• Gleneagles Singapore

Kanker Kandung Kemih

  • Apakah Itu Kanker Kandung Kemih?

    Kandung kemih adalah organ di dalam pinggul dan berbentuk seperti balon yang berotot. Fungsi kandung kemih adalah untuk mengumpulkan urine dari ginjal dan menyimpannya.

    Kanker Kandung Kemih

    Kanker kandung kemih terjadi ketika ada pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam kandung kemih. Sel-sel dalam jaringan tersebut membelah secara tidak terkendali dan menjadi tumor ganas atau kanker. Kanker kandung kemih adalah tipe kanker yang cukup umum ditemui. Indonesia mencatat angka lebih dari 7.800 kasus baru kanker kandung kemih pada tahun 2020.

    Pada dasarnya terdapat 3 jenis kanker kandung kemih berdasarkan lokasi ditemukannya kanker:

    • Adenokarsinoma (adenocarcinoma)
    • Kanker berkembang pada sel glandular di dalam kelenjar penghasil lendir di kandung kemih. Tipe kanker ini biasanya terjadi akibat radang kandung kemih yang berkepanjangan.
    • Karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma)
    • Karsinoma sel skuamosa terbentuk pada lapisan kandung kemih. Ini adalah salah satu jenis kanker kulit. Tipe kanker ini terjadi akibat iritasi dalam jangka waktu yang lama.
    • Karsinoma sel transisional atau urotelial (urothelial carcinoma)
    • Kanker bermula dari sel urotelial, yang merupakan sel yang melapisi bagian dalam kandung kemih. Kanker ini adalah tipe yang paling sering dijumpai.

    Apabila kanker kandung kemih hanya terbatas pada lapisan dinding kandung kemih, kondisi ini disebut kanker kandung kemih superfisial. Namun, jika kanker kandung kemih menyerang dinding otot dan menyebar ke organ tubuh lainnya (seperti paru-paru, hati, dan tulang), kondisi ini disebut kanker kandung kemih invasif.

  • Penyebab kanker kandung kemih belum diketahui dengan pasti. Namun demikian, terdapat berbagai faktor risiko yang dikaitkan dengan kanker kandung kemih:

    • Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh, asupan herbal tertentu dari Tiongkok, atau obat pereda sakit secara terus-menerus
    • Radang kandung kemih, infeksi kandung kemih kronis, batu kandung kemih, dan infeksi parasit tertentu (seperti Schistosoma haematobium yang banyak ditemukan di negara berkembang)
    • Merokok berperan dalam menimbulkan risiko lebih dari 50% kasus kanker kandung kemih
    • Usia, khususnya di atas 70 tahun
    • Gender (pria), ras (Kaukasia), dan riwayat kanker kandung kemih di keluarga
    • Paparan zat kimia tertentu secara berulang-ulang di tempat kerja, termasuk paparan bahan cat rambut dan bahan celup anilina yang digunakan di industri tekstil dan karet
    • Terapi kanker lainnya, termasuk radioterapi pada area pinggul atau kemoterapi dengan obat siklofosfamid
    • Penyakit lain seperti diabetes dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih
  • Gejala kanker kandung kemih dapat terdeteksi sejak dini jika dirasakan adanya masalah pada fungsi kandung kemih. Ciri-ciri kanker kandung kemih ini dapat berupa adanya darah dalam urine (hematuria) yang membuat warna urine menjadi kemerahan atau kecoklatan. Selain itu, gejala kanker kandung kemih umum lainnya dapat berupa:

    • Rasa nyeri, perih, atau terbakar saat berkemih
    • Urine sedikit dan tersendat
    • Peningkatan frekuensi berkemih
    • Sulit menahan buang air kecil (inkontinensia urine)

    Pada tingkat yang lebih lanjut di mana kanker kandung kemih berkembang ke bagian tubuh lain, gejala kanker kandung kemih lainnya dapat muncul, seperti:

    • Nyeri pada punggung, panggul, atau tulang
    • Hilangnya nafsu makan
    • Turunnya berat badan
    • Pembengkakan di tungkai

    Ketika pasien mulai mengalami ciri-ciri kandung kemih bermasalah di atas, khususnya ketika sudah cukup berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), maka pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Dokter dapat melakukan beberapa prosedur diagnostik, seperti:

    • Sitologi urine, pemeriksaan sampel urine.
    • Biopsi, pengambilan jaringan di dalam kandung kemih yang dicurigai sebagai kanker. Potongan jaringan ini akan diteliti di laboratorium.
    • Sistoskopi, merupakan selang kecil dengan lampu dan kamera di ujungnya. Alat ini akan dimasukkan ke dalam saluran kencing untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih.
    • Tes pencitraan, untuk melihat gambaran kandung kemih dengan mendetail tanpa perlu membuat sayatan di tubuh. Biasanya metode pencitraan yang dilakukan adalah CT-scan.
  • Terdapat berbagai pilihan terapi yang tersedia untuk penanganan kanker kandung kemih, tergantung tingkat keparahan kanker dan seberapa jauh kanker sudah menyerang dinding kandung kemih. Dokter spesialis akan mengevaluasi kondisi pasien dan menyarankan program terapi yang spesifik, dengan menggunakan satu metode atau kombinasi dari beberapa terapi.

    Jika kanker kandung kemih masih dalam stadium awal (superfisial), terapi yang dapat dilakukan di antaranya:

    • Reseksi transuretral tumor kandung kemih atau trans-urethral resection of bladder tumour (TURBT). Ini adalah bedah invasif minimal dengan menggunakan alat resektoskop yang dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra (saluran kemih) untuk memotong tumor atau membakar sel-sel kanker kandung kemih dengan arus listrik.
    • Kemoterapi intravesikal yang mungkin disarankan setelah prosedur TURBT. Dalam terapi ini, obat kanker kandung kemih dalam bentuk kemoterapi disuntikkan langsung ke dalam kandung kemih melalui kateter.
    • Tindak lanjut setelah terapi, karena kanker kandung kemih superfisial memiliki kecenderungan untuk kambuh.

    Jika kanker kandung kemih sudah mencapai stadium lanjut (invasif), maka pilihan terapi berikut ini mungkin direkomendasikan:

    • Terapi biologis dengan menggunakan bakteri BCG (Bacillus Calmette-Guerin) hidup yang sudah dilemahkan, untuk memicu respons kekebalan terhadap sel-sel kanker kandung kemih. Bakteri disuntikkan langsung ke dalam kandung kemih dengan menggunakan kateter.
    • Kemoterapi, dengan pemberian obat kanker kandung kemih secara intravena agar beredar dalam darah dan mencapai hampir setiap organ dalam tubuh. Obat ini dapat diberikan secara oral.
    • Sistektomi radikal, yaitu pembedahan yang mengangkat seluruh kandung kemih, kelenjar getah bening di sekelilingnya, dan organ sekitar yang sudah menjadi kanker. Dokter akan membuat kandung kemih pengganti yang baru dengan menggunakan sebagian usus kecil atau besar.
    • Radioterapi atau terapi radiasi yang menggunakan sinar energi tinggi, digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dan meredakan gejala yang disebabkan oleh penyakit.

    Melakukan deteksi dini serta menjalani prosedur diagnostik yang tepat adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Sedangkan pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 31 SpesialisLihat Semua

    Ada 31 SpesialisLihat Semua