• Gleneagles Singapore

Kesehatan Ortopedi

  • Memahami Kesehatan Ortopedi Wanita

    Memahami Kesehatan Ortopedi Wanita

    Wanita memulai dengan kepadatan tulang yang lebih rendah daripada pria dan kehilangan massa tulang lebih cepat seiring dengan bertambahnya usia, terutama di sekitar masa menopause. Inilah mengapa gangguan tulang tertentu seperti osteoporosis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah, lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Bila dibiarkan tidak diobati, osteoporosis dapat menyebabkan pasien mudah mengalami fraktur. Fraktur pada pinggul dan tulang belakang dapat memiliki dampak yang sangat parah pada mobilitas pasien dan dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

    Selain kepadatan tulang yang lebih rendah, kehamilan juga menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi terjadinya gangguan ortopedi pada wanita bila dibandingkan dengan pria, khususnya pada punggung dan tulang belakang.

  • Masalah Punggung Yang Umum Pada Wanita

    Masalah Punggung Yang Umum Pada Wanita

    Sebuah kesalahpahaman yang umum mengenai masalah punggung adalah bahwa istirahat selalu merupakan yang terbaik. Istirahat awalnya dapat mengurangi nyeri dan peradangan namun tidak akan mengobatin akar penyebab cedera. Istirahat yang berkepanjangan dapat menyebabkan pelemahan otot-otot dan secara berlawanan memperpanjang masa penyembuhan. Meskipun istirahat itu penting, dibutuhkan diagnosis dan pengobatan yang tepat agar dapat pulih sepenuhnya.

    Nyeri Punggung Bagian Bawah

    Nyeri punggung bagian bawah adalah salah satu kondisi paling umum yang berkaitan dengan kesehatan tulang belakang. Terdapat banyak penyebab nyeri punggung bagian bawah. Salah satu sebab yang umum adalah cedera bertahap pada otot-otot punggung bagian bawah akibat penggunaan berlebihan yang kronis, postur yang buruk, posisi tidur yang tidak tepat atau teknik mengangkat yang tidak sesuai. Ketegangan punggung dan sakit otot juga dapat terjadi pada wanita selama kehamilan atau ketika merawat anaknya yang masih muda.

    Cedera ini dapat mempengaruhi sendi faset yang menghubungkan 2 vertebra pada tulang belakang dan cakram intervertebra yang meredam benturan di antara tiap vertebra. Seiring dengan berjalannya waktu, kegiatan setiap hari dapat menyebabkan trauma mikro di daerah ini dan menghalangi kelancaran gerakan dan fungsi. Sebagai akibatnya, timbul rasa nyeri, keterbatasan gerakan dan degenerasi yang dapat menyebabkan nyeri punggung bagian bawah yang umum dan tidak spesifik.

    Tanda-tanda dan gejala-gejalanya meliputi nyeri pada punggung, nyeri atau mati rasa pada kaki, nyeri ketika mengangkat beban, nyeri ketika batuk atau bersin, kejang otot dan keterbatasan gerakan.

    Pengobatan bervariasi tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan cedera. Bila Anda mengalami nyeri yang terus-menerus pada leher atau punggung, khususnya bila berkaitan dengan nyeri, mati rasa atau kelemahan pada lengan atau kaki, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan klinis. Mungkin perlu dilakukan uji-uji yang sesuai seperti misalnya rontgen atau MRI untuk diagnosis yang tepat. Kebanyakan pengobatannya adalah secara konservatif dengan istirahat, fisioterapi, olah raga yang sesuai dan obat-obatan. Dalam beberapa kasus, dapat dibutuhkan operasi untuk mencegah kecacatan. Bicaralah dengan dokter Anda untuk memahami mengenai cedera yang mempengaruhi mobilitas Anda dan pilihan pengobatan yang tersedia..

    Spondilosis

    Spondilosis, atau degenerasi tulang belakang, umum menyerang wanita yang lebih tua. Spondilosis, yang juga dikenal sebagai osteoartritis tulang belakang, merupakan suatu kondisi degeneratif pada sendi, ligamen dan cakram tulang belakang. Stres berulang pada tulang belakang, trauma dan aus termakan usia merupakan penyebab utama spondilosis. Pada kasus-kasus yang berat, spondilosis dapat menyebabkan tekanan pada akar saraf, sehingga menyebabkan nyeri atau rasa kesemutan pada kaki atau lengan.

