• Gleneagles Singapore

Pemulihan Transplantasi Hati

  • Pemulihan Transplantasi Hati

    Setelah transplantasi hati, penting bagi pasien transplantasi untuk merawat organ baru mereka, termasuk perubahan gaya hidup yang memungkinkan, berolahraga secara rutin, diet sehat, minum obat dan memenuhi janji temu untuk pemeriksaan tindak lanjut medis secara teratur.

    Koordinator transplantasi, ahli diet dan tim perawatan kesehatan sejenis di Gleneagles Hospital akan mendidik dan memandu pasien serta pendamping mereka mengenai perawatan paska transplantasi, sebelum mereka pulang dari rumah sakit.

    Pemeriksaan pasien rawat jalan

    Pasien diwajibkan untuk pemeriksaan, sekurang-kurangnya dua kali seminggu selama 2 bulan pertama setelah mereka meninggalkan rumah sakit. Hal ini akan memungkinkan spesialis memeriksa kondisi pasien dan memantau proses pemulihan. Transplantasi organ memiliki risiko tertinggi untuk penolakan organ dalam 60 hari pertama setelah transplantasi, jadi sangatlah penting bahwa spesialis memeriksa pasien secara teratur. Setelah 2 bulan pertama, frekuensi kunjungan disesuaikan berdasarkan diagnosis dokter.

    Obat anti penolakan

    Penerima transplantasi hati harus minum obat anti penolakan selama hidupnya. Obat ini juga dikenal sebagai immunosuppressants dan membantu mencegah tubuh pasien menolak hati yang baru. Sistem kekebalan yang kuat mungkin mengenali hati baru sebagai 'benda asing' dan menyerang sel-selnya. Obat anti penolakan dapat menurunkan sistem kekebalan dan mencegahnya menyerang organ baru, tetapi obat ini juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi.

    Yang penting adalah, obat anti penolakan diminum sesuai resep pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda melewatkan satu dosis, Anda harus memberi tahu koordinator transplantasi yang akan menyarankan kapan dosis berikutnya diminum. Anda tidak boleh minum obat anti penolakan tambahan untuk menggantikan dosis yang terlewatkan.

    Pasien yang minum obat anti penolakan tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu, seperti pomelo dan grapefruit (semacam jeruk bali), karena buah-buahan ini dapat mempengaruhi kemanjuran obat immunosuppressant. Demikian juga halnya, jangan minum obat baru termasuk obat tradisional atau obat yang dapat dibeli bebas, tanpa memberi tahu koordinator transplantasi atau dokter, karena ini dapat mempengaruhi penyerapan obat anti penolakan Anda. Anda harus juga memberi tahu dokter gigi, dokter umum atau dokter bedah bahwa Anda sedang minum obat anti penolakan sebelum menjalani prosedur pengobatan gigi atau medis.

    Mengenali penolakan dan infeksi

    Meskipun obat anti penolakan ini membantu untuk mencegah penolakan organ, tetapi hal ini masih dapat terjadi pada sebagian kasus. Namun demikian, kondisi penolakan ini masih bisa dipulihkan jika tanda-tanda terdeteksi dan diobati lebih dini.

    Tanda-tanda penolakan:

    • Demam
    • Urin berwarna seperti teh, kuning pekat
    • Mata kuning
    • Penyakit kuning (warna kekuningan pada kulit dan mata)
    • Warna tinja pucat atau seperti tanah liat
    • Rasa dingin yang menusuk tulang, ngilu dan kelelahan yang datang tiba-tiba

    Selain dari risiko penolakan organ, pasien transplantasi hati juga harus waspada mengenai infeksi ini, khususnya karena obat anti penolakan yang diminum akan mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Pasien perlu membiasakan diri menjaga kebersihan pribadi dan mengambil tindak pencegahan untuk mengurangi risiko terkena infeksi. Pasien sebaiknya menghindari tempat-tempat yang ramai, khususnya selama musim sakit pilek atau flu. Sering-sering mencuci tangan dan menghindari vaksin baru, dapat juga membantu mencegah infeksi. Setelah keluar dari rumah sakit, pasien harus memeriksa suhu tubuh mereka dua kali sehari selama sebulan pertama, dan menghubungi koordinator transplantasi mereka jika terjadi tanda-tana di bawah ini:

    • Demam
    • Bercak kemerahan atau putih pada lidah atau mulut.
    • Bercak kemerahan, pembengkakan atau bau busuk dari luka yang terbuka
    • Batuk yang tidak kunjung sembuh tanpa dibarengi dengan napas tersengal-sengal.
    • Gejala mirip flu
    • Terasa menyakitkan dan panas saat buang air kecil
    • Diare

