• Gleneagles Singapore

Trombosis Vena Dalam: Pembunuh Jantung Diam-Diam

infographic comparing healthy veins and veins with deep vein thrombosis

Trombosis vena dalam (Deep vein thrombosis - DVT) menjadi terkenal dalam beberapa tahun terakhir sebagai 'sindrom kelas ekonomi' karena kondisi ini dapat memengaruhi pelancong pada penerbangan jarak jauh, terutama mereka yang duduk di kelas ekonomi. Banyak orang mengaitkannya dengan kematian mendadak, tetapi tidak banyak orang yang tahu bagaimana DVT bekerja, atau bahwa DVT tidak hanya terbatas terjadi pada pelancong dalam penerbangan jarak jauh.


Trombosis vena dalam adalah pembentukan gumpalan darah di vena dalam, terutama di tungkai bawah. Bahaya terbesar dari DVT adalah ketika gumpalan darah berjalan melalui pembuluh darah dan arteri, di mana dapat masuk ke arteri koroner yang mengarah ke jantung dan paru-paru, menghalangi aliran darah sehingga mengakibatkan serangan jantung atau kematian jantung mendadak. Pada tahap ini, tingkat kematian adalah sekitar 26%.


Gumpalan dapat terbentuk di vena dalam setelah seseorang tetap tidak bergerak untuk waktu yang lama. Kondisi ini paling sering terlihat pada orang yang terbaring di tempat tidur atau dalam penerbangan jarak jauh. Gumpalan juga dapat terjadi jika darah lebih kental dari normal karena penyakit, dehidrasi, kurang kebugaran, kolesterol dan kadar gula tinggi dalam darah, atau akibat dari obat-obatan tertentu.


Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko DVT Anda:


  • Usia di atas 40 tahun
  • Pemulihan dari bedah
  • Obesitas
  • Tidak bergerak dalam jangka panjang (duduk untuk waktu yang lama, atau penerbangan jarak jauh)
  • Cedera yang memengaruhi vena di tungkai bagian bawah
  • Kehamilan
  • Varises
  • Riwayat keganasan
  • Terapi penggantian hormon

Gejala-gejala DVT bervariasi untuk setiap pasien, tetapi umumnya terdapat pembengkakan, nyeri, hangat, dan terlihatnya pembuluh darah melebar di betis atau terkadang di paha. Beberapa pasien juga mengalami demam ringan, tetapi hingga 50% pasien dengan DVT mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.


DVT didiagnosis dengan kombinasi penilaian klinis, tes darah dan ultrasonografi. Pemeriksaan kesehatan komprehensif dapat membantu mendiagnosis DVT, terutama bagi mereka yang tidak mengalami gejala apa pun. Bagi mereka yang memiliki faktor risiko, pemindaian ultrasonografi pada vena dalam biasanya dapat menentukan adanya DVT.


DVT dapat ditangani dengan banyak cara. Obat anti-koagulasi dapat digunakan untuk mengencerkan darah dan melarutkan gumpalan yang ada. Jika metode ini tidak cocok, tabung tipis fleksibel khusus yang disebut kateter akan dimasukkan ke pembuluh darah untuk menghilangkan gumpalan. Stoking kompresi juga dapat membantu mengalirkan kelebihan cairan ke atas, dan mengurangi pembengkakan pada tungkai bagian bawah serta perkembangan gumpalan di vena dalam.


DVT adalah kondisi medis yang dapat dicegah, tetapi sayangnya sering tidak terdiagnosis. Namun, kondisi ini bisa menjadi serius atau bahkan fatal dalam beberapa kasus. Jadi sangat penting untuk mempelajari bagaimana mencegah DVT dan mengenalinya sejak dini. Jika didiagnosis dini, DVT sangat dapat ditangani dan aman.


Wanita hamil 5 kali lebih mungkin terkena DVT karena darahnya lebih koagulatif. Wanita hamil yang khawatir tentang DVT dapat memakai stoking kompresi, terutama selama trimester ketiga.


Secara umum, berjalan dapat membantu mencegah DVT karena kontraksi otot betis menekan vena dan memompa darah ke jantung. Mereka yang secara teratur melakukan penerbangan jarak jauh atau harus duduk lama selama bekerja atau bersantai dapat menggunakan stoking kompresi dan selalu minum banyak air. Selain itu, mereka dianjurkan untuk berjalan dengan jarak pendek secara teratur, terutama saat dalam penerbangan.


Rawat kesehatan jantung sekarang juga. Buat janji temu untuk Pemeriksaan Jantung dengan Konsultasi Spesialis di Rumah Sakit Gleneagles. Untuk mempelajari lebih lanjut, kunjungi spesialis jantung kami atau hubungi saluran siaga 24 jam Pusat Bantuan Pasien Gleneagles di +65 6575 7575.