• Gleneagles Singapore

Kesehatan Seksual

  • Memahami Mengenai Kesehatan Seksual

    Memahami Mengenai Kesehatan Seksual

    Seksualitas dan kebutuhan kesehatan seorang wanita dapat berubah pada tahap kehidupan yang berbeda. Apakah Anda seorang remaja, wanita yang baru menikah atau pekerja profesional, diperkaya dengan pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan seksual dan reproduksi Anda dapat membantu memperbaiki kualitas hidup Anda dan mencegah terjadinya masalah kesehatan di masa yang akan datang.

    Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai siklus haid, bagaimana mengatasi nyeri haid, pertanyaan-pertanyaan yang umum mengenai kesehatan seksual, vaksinasi dan metode kontrasepsi.

  • Siklus haid

    Siklus haid

    Siklus haid diatur oleh peningkatan dan penurunan jumlah hormon, dan merupakan suatu proses alami dimana tubuh mempersiapkan diri untuk kehamilan. Sekitar sebulan sekali, tumbuh sebuah lapisan baru pada rahim (yang disebut sebagai endometrium) sebagai persiapan bagi telur yang dibuahi. Bila tidak ada telur yang dibuahi, lapisan rahim tersebut akan luruh dan menyebabkan terjadinya pendarahan haid bulanan. Siklus haid rata-rata berlangsung selama 28 hari, namun lamanya siklus dan banyaknya darah haid yang keluar dapat berbeda-beda antar individu.

    Haid biasanya mulai terjadi pada wanita yang berusia 11 tahun, dan umumnya berhenti pada usia antara 45 – 60 tahun. Darah haid biasanya keluar selama 3 – 7 hari. Akhir dari masa haid yang terakhir disebut sebagai menopause. Haid merupakan bagian penting dari kesehatan. Bicaralah dengan ginekolog Anda bila Anda mengalami pendarahan yang tidak teratur atau lebih banyak dari biasanya.

    Apa Yang Terjadi Dalam Suatu Siklus Haid?

    Siklus haid terdiri dari 3 fase: folikular (sebelum pelepasan telur), ovulasi (pelepasan telur), dan luteal (setelah pelepasan telur). Infografis di bawah ini mengilustrasikan interaksi hormon yang rumit dan perubahan yang terjadi dalam suatu siklus menstruasi.

    Apa Yang Terjadi Dalam Suatu Siklus Haid?

    Fase folikular (Hari ke-1 pendarahan) – Kelenjar di bawah otak melepaskan hormon yang mendorong perkembangan dari folikel menjadi telur dalam indung telur. Ini melepaskan estrogen yang menebalkan lapisan dalam rahim sebagai persiapan kemungkinan melekatnya telur yang dibuahi.

    Ovulasi (Hari ke-14) – Sebuah telur yang matang dilepaskan dari indung telur. Peningkatan estrogen menyebabkan lonjakan hormon yang memicu ovulasi dimana telur memasuki tuba fallopi dan bergerak menuju rahim. Telur akan hancur dalam waktu 24 jam bila tidak terjadi pembuahan.

    Fase luteal (Hari ke-14 – 28) – Folikel yang kosong runtuh setelah telur dilepaskan dan menjadi corpus luteum, yang memproduksi hormon progesteron. Ini akan semakin menebalkan dan memelihara lapisan dalam rahim. Bila terjadi pembuahan, telur yang dibuahi ditanamkan pada lapisan dalam rahim dan kadar progesteron tetap tinggi. Bila tidak terjadi pembuahan, telur dan corpus luteum akan hancur. Kadar estrogen dan progesteron menurun dan siklus haid dimulai kembali, dimana lapisan dalam rahim luruh bersama dengan telur yang tidak dibuahi.

    Siklus haid yang teratur merupakan hal yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraan seorang wanita. Kondisi tertentu seperti endometriosis dapat menyebabkan kram haid yang menyakitkan atau pendarahan berat yang abnormal. Berkonsultasilah dengan ginekolog Anda bila Anda mengalami perubahan dalam siklus haid Anda.