    Nutrisi setelah transplantasi hati

    Sebelum keluar dari rumah sakit, seorang ahli diet akan menasihati Anda mengenai cara menjaga kesehatan, diet yang seimbang yang akan membantu penyembuhan tubuh Anda dan mencegah infeksi. Tergantung pada kondisi pengobatan, dokter Anda dapat meminta Anda menjalankan diet khusus. Yang penting bagi pasien transplantasi hati adalah menjaga berat badan yang sehat. Penambahan berat badan dan obesitas dapat merusak hati baru Anda dan meningkatkan risiko penyakit kronis, misalnya, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

    Dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah yang disebabkan oleh obat anti penolakan, penting bagi Anda untuk menangani makanan secara aman demi mencegah infeksi dari penyakit yang ditularkan oleh makanan. Ahli diet dan perawat akan menasihati Anda mengenai cara menangani makanan secara aman dan makanan apa saja yang harus diperhatikan.

    Tindakan berhati-hati:

    • Cuci tangan Anda sebelum dan setelah menangani makanan
    • Hindari makanan mentah atau setengah matang, khususnya daging, kerang, hidangan laut dan telur
    • Cuci semua buah-buahan dan sayuran sebelum memasak dan memakannya
    • Hindari makanan dari salad bar, prasmanan atau hidangan lain yang dimakan secara bersama-sama, misalnya steamboat, karena kemungkinan terkontaminasi oleh orang lain dan suhu makanan tidak aman
    • Hindari susu yang tidak dipasturisasi dan keju
    • Kurangi asupan garam dan gula
    • Upayakan untuk minum sekitar 2 liter air yang dimasak hingga mendidih, setiap hari
    • Hindari makanan yang mungkin disiapkan di lingkungan yang tidak bersih

    Aktivitas rutin setelah transplantasi

    Berolahraga – Anda dianjurkan untuk kembali berolahraga demi menjaga berat badan dan kesehatan fisik Anda. Namun demikian, Anda harus menghindari mengemudikan kendaraan hingga enam minggu setelah transplantasi, dan jangan melakukan aktivitas yang melelahkan abdomen Anda selama sekurangnya dua bulan setelah pembedahan, termasuk mengangkat barang berat dan melakukan sit-up.

    Pemaparan ke matahari – Pasien transplantasi berpeluang mengembangkan kanker kulit apabila terpaparkan ke matahari. Gunakan sunblock (tirai surya) yang mengandung sekurangnya SPF 30, memakai kemeja lengan panjang dan topi jika Anda merencanakan untuk berada di luar ruangan dalam waktu yang lama. Anda juga harus memeriksa kulit Anda secara teratur untuk mengamati pertumbuhan atau tambalan yang abnormal.

    Bepergian – Kecuali Anda akan kembali ke negara asal, sebaiknya Anda jangan melakukan perjalanan dalam enam bulan pertama setelah transplantasi hati. Koordinator transplantasi Anda juga akan memberi tahu mengenai tempat-tempat yang harus dihindari, karena beberapa negara mungkin bisa meningkatkan risiko infeksi bagi pasien transplantasi hati.

    Perencanaan Keluarga – Meskipun Anda dapat kembali melakukan aktivitas seksual dalam beberapa bulan setelah transplantasi, namun pasien transplantasi wanita sebaiknya menunggu sekurang-kurangnya satu tahun setelah transplantasi untuk hamil. Anda sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menyusui, karena Anda harus minum obat anti penolakan.

    Alkohol – Pasien transplantasi hati sebaiknya menghindari alkohol bilamana memungkinkan. Alokohol dimatabolis oleh hati dan akan membahayakan hati baru.

    Hewan piaraan – Meskipun hewan piaraan dapat terus menjadi bagian dari kehidupan keluarga Anda, namun sebaiknya Anda menghindari kontak dengan feses dan urin hewan piaraan, khususnya kotoran burung. Feses hewan dapat mengandung mikro organisme yang bisa menyebabkan infeksi serius pada pasien yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah

    Pemeriksaan tahunan – Di samping komplikasi pada hati baru, pasien transplantasi hati juga lebih rentan terhadap kondisi medis lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah. Dengan demikian, pasien transplantasi hati harus menjalani pemeriksaan kesehatan yang terinci setiap tahun supaya dokter Anda dapat mengawasi dan menangani kesehatan Anda secara tepat.

    Untuk informasi selengkapnya mengenai pemulihan setelah transplantasi hati, Asian American Liver Centre memiliki panduan mengenai pemulihan transplantasi hati yang ekstensif.

    Mencari Keterangan atau Membuat Janji Temu Temukan Dokter