• Gleneagles Singapore

Dasar Panggul dan Kesehatan Kandung Kemih (Uroginekologi)

  • Apakah Uroginekologi Itu?

    Apakah Uroginekologi Itu?

    Dasar panggul merupakan kombinasi dari otot, jaringan penghubung, ligamen dan saraf yang berfungsi untuk menyokong dan mengendalikan rahim, vagina, kandung kemih, dan dubur. Terkadang, mengangkat beban berat secara berulang, penyakit kronis, operasi, atau melahirkan dapat merusak dasar panggul. Disfungsi dasar panggul dapat menyerang wanita di semua usia, dan meliputi berbagai kondisi seperti infeksi saluran kemih, jatuhnya organ panggul, atau masalah usus besar.

    Uroginekologi adalah subspesialisasi yang menggabungkan urologi dan ginekologi untuk membantu wanita mengobat disfungsi dasar panggul. Pada halaman ini, kami menelaah disfungsi dasar panggul yang umum menyerang wanita serta pilihan pengobatan yang tersedia.

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika saluran kemih mengalami infeksi, biasanya disebabkan oleh bakteri yang memasuki saluran kemih melalui uretra. ISK menyerang lebih banyak wanita daripada pria, dengan lebih dari 50% wanita mengalami sedikitnya satu ISK semasa hidupnya. Meskipun sebagian besar infeksi ini dapat diobati dengan obat-obatan, ISK dapat terjadi kembali dalam waktu enam bulan sejak episode awal, biasanya akibat infeksi oleh bakteri yang berbeda atau akibat habisnya efek penekanan dari pengobatan.

    Penting untuk menyadari tanda-tanda dan gejala-gejala ISK. Bila dibiarkan tidak diobati, ISK dapat menyebabkan infeksi ginjal atau bahkan komplikasi kesehatan yang lebih parah. Dalam bagian ini, kami membahas mengenai tanda-tanda dan gejala-gejala, faktor risiko, serta pilihan pengobatan yang tersedia.

    Referensi: 

    Griebling TL. Urinary tract infection in women. In: Litwin MS, Saigal CS, eds. Urologic Diseases in America. Department of Health and Human Services, Public Health Service, National Institutes of Health, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Washington, D.C.: GPO; 2007. NIH publication 07–5512:587–619.

    Tanda-tanda & Gejala-gejala

    Infeksi uretra atau kandung kemih dikenal sebagai ISK bagian bawah, Gejala ISK bagian bawah meliputi:

    • Nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil
    • Merasa tidak dapat mengosongkan kandung kemih dengan tuntas
    • Perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya
    • Keinginan buang air kecil yang datang secara tiba-tiba
    • Nyeri pada bagian bawah perut
    • Air seni keruh atau mengandung darah
    • Nyeri ketika berhubungan seksual

    Bila ISK bagian bawah tidak segera diobati, ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih atau ginjal, yang dikenal sebagai ISK bagian atas. Gejala ISK bagian atas meliputi:

    • Nyeri pada daerah punggung atau samping tubuh
    • Demam atau menggigil
    • Rasa tidak nyaman

    ISK jangan dianggap remeh dan perlu segera mendapatkan perhatian medis. Bicaralah dengan uroginekolog Anda untuk mencari tahu lebih lanjut.

    Faktor Risiko

    Beberapa faktor tertentu meningkatkan risiko untuk mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Ini meliputi:

    • Memiliki banyak pasangan seksual
    • Hubungan seksual yang sering atau intens
    • Diabetes
    • Penggunaan pil KB
    • Sumbatan pada saluran kemih
    • Inkontinensia
    • Memiliki riwayat ISK

    Bicaralah dengan uroginekolog Anda untuk mencari tahu apakah Anda berisiko terkena infeksi saluran kemih, dan metode pencegahan apa yang harus dilakukan.

    Diagnosis & Pengobatan

    Uroginekolog Anda akan melakukan pemeriksaan riwayat medis dan fisik untuk melihat apakah ada perubahan pada perut atau ginjal Anda. Uji-uji tertentu seperti pemeriksaan air seni dapat dilakukan.

    Pengobatan tergantung kepada tingkat keparahan infeksi dan dapat meliputi obat-obatan atau perubahan gaya hidup. Bicaralah dengan uroginekolog Anda untuk memahami lebih jauh.

  • Inkontinensia Urin & Disfungsi Buang Air pada Wanita

    Inkontinensia Urin & Disfungsi Buang Air pada Wanita

    Kandung kemih dan uretra terletak pada saluran kemih bagian bawah, dan berfungsi untuk menyimpan serta mengeluarkan urin pada waktu yang tepat. Inkontinensia urin adalah ketika terjadi koordinasi yang buruk antara otot kandung kemih dan uretra, biasanya menyebabkan merembesnya urin ketika melakukan kegiatan seperti tertawa, batuk, atau berolah raga. Ini dapat disebabkan oleh gangguan saraf, kandung kemih yang terlalu aktif, atau ketidakseimbangan antara kontraksi kandung kemih dan resistensi uretra.

