• Gleneagles Singapore

Kanker Laring (Pita Suara)

  • Apakah Itu Kanker Laring?

    Kanker laring adalah kanker akibat pertumbuhan sel-sel abnormal dalam laring yang berkembang secara tidak terkendali, hingga akhirnya menghasilkan jaringan ekstra atau tumor yang dapat bersifat jinak (nonkanker) atau ganas (kanker). Kanker laring dapat terjadi pada pita suara atau bagian di atasnya. Kanker laring juga disebut kanker pita suara atau kanker laringeal.

    Kasus kejadian kanker laring di Indonesia diperkirakan berkisar di angka 0.9% (sekitar 3.600 kasus baru setiap tahunnya) dari total seluruh kasus kanker di Indonesia berdasarkan data tahun 2020. Namun, hal ini diikuti dengan kecenderungan yang semakin meningkat setiap tahunnya. Selain itu, statistik menunjukkan bahwa kanker pita suara di Indonesia didominasi oleh pria, yang sangat mungkin berhubungan dengan kebiasaan merokok dan/atau mengonsumsi alkohol.

    Secara umum terdapat tiga jenis kanker laring:

    • Kanker glotis yang memengaruhi pita suara
    • Kanker supraglotis yang memengaruhi jaringan di atas pita suara
    • Kanker subglotis yang memengaruhi jaringan di bawah tali suara

    gambar wanita penderita kanker laring memegang leher

  • Penyebab kanker laring adalah pertumbuhan sel-sel abnormal dalam laring karena DNA yang bermutasi. Pemicu terjadinya mutasi DNA tersebut belum diketahui secara pasti. Meskipun demikian, ada faktor-faktor risiko yang terkait erat dengan penyebab kanker laring:

    • Kebiasaan merokok, yang merupakan faktor risiko utama. Tidak hanya pada perokok aktif, tetapi perokok pasif yang sering terpapar asap rokok dapat berisiko tinggi terkena penyakit ini.
    • Mengonsumsi alkohol berlebihan.
    • Usia, di mana kanker laring sering ditemukan pada pasien berusia 40 tahun ke atas.
    • Riwayat kanker laring dalam keluarga, yang meningkatkan risiko kanker laring.
    • Kondisi genetik tertentu, seperti anemia Fanconi.
    • Terpapar zat kimia tertentu seperti asbes dan asam sulfur.
    • Refluks asam lambung, yang dapat menyebabkan rusaknya jaringan dan meningkatkan risiko kanker laring.
    • Infeksi human papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan kutil di bagian tubuh termasuk lapisan laring. Infeksi ini dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa timbul gejala. Kondisi inilah yang membuat risiko kanker laring meningkat. Infeksi HPV dapat ditularkan melalui perilaku seksual yang tidak sehat.
    • Kekurangan nutrisi.

    Dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko di atas, maka ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk meminimalkan risiko kanker pita suara, di antaranya:

    • Menghindari atau menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol
    • Berperilaku seksual yang sehat
    • Menggunakan alat pelindung diri saat bekerja dengan kondisi rentan terpapar zat kimia
    • Mencukupi zat gizi yang diperlukan tubuh
  • Gejala kanker laring kerap kali tidak tampak jelas pada stadium awal. Pada kebanyakan kasus, kanker laring terdeteksi setelah ada ciri kanker laring seperti berikut:

    • Perubahan pada suara (termasuk serak)
    • Benjolan pada leher
    • Hidung mengeluarkan darah
    • Batuk berdarah
    • Sakit tenggorokan yang tidak hilang, termasuk sulit menelan
    • Kesulitan bernapas
    • Sakit telinga
    • Napas berbunyi atau berbau
    • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas

    Banyak dari gejala kanker laring di atas dapat ditemui pada kondisi medis lainnya. Maka dari itu, pasien disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang diperlukan jika mendapati gejala kanker laring dan mencurigai keberadaan kanker laring.

    Prosedur diagnostik yang mungkin ditempuh antara lain:

    • Pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik
    • Laringoskopi, dengan menggunakan alat khusus untuk melihat kondisi dalam tenggorokan secara langsung
    • Biopsi, untuk mengambil sampel jaringan yang dicurigai sebagai kanker dan kemudian diperiksa di laboratorium
    • Pemindaian CT-scan atau MRI, untuk mendapatkan visualisasi ukuran tumor dan penyebaran kanker

    Hingga saat ini, tidak ada prosedur deteksi dini atau tes skrining yang cukup bisa diandalkan untuk menemukan keberadaan kanker laring. Jenis kanker ini sering kali sulit untuk didiagnosis tanpa menjalani tes yang kompleks. Maka dari itu, pemeriksaan dengan dokter spesialis sangat disarankan untuk memastikan diagnosis yang tepat.

  • Hasil tes dan pemeriksaan akan memberikan dasar diagnosis yang akurat (terutama tentang lokasi, ukuran, dan tingkat keparahan atau stadium) serta informasi tentang kondisi kesehatan pasien. Tim spesialis yang terdiri dari dokter spesialis onkologi, dokter spesialis bedah, ahli onkologi medis, ahli radiologi, dan ahli patologi akan mengevaluasi kondisi pasien serta menyarankan rencana terapi individual untuk mendapatkan hasil terbaik. Ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan saran pilihan penanganan kanker laring yang terbaik baginya serta perkiraan biaya operasi kanker pita suara jika diperlukan.

    Ada beragam pilihan prosedur penanganan kanker laring yang mungkin diambil. Tim spesialis mungkin menyarankan tidak hanya satu, tetapi kombinasi dari beberapa prosedur penanganan sekaligus. Ini ditempuh demi mendapatkan hasil yang efektif, seperti misalnya kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi yang dilakukan setelah prosedur pembedahan. Berikut adalah prosedur penanganan kanker laring yang biasa dilakukan:

    • Radioterapi, atau terapi radiasi dengan memanfaatkan radiasi sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Radioterapi juga dapat digunakan untuk memperkecil sel kanker sehingga lebih mudah untuk diangkat pada saat operasi (disebut juga terapi radiasi neoadjuvant). Terapi ini banyak digunakan untuk kanker laring stadium awal atau sebagai terapi pelengkap setelah operasi.
    • Pembedahan atau operasi, di mana terdapat tiga prosedur pembedahan yang mungkin dilakukan:
      • Reseksi endoskopi, pengangkatan tumor yang masih tergolong kecil. Dilakukan dengan alat khusus yang dilengkapi kamera ke dalam laring.
      • Laringektomi parsial, pengangkatan bagian laring yang bermasalah dengan sayatan pada leher.
      • Laringektomi total, pengangkatan laring seluruhnya, biasanya dilakukan dalam kasus kanker yang terlalu parah.
    • Kemoterapi, dengan memanfaatkan obat-obatan kimia yang biasanya dialirkan lewat pembuluh darah untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial (seperti menghindari biaya operasi kanker pita suara yang membengkak karena penanganan yang terlambat). Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

  • Spesialis Kami

    Ada 31 SpesialisLihat Semua

    Ada 31 SpesialisLihat Semua