Mengapa Anda Tidak Boleh Mengabaikan Sindrom Lorong Karpal

Sumber: Shutterstock

Mengapa Anda Tidak Boleh Mengabaikan Sindrom Lorong Karpal

Terakhir diperbarui: Kamis, 20 Desember 2018 | 3 menit waktu membaca

Jika Anda mengalami seperti ditusuk-tusuk, mati rasa, atau nyeri pada ujung ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan bahkan sisi jari manis, sudah saatnya Anda menjalani pemeriksaan sindrom lorong karpal, semakin cepat semakin baik.

Sindrom lorong karpal (CTS) adalah kondisi di mana saraf median menjadi terjepit di area terowongan karpal pergelangan tangan Anda.

Saraf median membentang sepanjang lengan Anda, melewati terowongan karpal di pergelangan tangan dan berakhir di tangan. Saraf ini mengontrol gerakan dan perasaan di ibu jari dan semua jari kecuali jari kelingking Anda. Ketika saraf menjadi terjepit di dalam terowongan karpal, Anda akan merasakan ketidaknyamanan yang sangat besar yang dapat mengganggu tidur Anda. Memijat dan menggoyangkan tangan Anda dapat meredakan gejala sementara waktu, tetapi bukan solusi jangka panjang. Jika dibiarkan tidak diobati, gejala dapat kembali. Sindrom lorong karpal - Apa itu

Gejala-gejala sindrom lorong karpal

Gejala-gejala sindrom lorong karpal biasanya muncul secara bertahap dan dapat terjadi kapan saja. Gejala tersebut meliputi:

  • Kesemutan atau mati rasa. Sensasi kesemutan atau mati rasa mungkin dirasakan di jari-jari atau tangan Anda, biasanya ibu jari dan jari telunjuk, tengah, atau manis. Sensasi ini dapat merambat dari pergelangan tangan ke lengan Anda. Seiring waktu, rasa mati ini mungkin menjadi konstan.
  • Kelemahan. Mati rasa di tangan Anda dapat menyebabkan kelemahan, yang membuat Anda menjatuhkan benda.
  • Kesulitan dengan tugas-tugas kecil, seperti mengatasi benda-benda kecil, menggenggam kemudi, memegang buku untuk dibaca, menulis, dan menggunakan keyboard komputer.

Penyebab sindrom lorong karpal

Untuk sebagian besar kasus CTS, penyebab kondisi ini tidak diketahui. Namun, Anda lebih rentan terhadapnya seiring bertambahnya usia, jika Anda perempuan, dan jika Anda memiliki kondisi medis yang sudah ada seperti diabetes melitus, hipotiroidisme, reumatik dan penyakit asam urat. Melakukan gerakan berulang seperti mengetik, atau gerakan pergelangan tangan apa pun, terutama ketika tangan Anda lebih rendah dari pergelangan tangan, dapat meningkatkan risiko Anda terkena CTS.

Diabetes melitus

Sindrom lorong karpal lebih umum terjadi pada orang dengan diabetes. Hubungan antara keduanya cukup rumit, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara diabetes dan sindrom lorong karpal mungkin disebabkan oleh tingkat gula darah yang terlalu tinggi, yang mengakibatkan tendon terowongan karpal menjadi diglikosilasi (gula menempel pada protein tendon dan menghambat kemampuan mereka untuk bergerak bebas).

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Hipotiroidisme yang parah, berkepanjangan, dan tidak diobati dapat menyebabkan sindrom lorong karpal, di mana terjadi pembengkakan jaringan lunak yang menekan saraf di pergelangan tangan.

Reumatik

Reumatik adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kaku di sendi. Sindrom lorong karpal adalah komplikasi umum pada orang dengan reumatik. Ini disebabkan oleh kompresi saraf yang mengontrol sensasi dan gerakan di tangan.

Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat terjadi ketika tubuh menghasilkan asam urat yang terlalu banyak, sebuah produk limbah. Asam urat membentuk kristal di sendi, alih-alih dikeluarkan dalam urin. Peradangan dari penyakit ini menyebabkan pembengkakan di dalam terowongan karpal, yang menekan saraf, mengakibatkan sindrom lorong karpal.

Faktor risiko untuk sindrom lorong karpal

  • Tulang yang abnormal kecil yang membentuk lorong karpal. Ini memberikan tekanan pada saraf median.
  • Gerakan tangan dan pergelangan tangan yang sering dan berulang-ulang mungkin menciptakan tekanan berbahaya pada saraf median atau memperburuk kerusakan saraf yang sudah ada.
  • Kehamilan dapat menyebabkan retensi cairan yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lorong karpal, sehingga mengiritasi saraf median.
  • Wanita lebih mungkin mengalami sindrom lorong karpal dibandingkan pria. Selain itu, menopause dan pernah menjalani mastektomi juga meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini karena perubahan hormon yang terjadi. Obesitas. Indeks massa tubuh 3 atau lebih meningkatkan risiko sindrom lorong karpal meskipun alasan mengapa belum jelas.
  • Kondisi medis yang merusak saraf atau inflamasi, termasuk reumatik, diabetes, hipotiroidisme atau lupus.