    Mengatasi Nyeri Haid

    Sebagian besar wanita mengalami nyeri ketika haid. Meskipun nyeri haid merupakan hal yang umum, dalam kasus tertentu, nyeri dapat tak tertahankan dan cukup parah sehingga mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Dismenorea adalah istilah medis untuk kram yang menyakitkan yang dialami sebelum atau selama haid. Gejalanya meliputi:

    • Nyeri pada punggung bagian bawah, pinggul, atau daerah paha bagian dalam
    • Tekanan pada perut
    • Nyeri pada perut
    • Kembung atau diare
    • Sakit kepala atau mual
    • Payudara terasa nyeri ketika disentuh

    Kram haid yang ringan dapat diredakan dengan metode berikut ini:

    • Meletakkan bantalan hangat pada perut
    • Mandi dengan air hangat
    • Beristirahat dengan cukup
    • Berolah raga secara teratur
    • Menghindari kafein, garam, dan alkohol
    • Menahan diri dari merokok

    Bicaralah dengan ginekolog Anda bila Anda mengalami kram haid. Kondisi medis tertentu seperti endometriosis dapat menyebabkan nyeri haid. Berkonsultasilah dengan ginekolog Anda untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

    Referensi:

    1. Proctor M, Farquhar C; Diagnosis and management of dysmenorrhoea. BMJ. 2006 May 13;332(7550):1134-8.
    2. MedicineNet.com
    3. Wong CL, Farquhar C, Roberts H, et al; Oral contraceptive pill as treatment for primary dysmenorrhoea. Cochrane Database Syst Rev. 2009 Apr 15;(2):CD002120.
  • Kesehatan Seksual

    Kesehatan Seksual

    Oleh World Health Organisation, kesehatan seksual didefinisikan sebagai ‘suatu keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial dalam kaitannya dengan seksualitas’. Menerima seksualitas wanita merupakan bagian penting dari kesehatan emosional dan fisik, serta penting untuk memahami masalah-masalah yang umum dihadapi oleh wanita terkait dengan kesehatan seksual.

    Hilangnya Libido

    Hilangnya libido merupakan disfungsi seksual terkait dengan menurunnya hasrat atau dorongan seksual. Secara medis, libido yang rendah disebut sebagai gangguan hasrat seksual hipoaktif/hypoactive sexual desire disorder (HSDD). Sebuah survei internasional yang dilakukan oleh Global Study of Sexual Attitudes and Behaviours melaporkan bahwa sebanyak 43% wanita mengalami libido yang rendah.

    Hilangnya libido dan terjadi akibat berbagai hal, baik medis, psikologis, maupun emosional. Mencari akar dari libido yang rendah dapat membantu memperoleh kembali kesehatan seksual. Penyebab yang umum pada wanita meliputi:

    • Stres yang tinggi
    • Kondisi medis seperti artritis, kanker, tekanan darah tinggi, penyakit jantung
    • Kelelahan
    • Gangguan kesehatan mental seperti depresi
    • Perubahan hormonal selama kehamilan atau menopause
    • Citra diri yang buruk atau rasa percaya diri yang rendah
    • Pengalaman seksual yang negatif sebelumnya
    • Kurang berhubungan dengan pasangan
    • Komunikasi yang buruk mengenai kebutuhan atau pilihan seksual

    Hilangnya libido dapat mempengaruhi kesejahteraan emosi seorang wanita dan juga hubungan suatu pasangan. Penting untuk bicara dengan ginekolog Anda untuk memahami kondisi Anda dan mendapatkan bantuan.

    Referensi:

    1. Brotto L, The DSM Diagnostic Criteria for Hypoactive Sexual Desire Disorder in Men, 2010

    Nyeri Ketika Berhubungan Intim

    Nyeri ketika berhubungan intim, disebut sebagai dispareunia, dapat menyebabkan emosi yang negatif dan mempengaruhi hubungan seksual pasangan. Dispareunia dapat dirasakan saat penetrasi atau sebagai nyeri yang dalam selama berhubungan intim.

    Nyeri saat penetrasi dapat diakibatkan oleh faktor-faktor berikut:

    • Peradangan atau infeksi pada daerah kelamin atau seluran kemih
    • Kurangnya pelumasan atau foreplay
    • Cedera atau trauma akibat operasi atau melahirkan sebelumnya

    Nyeri yang dalam juga dapat dirasakan selama berhubungan intim. Ini biasanya terjadi ketika dilakukan penetrasi yang dalam dan dapat muncul pada posisi tertentu. Dalam kasus tersebut, dispareunia mungkin diakibatkan oleh:

    • Kondisi medis tertentu seperti penyakit radang panggul, endometriosis, fibroid, atau kista
    • Jaringan parut akibat operasi sebelumnya

    Bila Anda mengalami nyeri selama berhubungan intim, bicaralah dengan ginekolog Anda untuk memahami kondisi Anda.