    Disfungsi buang air dapat menyebabkan hilang sepenuhnya kendali terhadap kandung kemih, tergantung pada sejauh mana pengendalian kandung kemih terpengaruh. Dalam bagian ini, kami membahas mengenai tanda-tanda dan gejala-gejala yang umum, serta pilihan pengobatan yang tersedia.

    Tanda-tanda & Gejala-gejala

    Gejala-gejala inkontinensia urin yang umum meliputi, namun tidak terbatas pada:

    • Sering buang air kecil
    • Aliran yang lemah ketika buang air kecil
    • Nokturia
    • Kesulitan untuk memulai buang air kecil
    • Merasa tidak mengosongkan kandung kemih secara tuntas

    Tergantung sejauh mana pengendalian kandung kemih terinfeksi, inkontinensia urin dapat menyebabkan hilang sepenuhnya kendali terhadap kandung kemih. Bila Anda mengalami salah satu gejala di atas, bicaralah dengan uroginekolog Anda. Diagnosis yang cepat dapat membantu mencegah potensi terjadinya komplikasi kesehatan.

    Diagnosis & Pengobatan

    Uroginekolog Anda akan melihat riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Terkadang, dapat pula dilakukan uji-uji berikut ini:

    • Pemeriksaan darah
    • Urinalisis
    • Sitoskopi
    • Pemindaian kandung kemih
    • Pencitraan radiologi, seperti ultrasonografi, pemindaian CT, atau MRI

    Tergantung pada pemeriksaan dan kondisi medis Anda, uroginekolog Anda dapat merekomendasikan pengobatan dalam bentuk rehabilitas, obat-obatan, atau intervensi bedah. Berkonsultasilah dengan uroginekolog Anda untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

    Referensi: 

    Robinson D, Staskin D, Laterza RM, Koebl H. Defining female voiding dysfunction: ICI-RS 2011. Neurourology and urodynamics. Mar 2012;31(3):313-316.

  • Jatuhnya Organ Panggul

    Jatuhnya Organ Panggul

    Organ panggul terdiri dari rahim, kandung kemih, dan dubur, yang dipertahankan pada tempatnya oleh jaringan panggul dan otot-otot dasar panggul. Akibat melahirkan, otot-otot yang melemah, mengangkat beban berat, batuk kronis, atau operasi, terkadang organ panggul seperti kandung kemih jatuh dari tempat normalnya dan mendorong dinding vagina. Ini dikenal sebagai jatuhnya organ panggul, dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta nyeri. Lebih dari satu organ dapat jatuh pada saat yang sama, yang meliputi kandung kemih, uretra, rahim, vagina, usus halus, atau dubur. Pada bagian ini, kami menyoroti tanda-tanda dan gejala-gejala utama, serta apa yang dapat Anda lakukan untuk mengelola kondisi tersebut.

    Tanda-tanda & Gejala-gejala

    Permulaan dini dari jatuhnya organ panggul dapat tidak menunjukkan gejala apapun. Ketika jatuhnya lebih jauh lagi ke bawah, gejala yang umum meliputi:

    • Nyeri ketika berhubungan seksual
    • Aliran urin yang lemah atau terputus-putus
    • Infeksi saluran kemih (ISK) yang terjadi kembali
    • Terasa berat pada vagina
    • Benjolan yang menonjol di dalam vagina atau pada pintu masuk vagina
    • Merasa tidak tuntas mengosongkan kandung kemih
    • Sering buang air kecil
    • Nyeri punggung yang tumpul

    Bila Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, segeralah mencari pertolongan medis. Penting untuk berkonsultasi dengan uroginekolog Anda untuk memahami mengenai pengobatan dan penatalaksanaan kondisi tersebut.

    Diagnosis & Pengobatan

    Uroginekolog Anda akan mengambil riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Uji lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk pemeriksaan lengkap.

    Pengobatan tergantung pada jenis kejatuhan, usia wanita, rencana melahirkan, serta tingkat keparahan kondisi. Pada kasus-kasus tertentu, dapat dianjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup dan latihan dasar panggul . Bila pengobatan non-bedah tidak meredakan gejala dengan baik, mungkin dibutuhkan intervensi bedah. Dengan kemajuan teknologi medis, teknik bedah invasif minimal kini tersedia dan memberikan jaringan parut yang minimal serta waktu pemulihan yang lebih cepat. Bicaralah dengan uroginekolog Anda untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

  • Uroginekologists Kami