Kapan harus mencari pertolongan medis?

Sindrom lorong karpal - Kapan harus mencari pertolongan medis CTS adalah kondisi parah yang memerlukan intervensi medis dini untuk hasil pengobatan terbaik. Bila didiagnosis dan diobati secara dini, gejala simdrom lorong karpal sering kali dapat diatasi tanpa pembedahan. Jika tidak diobati, otot-otot thenar, yaitu 3 otot pendek yang terletak di pangkal ibu jari yang mengontrol gerakan ibu jari, akan melemah dan hilang. Hal ini mengakibatkan kecacatan fungsional tangan yang tidak dapat dipulihkan. Tugas-tugas sederhana seperti mengancingkan kancing kemeja atau blus, menggunakan sumpit, dan mengambil benda-benda kecil dapat menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, penting untuk mendiagnosis dan mengobati CTS sedini mungkin.

Bagaimana cara mendiagnosis sindrom lorong karpal (CTS)?

Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri, mati rasa, dan kesemutan di ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sisi ibu jari dari jari manis Anda, konsultasikan dengan dokter Anda untuk diagnosis. Anda kemungkinan akan dirujuk ke seorang ahli bedah tangan untuk diagnosis yang lebih akurat. Dokter bedah Anda akan pertama kali meminta riwayat medis lengkap Anda sebelum melakukan pemeriksaan klinis pada tangan Anda.

Riwayat medis dari gejala-gejala

Dokter Anda akan meninjau pola gejala Anda untuk menyingkirkan kondisi lain selain sindrom lorong karpal.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik meliputi pengujian perasaan pada jari-jari Anda dan kekuatan otot-otot di tangan Anda. Menekuk pergelangan tangan, mengetuk saraf atau sekadar menekan saraf dapat memicu gejala pada banyak orang.

Rontgen

Rontgen pada pergelangan tangan yang terkena dapat membantu untuk menyingkirkan penyebab lain dari nyeri pergelangan tangan, seperti radang sendi atau patah tulang.

Studi konduksi saraf

Dua elektroda ditempelkan pada kulit Anda dan arus kecil dialirkan melalui saraf median untuk melihat apakah impuls listrik melambat di terowongan karpal.

Elektromiografi

Elektroda jarum tipis dimasukkan ke dalam otot tertentu untuk mengevaluasi aktivitas listrik saat otot berkontraksi dan beristirahat. Hal ini dapat mengidentifikasi kerusakan pada otot yang dikendalikan oleh saraf median.

Satu atau beberapa tes diagnostik dapat dilakukan untuk mengevaluasi fungsi saraf median dan untuk memahami lokasi dan tingkat keparahan kompresi saraf ini. Tes-tes ini meliputi:

Tanda Tinel

Ini adalah tes sederhana di mana dokter Anda akan mengetuk saraf median di pergelangan tangan Anda, untuk melihat apakah ada sensasi kesemutan pada jari-jari Anda.

Tes Phalen

Juga dikenal sebagai tes fleksi pergelangan tangan, Anda akan diminta untuk mengistirahatkan siku di atas meja sambil membiarkan pergelangan tangan Anda jatuh ke depan dengan bebas. Jika Anda menderita CTS, jari-jari Anda akan terasa mati rasa dan geli dalam waktu 60 detik. Jika gejalanya muncul dengan cepat, ini mengindikasikan bahwa CTS sudah parah.

Rontgen

Dokter Anda dapat merekomendasikan rontgen untuk menentukan apakah gerakan pergelangan tangan Anda yang terbatas atau rentang gerakan Anda mungkin disebabkan oleh cedera atau penyakit degeneratif seperti radang sendi.

Studi konduksi saraf dan/atau elektromiografi (EMG)

Dalam studi konduksi saraf, arus listrik kecil dan pendek diberikan untuk membantu mengukur seberapa baik saraf median mampu mengirimkan impuls listrik ke otot di sekitarnya. Jika diperlukan, dokter Anda juga akan merekomendasikan pemeriksaan elektroda jarum, di mana jarum halus dimasukkan untuk memeriksa aktivitas listrik di otot. Tidak ada yang disuntikkan atau ditarik keluar selama prosedur ini. Studi konduksi saraf bersama dengan pemeriksaan elektroda jarum dikenal sebagai elektromiografi.

