• Gleneagles Singapore

Bagaimana Infeksi Hepatitis C mempengaruhi ginjal pasien?

Dr Victor Lee berbicara mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh infeksi Hepatitis C pada pasien transplantasi ginjal.

Hepatitis Hati

Dengan peningkatan perhatian publik kepada masalah pasien transplantasi ginjal terinfeksi Hepatitis C, Dr Victor Lee Tswen Wen, dokter bedah umum dengan spesialisasi transplantasi ginjal serta perawatan hepatitis C, berbagi dengan kita mengenai implikasi infeksi tersebut pada ginjal pasien.

 

Hepatitis C adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan dan merusak hati. Ini disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV), yang secara umum dianggap paling serius dalam kelompok virus hepatitis. “Bank darah nasional dan unit transplantasi organ nasional di Singapura, secara rutin dan bersemangat menyaring kemungkinan infeksi HCV dalam donor," kata Dr Lee, yang pada saat ini berpraktik di Gleneagles Hospital, Singapura. “Dengan demikian, infeksi HCV dalam pengaturan transplantasi jarang ditemukan di Singapura, membatasi kecelakaan besar, atau pelanggaran serius dalam protokol."


Masalah infeksi Hepatitis C pada pasien transplantasi diperburuk oleh cara tes diagnosis umum untuk Hepatitis C, yang kurang efektif pada pasien transplantasi. “Penyaringan infeksi HCV pada umumnya dilaksanakan dengan menggunakan tes yang mendeteksi antibodi yang bereaksi terhadap virus Hepatitis C," kata Dr Lee. “Namun demikian, pada pasien yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, misalnya penerima transplantasi, produksi antibodi mungkin tertunda atau tidak ada.”


Hepatitis C cenderung berupa penyakit yang bergerak lambat, tetapi kondisinya dapat cepat memburuk pada pasien transplantasi ginjal. “Sebagian pasien mungkin mengalami progres fibrosis yang cepat pada hatinya,” kata Dr Lee. Fibrosis hati adalah jaringan parut dan kerusakan hati yang disebabkan oleh penyakit hati. Apabila fibrosis hati sudah pada tahap lanjut, ini dapat berkembang menjadi sirosis hati, yang dapat menyebabkan kegagalan hati dan kanker hati. “Ada data yang mengemukakan bahwa progres fibrosis akan lebih cepat jika infeksi HCV diperoleh sewaktu atau setelah transplantasi ginjal, dan sirosis hati yang terinduksi Hepatitis C dikaitkan dengan risiko tinggi perkembangan kanker hati.”


Hepatitis C tidak saja mempengaruhi hati, tapi dapat juga menyebabkan komplikasi untuk pasien transplantasi ginjal. "Ada data klinik kuat yang menghubungkan infeksi HCV kronis dengan peradangan ginjal akut pada ginjal yang ditransplantasi," kata Dr Lee, "dan ini dapat menyebabkan glomerulopati transplantasi, suatu penyakit ginjal transplantasi, dimana terdapat 40% hingga 70% kemungkinan kehilangan pencangkokan ginjal. Sebagai tambahan, Dr Lee juga menjelaskan bahwa pasien Hepatitis C memiliki peluang lebih tinggi terkena diabetes, yang sering kali merupakan akar penyebab yang kemudian memerlukan transplantasi ginjal.


Secara keseluruhan, penelitian pada penerima transplantasi ginjal yang terinfeksi HCV menemukan bahwa infeksi HCV kronis menjadi faktor risiko yang mengurangi kemungkinan keberhasilan transplantasi ginjal, dan menurunkan tingkat ketahanan hidup pasien.


Pasien transplantasi ginjal yang telah terinfeksi oleh virus Hepatitis C harus diobati dan dirawat dengan sangat hati-hati. Meskipun pengobatan Hepatitis C sudah menjadi lebih baik pada beberapa tahun belakangan ini, namun pengobatan standar Hepatitis C juga berbahaya bagi pasien transplantasi ginjal, karena ini mengandung senyawa kimia yang dapat meningkatkan risiko penolakan dan kegagalan ginjal baru. Namun demikian, terdapat pengobatan yang lebih baru untuk Hepatitis C yang tidak mengandung senyawa kimia sehingga mengurangi risiko bagi pasien transplantasi ginjal.

 


Dr Victor Lee

Kontribusi artikel dari Dr Victor Lee, dokter bedah umum dengan subspesialisasi bedah hepatopancreaticbiliary (hati, pankreas, saluran empedu) di Gleneagles Hospital.

 

Pasien yang mencemaskan infeksi Hepatitis C dapat mengetahui lebih lanjut mengenai layanan diagnosis dan pemeriksaan kesehatan yang tersedia di Gleneagles Hospital. Anda juga dapat meminta keterangan secara online mengenai kondisi Anda, atau berkonsultasi dengan salah satu dokter spesialis kami.


Untuk informasi selengkapnya, hubungi saluran cepat 24-jam Gleneagles Patient Assistant Centre di nomor +65 6575 7575 atau hubungi kami secara online untuk mendapatkan janji temu dengan spesialis.

Membuat Janji Temu  Lihat Profil