    Gatal Kelamin

    Mengalami gatal pada daerah kelamin wanita mungkin merupakan gejala dari kondisi medis tertentu seperti infeksi vagina, penyakit menular seksual dan alergi, atau iritasi kulit.

    Langkah-langkah berikut ini perlu dilakukan untuk menghindari gatal kelamin:

    • Bersihkan dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar
    • Hindari produk kimia yang dapat mengganggu keseimbangan asam pada vagina
    • Makan dengan gizi yang seimbang
    • Cuci daerah kelamin dengan baik ketika mandi

    Bila Anda menduga bahwa Anda mengalami gatal kelamin akibat kondisi medis tertentu, bicaralah dengan ginekolog Anda untuk mengetahui lebih lanjut.

    Referensi:

    1. World Health Organisation
  • Vaksinasi HPV dan Anda

    Vaksinasi HPV dan Anda

    Virus papilloma manusia/human papillomavirus (HPV) menginfeksi saluran reproduksi dan menyebabkan kanker serviks, yang merupakan kanker peringkat 10 & yang paling umum menyerang wanita di Singapura. Secara global, kanker serviks berada pada peringkat ke-4 sebagai kanker yang paling umum terjadi pada wanita, dengan perkiraan 266.000 kematian serta 528.000 kasus baru pada tahun 2012. Pada wanita, HPV juga dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan, kanker vulva, vagina, anus, serta kutil kelamin. Infeksi HPV dapat ditularkan melalui kontak seksual.

    Vaksinasi HPV menyebabkan sistem imun tubuh memproduksi antibodi yang kemudian melindungi terhadap infeksi HPV. Vaksin HPV diberikan dalam 3 suntikan, dan direkomendasikan bagi semua anak perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun. Namun, penelitian menunjukkan bahwa vaksin HPV juga bermanfaat bagi wanita berusia lebih dari 26 tahun. Di Amerika Serikat, usia yang direkomendasikan hingga 45 tahun dan di Eropa sama sekali tidak ada batasan usia. Bicaralah dengan ginekolog Anda untuk mengetahui apakah vaksin HPV dapat bermanfaat bagi Anda atau anak Anda.

    Referensi:

    1. National Cancer Centre Singapore Cancer Statistics
    2. World Health Organisation (WHO) Human Papillomavirus Vaccines Position Paper
  • Kontrasepsi & Metode Pengendalian Kelahiran

    Kontrasepsi & Metode Pengendalian Kelahiran

    Saat ini, tersedia berbagai bentuk kontrasepsi untuk pengendalian kelahiran yang efektif. Metode kontrasepsi yang umum meliputi:

    • Keluarga berencana alami
    • Kondom wanita
    • Kondom pria
    • Cincin vagina
    • Patch kontrasepsi
    • Kontrasepsi oral
    • Suntikan
    • Alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim/intrauterine device

    Bicaralah dengan ginekolog Anda untuk memahami lebih jauh dan memilih metode yang paling sesuia dengan kebutuhan Anda.

  • Kesehatan Seksual Selama Kehamilan

    Kesehatan Seksual Selama Kehamilan

    Kehamilan tidak seharusnya menghambat hubungan seksual antara calon orang tua, selama kehamilan Anda berjalan dengan normal. Kantung ketuban, otot-otot rahim dan sumbat lendir tebal yang menutup serviks ibu hamil membantu menjaga janin yang berkembang terhadap segala bentuk benturan atau infeksi. Namun, kehamilan dapat menyebabkan fluktuasi hormon atau suasana hati dan perubahan fisik pada tubuh seorang wanita yang dapat mengurangi dorongan seksualnya.

    Bicaralah dengan dokter kandungan Anda untuk memahami lebih lanjut. Bila Anda mengalami pendarahan atau flek pada awal kehamilan, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk menunda aktivitas seksual. Wanita yang mengalami kondisi-kondisi berikut ini juga dapat diminta untuk menunda atau menghindari aktivitas seksual:

    • Riwayat infeksi vagina
    • Pendarahan berat
    • Serviks yang lemah
    • Plasenta yang terletak di bawah

    Referensi:

    1. Quilliam S. 2010. Sex during pregnancy: Yes,yes,yes! J Fam Plann Reprod Health Care. 36(2):97-98

    Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda bila Anda memiliki kekhawatiran.

    Isi tulisan ini hanya untuk informasi saja dan tidak boleh ditafsirkan sebagai saran medis.

    Buat Janji Temukan Spesialis