    Tanda-tanda dan gejala-gejala yang umum meliputi nyeri punggung bagian bawah, nyeri yang menyebar turun ke kaki dan kesulitan menjaga postur yang tegak. Bila terdapat nyeri yang terus-menerus, dianjurkan untuk pergi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan klinis. Mungkin perlu dilakukan uji-uji yang sesuai seperti misalnya rontgen atau MRI untuk diagnosis yang tepat.

    Pengobatan dapat meliputi obat-obatan anti-inflamasi non-steroid (AINS) untuk membantu meringankan rasa nyeri dan fisioterapi. Bila gejala yang Anda alami tak kunjung hilang, atau bila terbukti ada saraf yang tertekan, Anda dapat dianjurkan untuk menjalani operasi dekompresi atau suatu prosedur yang dikenal sebagai fusi tulang belakang. Bicaralah dengan dokter Anda untuk memahami mengenai kondisi Anda dan pengobatan yang paling sesuai bagi Anda.

    Stenosis Tulang Belakang

    Stenosis tulang belakang adalah penyempitan bertahap pada rongga tulang belakang. Rongga tulang belakang yang menyempit memberikan tekanan pada saraf tulang belakang dan akar saraf. Stenosis tulang belakang umumnya menyerang wanita berusia lebih tua.

    Gejala stenosis tulang belakang meliputi nyeri punggung, rasa nyeri seperti terbakar pada pantat dan kaki, mati rasa atau kesemutan pada pada pantat atau kaki, berkurangnya nyeri ketika mencondongkan tubuh ke depan atau duduk, dan kelemahan pada kaki.

    Bila terjadi nyeri yang terus-menerus, dianjurkan untuk pergi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan klinis. Mungkin perlu dilakukan uji-uji yang sesuai seperti misalnya rontgen atau MRI untuk diagnosis yang tepat. Dalam beberapa kasus, mungkin perlu dilakukan operasi untuk mencegah kecacatan.

    Stenosis tulang belakang dapat menyebabkan kondisi yang disebut sebagai mielopati servikal. Pada tahap akhir, mielopati servikal menyebabkan perubahan degeneratif pada leher dan menyebabkan disfungsi saraf yang parah. Ini dapat menyebabkan kelemahan, ketidakmampuan untuk mengendalikan gerakan, tidak dapat buang air kecil dan buang air besar, serta kehilangan kemampuan untuk berdiri atau berjalan.  Bicaralah dengan dokter Anda untuk memahami kondisi Anda dan pilihan pengobatan yang tersedia.

  • Pencegahan dan Tips Gaya Hidup untuk Tulang Belakang yang Sehat

    Pencegahan dan Tips Gaya Hidup untuk Tulang Belakang yang Sehat

    Penting untuk memakan makanan yang memiliki kalsium yang cukup, terpapar sinar matahari secara memadai untuk memperoleh vitamin D, dan melakukan latihan angkat beban secara teratur untuk menguatkan tulang. Ini berlaku bagi wanita dan pria di semua kelompok usia.

    Bagi wanita, dianjurkan untuk melakukan pemindaian kepadatan mineral tulang di sekitar waktu menopause dan selanjutnya setahun sekali. Menopause, kehamilan dan menyusui merupakan penyebab osteoporosis yang umum. Bila Anda hamil atau menyusui, penting untuk mendapatkan kalsium dan vitamin D yang cukup. Bila tidak, kebutuhan kalsium bayi Anda akan dipenuhi dengan mengambil kalsium dari tulang Anda.

    Kebiasaan gaya hidup lainnya yang dianjurkan meliputi

    • Duduk dan berdiri dengan tepat dengan postur yang benar
    • Belajar mengangkat barang dengan benar tanpa mencederai tulang belakang
    • Berolah raga secara teratur untuk memperkuat otot-otot perut dan otot-otot punggung bagian bawah
    • Menjalani diet yang sehat untuk mengurangi dan mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan
    • Tidak merokok

    Referensi:

    http://www.hrosm.com/orthopedic-injuries-men-women/
    https://www.mylifestages.org/health/back/lower_back_pain.page
    http://www.spinalcord.org/resource-center/askus/index.php?pg=kb.book&id=38
    http://www.spine-health.com/blog/7-back-pain-conditions-mainly-affect-women
    http://www.womenshealthmag.com/health/back-pain-0

    Buat Janji Tampilkan Semua Dokter Spesialis Ortopedi