Mengapa harus menemui spesialis bedah tangan?

Spesialis bedah tangan dilatih untuk mendiagnosis dan memiliki pengalaman luas dalam mengobati semua masalah terkait kondisi tangan seperti tangan, pergelangan tangan, dan lengan bawah secara eksklusif. Mereka juga dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan untuk menangani kasus CTS yang diabaikan serta kasus yang kembali muncul di mana operasi sebelumnya tidak berhasil.

Pilihan pengobatan untuk sindrom lorong karpal (CTS)

Perubahan gaya hidup

Jika Anda memiliki gejala CTS yang ringan, dokter bedah tangan Anda akan menyarankan Anda untuk melakukan perubahan sederhana pada gaya hidup Anda, untuk mencegahnya bertambah parah.

Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti melonggarkan genggaman Anda saat memegang alat atau peralatan atau mengurangi tenaga saat melakukan tugas sehari-hari, seperti mengetik atau mencuci. Hal ini juga dapat membantu untuk menghindari melakukan gerakan berulang dalam waktu yang lama, jadi cobalah berganti-ganti tangan atau bergantian di antara aktivitas yang berbeda.

Jika pekerjaan Anda memerlukan penggunaan tangan atau peralatan genggam yang bergetar atau membutuhkan tenaga dalam waktu lama atau intensif, beristirahatlah setiap jam dapat membantu. Selama istirahat ini, Anda dapat melakukan latihan sederhana seperti mengepalkan tangan lalu melepaskan ketegangan pada jari-jari Anda dengan merentangkannya sejauh yang Anda bisa.

Obat-obatan

Spesialis bedah tangan Anda mungkin akan meresepkan obat antiinflamasi oral seperti kortikosteroid untuk membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri. Kortikosteroid juga dapat diberikan dalam bentuk suntikan.

Bidai pergelangan tangan

Bidai pergelangan tangan atau penyangga dapat membantu membatasi gerakan pergelangan tangan Anda, sehingga Anda dapat beraktivitas seperti biasa. Alat ini juga dapat sangat membantu ketika dipakai pada malam hari, karena biasanya pergelangan tangan Anda tetap tertekuk saat tidur.

Fisioterapi

Beberapa orang mungkin merasa bermanfaat untuk berkonsultasi dengan seorang fisioterapis, yang dapat memberikan saran tentang latihan untuk meregangkan dan menguatkan otot di tangan dan pergelangan tangan Anda. Anda mungkin juga perlu mempelajari cara baru untuk melakukan tugas sehari-hari, terutama yang penting atau diperlukan untuk pekerjaan, untuk mengurangi tekanan pada tangan dan pergelangan tangan Anda.

Pembedahan

Jika gejala terus berlanjut, Anda mungkin memerlukan pembedahan. Dokter bedah tangan Anda akan menilai kondisi Anda dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia Anda dan berapa lama Anda menderita gejala.

Jika Anda sebelumnya memiliki bedah CTS yang tidak berhasil, ahli bedah tangan Anda mungkin akan melakukan neurolisis mikrosurgikal, suatu prosedur yang melepaskan jaringan parut yang ketat di sekitar saraf median. Jika diperlukan, jaringan lunak ditransfer ke saraf median yang terbuka setelah ini dilakukan untuk mencegah bekas luka dan kembalinya gejala. Transfer lempeng lemak hypothenar adalah salah satu contoh transfer jaringan lunak.

Predictive factors in the non-surgical treatment of carpal tunnel syndrome. Retrieved 5 Oct 2018 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2307866

Carpal Tunnel Syndrome. N.D. Retrieved 26 November 2018 from https://www.webmd.com/pain-management/carpal-tunnel/carpal-tunnel-syndrome#1

Carpal Tunnel Syndrome. Retrieved 19 December 2018 from https://www.healthline.com/health/carpal-tunnel-syndrome

Carpal Tunnel Syndrome. (2019, January 15) Retrieved December 16, 2020, from https://www.diabetes.co.uk/diabetes-complications/carpal-tunnel.html

Hypothyroidism: Can It Cause Peripheral Neuropathy? (2020, March 07) Retrieved December 16, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-neuropathy/expert-answers/hypothyroidism/faq-20058489

Rheumatoid Arthritis. (2019, August 28) Retrieved December 16, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/rheumatoid-arthritis/

Health Tip: Risk Factors For Carpal Tunnel Syndrome. (n.d) Retrieved December 16, 2020, from https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=109561

Carpal Tunnel Syndrome. (2020, January 01) Retrieved December 16, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603
Artikel Terkait
Lihat semua