• Gleneagles Singapore

Memahami Mengenai Lutut

  • Kondisi Yang Umum mempengaruhi Lutut

    Kondisi Yang Umum mempengaruhi Lutut

    Lutut, salah satu sendi terbesar dalam tubuh, terdiri dari 3 buah tulang – tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung lutut (patella) – yang disatukan oleh sebuah jaringan luas yang terdiri dari ligamen, tulang rawan, tendon dan otot. Karena lutut merupakan sebuah struktur penting yang bertanggung jawab terhadap gerakan dan menanggung beban, maka sangatlah penting untuk memahami kondisi yang dapat mempengaruhi fungsinya, pilihan pengobatan yang tersedia, dan bagaimana cara terbaik untuk merawat lutut untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi dan cacat jangka panjang di masa yang akan datang.

    Cedera Yang Umum Terjadi Pada Lutut

    Cedera Yang Umum Terjadi Pada Lutut

    Cedera lutut dapat diakibatkan oleh olah raga atau kegiatan rekreasi, jatuh yang tidak disengaja, atau bahkan aus akibat penggunaan setiap hari. Sebagian besar cedera minor seperti luka dan memar akan sembuh dengan sendirinya, namun beberapa cedera tertentu dapat menyebabkan kondisi serius yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi fungsi lutut. Cedera yang umum terjadi pada lutut meliputi:

    Fraktur

    Tempurung lutut adalah fraktur tulang yang paling umum terjadi pada lutut. Banyak fraktur di sekitar lutut disebabkan oleh trauma berenergi tinggi, seperti jatuh dari ketinggian atau tabrakan kendaraan bermotor. Bila kekuatan benturan menyebabkan tulang menjadi patah dan berpindah dari lokasi aslinya, mungkin perlu dilakukan operasi.

    Gejala fraktur tulang pada lutut meliputi nyeri, terasa empuk ketika disentuh, bengkak, kelainan bentuk pada daerah fraktur, dan keterbatasan gerak. Untuk kasus minor, pengobatan biasanya membutuhkan imobilisasi dengan bantuan gips hingga fragmen tulang sembuh, dimana hal ini dapat memakan waktu sekitar 6 minggu. Operasi mungkin perlu dilakukan untuk meluruskan dan menstabilkan tulang. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk memahami pilihan pengobatan yang tersedia.

    Artritis

    Artritis adalah suatu kondisi dimana terjadi peradangan di dalam dan di sekitar sendi. Osteoartritis umum terjadi pada lutut, dimana bantalan pelindung antar sendi (tulang rawan) dapat menjadi rusak akibat penuaan atau aus. Faktor genetik, ketidakstabilan sendi dan cedera juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya osteoartritis. Gejala osteoartritis meliputi nyeri, kekakuan, gerakan yang terbatas, bengkak dan terkadang ada bunyi gemeretak ketika bergerak.

  • Cedera Ligamen Silang Anterior/Anterior Cruciate Ligament (ACL)

    Cedera Ligamen Silang Anterior/Anterior Cruciate Ligament (ACL)

    Keseleo atau robeknya ligamen silang anterior/anterior cruciate ligament (ACL) adalah salah satu cedera lutut yang paling umum terjadi. Tulang-tulang pada lutut dihubungkan oleh ligamen, yang fungsinya untuk menyatukan tulang dan menjaga agar lutut tetap stabil. Ligamen kolateral adalah ligamen samping lutut yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan ke samping dan untuk menghadapi gerakan yang tidak biasa. Ligamen silang anterior adalah ligamen yang ditemukan di dalam sendi lutut, dan ligamen silang anterior di bagian depan bersilangan dengan ligamen silang posterior di bagian belakang untuk mengendalikan gerakan memutar dan depan-belakang dari lutut. Cedera ACL dapat disebabkan oleh perubahan arah gerakan yang mendadak, gerakan yang berhenti secara tiba-tiba, pendaratan yang buruk setelah melompat, atau bertabrakan langsung.

    Tanda-tanda & Gejala-gejala

    Pada sebagian besar kasus dimana ligamen silang anterior mengalami cedera, dapat terdengar suara meletup dan lutut dapat terasa seperti jatuh segera setelah itu. Tanda-tanda lainnya yang umum terjadi adalah:

    - Hilangnya rentang gerak yang lengkap 
    - Rasa tidak nyaman
    - Terasa empuk ketika disentuh
    - Nyeri yang disertai oleh bengkak, biasanya dalam waktu 24 jam

    Bila dibiarkan, lutut dapat kehilangan stabilitasnya dan kegiatan keras lebih lanjut dapat merusak bantalan tulang rawan (meniskus) pada lutut, sehingga menyebabkan masalah jangka panjang yang serius.

    Diagnosis

    Dokter Anda mungkin akan memeriksa riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Uji diagnostik berikut ini dapat dilakukan untuk memeriksa lebih lanjut cedera yang Anda alami.

