagus yang disebabkan oleh jaringan parut yang berkembang karena ulserasi berulang
    • Tukak di esofagus akibat terbakar asam lambung

    Diagnosis

    Dokter Anda dapat memeriksa riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes diagnostik seperti endoskopi mungkin direkomendasikan.

    Penanganan

    Dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk membantu meringankan ketidaknyamanan, termasuk antasida, penghambat pompa proton (PPI), atau penghambat reseptor H2. Perubahan dalam gaya hidup dan kebiasaan makan mungkin dianjurkan.

  • Gastritis

    Gastritis

    Gastritis adalah peradangan pada lapisan perut. Gastritis dapat berbentuk akut, dengan serangan parah yang berlangsung selama beberapa hari, atau dapat pula kronis, dengan mual berkepanjangan dan kehilangan nafsu makan. Jika tidak diobati, gastritis dapat menyebabkan komplikasi parah.

    Ada banyak kemungkinan penyebab gastritis dan ini termasuk:

    • Pasca pembedahan, luka bakar atau cedera traumatis
    • Konsumsi alkohol berlebihan
    • Infeksi yang disebabkan oleh Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang ditemukan di lapisan perut, yang dapat melemahkan lapisan pelindung dan karenanya menyebabkan cairan pencernaan mencapai lapisan perut
    • Penggunaan jangka panjang obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs - NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen
    • Stres dan muntah kronis (diamati pada kasus bulimia)

    Tanda & Gejala

    Pada sebagian besar kasus, gastritis mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala gastritis yang paling umum meliputi:

    • Feses hitam karena darah pada aktivitas usus besar
    • Perasaan terbakar di perut bagian atas
    • Cegukan
    • Hilang selera makan
    • Mual dan gangguan pencernaan
    • Nyeri di perut bagian atas
    • Muntah
    • Penurunan berat badan

    Penanganan

    Dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk membantu meringankan ketidaknyamanan, termasuk antasida, penghambat pompa proton (PPI), atau penghambat reseptor H2. Sering kali akan direkomendasikan perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan.

  • Kanker Perut

    Kanker Perut

    Kanker perut (juga disebut kanker lambung) adalah pertumbuhan jaringan abnormal di perut. Kanker biasanya dimulai di sel-sel yang melapisi bagian dalam perut. Kanker dapat membentuk tumor atau tukak di dalam perut atau menyebar melalui dinding perut.

    Orang dengan kanker perut sering mengalami infeksi akibat H. pylori (bakteri), tetapi tidak semua orang yang memiliki infeksi ini di perut mereka akan menderita kanker perut. Kanker perut lebih umum terjadi di Asia Timur daripada di negara-negara Barat.

    Anda mungkin berisiko jika:

    • Berusia lebih dari 50 tahun
    • Mengonsumsi banyak makanan yang diasap, ikan dan daging yang diasinkan, serta acar. Makan buah-buahan serta sayuran tinggi vitamin A dan C menurunkan risiko kanker perut
    • Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker perut
    • Menderita jenis anemia yang berarti Anda tidak dapat menyerap cukup vitamin B12 (anemia pernisiosa)
    • Menderita radang lambung jangka panjang (gastritis kronis)
    • Mengisap tembakau

    Tanda & Gejala

    Kanker perut dini sering kali tidak memiliki gejala. Ketika kanker berkembang, gejala-gejala umum mungkin termasuk:

    • Nyeri perut kronis
    • Hilang selera makan
    • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

    Masalah kesehatan lainnya dapat menyebabkan nyeri perut (dispepsia), termasuk refluks asam lambung atau gastritis. Gejala kurang umum dari kanker perut meliputi:

    • Anemia
    • Mengeluarkan feses hitam, yang merupakan tanda perdarahan
    • Muntah

    Penanganan

    Penanganan kanker perut meliputi:

    • Pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh perut Anda, atau untuk mengurangi komplikasi dari tumor jika sudah pada tahap lanjut
    • Kemoterapi, terkadang diberikan dengan terapi radiasi setelah pembedahan, atau untuk mengurangi gejala jika Anda tidak dapat menjalani pembedahan
    • Terapi radiasi (rontgen berenergi tinggi), kadang-kadang dilakukan bersama kemoterapi, untuk membunuh sisa sel kanker setelah pembedahan
    • Terapi bertarget untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker


    • Referensi:
    • http://www.bmj.com/content/334/7583/41
    • https://aboutgimotility.org/disorders-of-the-stomach/functional-dyspepsia.html
    • Locke GR. "The epidemiology of functional gastrointestinal disorders in North America." Gastroenterol Clin North Am 1996;25(1):1-19.