    - Rontgen
    - Pencitraan resonansi magnetik/magnetic resonance imaging (MRI)

    Pengobatan

    Metode pengobatan bervariasi tergantung pada masing-masing individu. Bagi mereka yang memiliki tingkat aktivitas yang rendah, metode non-bedah seperti pemakaian alat penguat untuk membantu melindungi lutut dari ketidakstabilan. Terapi fisik juga dapat menolong untuk memperkuat otot-otot kaki dan membantu mengembalikan fungsi lutut. Operasi dapat disarankan untuk dilakukan tergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Tujuan dari operasi adalah untuk merekonstruksi ligamen, mengembalikan stabilitas lutut dan mencegah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi pada meniskus. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk memahami mengenai pilihan pengobatan yang paling sesuai dengan kebutuhan gaya hidup Anda.

  • Robekan Meniskus

    Robekan Meniskus

    Meniskus yang robek merupakan salah satu cedera lutut yang paling umum terjadi. Orang pada usia berapa pun rawan untuk mengalami kondisi ini, khususnya bagi mereka yang melakukan olah raga yang melibatkan kontak tubuh. Pada lutut, 2 buah tulang rawan berbentuk baji/pasak yang dikenal sebagai meniskus berfungsi untuk meredam guncangan, membantali sendi dan menjaga stabilitas lutut.

    Tanda-tanda & Gejala-gejala

    Robekan meniskus yang dialami ketika melakukan kegiatan olah raga umumnya terjadi bersamaan dengan cedera lutut yang lain. Gejala-gejala yang umum meliputi:

    - Nyeri
    - Bengkak dan kekakuan 
    - ‘Terkuncinya’ daerah sendi lutut 
    - Rentang gerak yang terbatas

    Tanpa pengobatan yang segera, sebuah meniskus dapat terlepas dan tersangkut ke dalam sendi, yang kemudian dapat menyebabkan ketidakstabilan atau terkuncinya lutut.

    Diagnosis

    Dokter Anda dapat memeriksa riwayat medis Anda dan melalukan pemeriksaan fisik. Uji diagnostik berikut ini dapat digunakan untuk memeriksa lebih lanjut cedera yang Anda alami.

    - Rontgen 
    - Pencitraan resonansi magnetik/magnetic resonance imaging (MRI)

    Pengobatan

    Dokter Anda dapat meresepkan obat anti-inflamasi non-steroid (AINS) untuk membantu meringankan rasa nyeri. Bila gejala tak kunjung hilang, dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi kecil seperti misalnya artroskopi lutut. Dalam prosedur ini, sebuah artroskop – sebuah pipa panjang fleksibel yang dilengkapi dengan sebuah kamera, bersama dengan instrumen bedah mini, dimasukkan ke dalam daerah lutut melalui sebuah sayatan kecil untuk memperbaiki robekan tersebut. Bicaralah dengan dokter Anda untuk memahami mengenai pilihan pengobatan yang tersedia.

  • Putusnya Tendon Patella

    Putusnya Tendon Patella

    Tendon patella menghubungkan tulang kering (tibia) dengan tempurung lutut (patella), bekerja sama dengan otot-otot di bagian depan daerah paha untuk meluruskan kaki. Cedera pada tendon patella biasanya terjadi akibat melompat atau diberikannya beban berat secara tiba-tiba pada tendon tersebut. Aus terkait usia juga dapat melemahkan tendon patella, menyebabkannya menjadi lebih rentan terhadap cedera.

    Tanda-tanda & Gejala-gejala

    Anda dapat mengalami rasa terkoyak atau meletup ketika robekan tendon patella terjadi. Tanda-tanda umum lainnya meliputi:

    - Nyeri dan bengkak 
    - Ketidakmampuan untuk meluruskan lutut 
    - Terasa empuk ketika disentuh
    - Adanya lekukan pada dasar tempurung lutut 
    - Tempurung lutut berpindah hingga ke paha 
    - Kram
    - Kesulitan berjalan

    Diagnosis

    Dokter Anda dapat memeriksa riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Uji diagnostik berikut ini dapat digunakan untuk memeriksa lebih lanjut cedera yang Anda alami:

    - Rontgen 
    - Pencitraan resonansi magnetik/magnetic resonance imaging (MRI)

    Pengobatan

    Metode non-bedah, seperti memakai alat penguat dan kruk untuk membantu menjaga lutut tetap pada tempatnya dapat membantu penyembuhan. Fisioterapi juga dapat membantu memperkuat otot-otot kaki. Pada sebagian besar kasus, operasi dapat dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi lutut. Tujuan dari operasi adalah untuk melekatkan kembali tendon yang robek ke tempurung lutut. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk memahami pilihan pengobatan yang tersedia.

  • Mengelola Biaya Pengobatan

    Rumah Sakit Swasta Menjadi Lebih Terjangkau Biayanya

    Bila Anda ditanggung oleh suatu Integrated Shield Plan (ISP), Anda mungkin tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan bila Anda harus dirawat inap di rumah sakit swasta seperti Gleneagles Hospital.

    Knee Anterior Cruciate Ligament (ACL) Reconstruction

    Mengelola Biaya Pengobatan
    Mengelola Biaya Pengobatan

    Total Knee Replacement

    Mengelola Biaya Pengobatan
    Mengelola Biaya Pengobatan
Mengelola Biaya Pengobatan