• Gleneagles Singapore

Kanker Hati

  • Apakah Itu Kanker Hati?

    Kanker hati adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam hati (liver), di mana sel-sel dalam hati bermutasi secara abnormal dan membentuk tumor. Kanker hati lebih umum dijumpai di Asia daripada di negara Barat. Di Indonesia, kanker hati menduduki peringkat ke-4 sebagai kanker yang paling sering ditemui dengan lebih dari 21.000 kasus baru pada tahun 2020, baik pada laki-laki maupun perempuan. Organ hati sendiri memiliki banyak fungsi seperti menetralisir racun dalam tubuh (termasuk alkohol dan obat-obatan), menghasilkan protein dan nutrisi yang diperlukan tubuh, dan mengontrol pembekuan darah.

    Secara umum, kanker hati dapat dibedakan menjadi dua jenis:

    • Kanker hati utama atau primer

      Terjadi ketika tumor tumbuh dari sel organ hati. Organ hati sendiri terdiri atas banyak jenis sel yang berbeda-beda. Diagnosis dari kanker hati primer ini dinyatakan berdasarkan jenis sel kankernya, dua jenis kanker primer paling sering ditemui adalah:

      • Sel-sel utama dalam hati, yang disebut hepatosit. Kanker yang tumbuh dari sel ini disebut karsinoma hepatoseluler atau hepatoma. Dalam bahasa Inggris jenis ini disebut hepatocellular carcinoma (HCC). Hepatoma merupakan jenis kanker hati primer yang paling sering terjadi. Pada umumnya, kanker hati hepatoma terjadi akibat komplikasi dari penyakit hati lainnya seperti hepatitis B atau sirosis hati. Pada sebagian kasus, hepatoma sering ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan kesehatan rutin.

      • Sel-sel yang melapisi saluran empedu disebut kolangiosit (cholangiocytes). Tumor ganas dalam sel-sel ini disebut kolangiokarsinoma (cholangiocarcinoma) atau kanker saluran empedu. Kolangiokarsinoma adalah jenis kanker yang cukup umum menyerang orang berusia di atas 50 tahun. Di samping itu, mereka yang merokok dan menderita penyakit hati kronis pun rentan terkena kolangiokarsinoma.

    • Kanker hati metastasis atau sekunder

      Terjadi apabila kanker pada awalnya tumbuh di organ lain dalam tubuh, lalu akhirnya menyebar ke hati. Kondisi ini yang disebut “metastasis”. Penyebaran paling sering ditemui berasal dari kanker lambung, kanker usus, kanker paru-paru, dan kanker payudara.


    Selain itu, ada jenis-jenis kanker hati lainnya seperti:

    • Hepatoblastoma, yang lebih sering ditemui pada anak-anak di bawah empat tahun
    • Hemangioma hati, tumor jinak pembuluh darah yang tumbuh di permukaan hati yang cukup sering terjadi
    • Hiperplasia fokal nodular, tumor jinak yang juga sering terjadi selain hemangioma
    • Adenoma hepatoseluler atau adenoma hati, tumor hati jinak yang jarang terjadi
    • Angiosarkoma atau hemangiosarkoma, kanker hati langka yang dimulai dari pembuluh darah dan berkembang sangat cepat

    Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker hati memiliki beberapa tahap atau stadium untuk menggambarkan ukuran dan tingkat penyebaran kanker. Sistem tahapan yang paling umum dipakai biasanya adalah sistem stadium 1 – 4. Berikut adalah kondisi umum di setiap stadium kanker hati:

    • Kanker hati stadium 1

      Terdapat tumor berukuran kecil dalam hati dan belum menyebar ke pembuluh darah atau organ lain.

    • Kanker hati stadium 2

      Terdapat beberapa tumor kecil dalam hati berukuran kurang dari 5 cm atau ada satu tumor yang telah mencapai pembuluh darah.

    • Kanker hati stadium 3 memiliki 3 kategori:

      • Kanker hati stadium IIIA

        Terdapat beberapa tumor di dalam hati dan setidaknya ada satu tumor besar berukuran lebih dari 5 cm. Tidak ada tumor yang mencapai kelenjar getah bening atau organ lainnya yang jauh dari hati.

      • Kanker hati stadium IIIB

        Beberapa tumor ditemukan, dan setidaknya ada satu tumor yang telah mencapai pembuluh darah utama dalam hati. Namun, kanker hati belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya yang jauh dari hati.

      • Kanker hati stadium IIIC

        Tumor telah menyebar ke organ di sekitarnya (selain kantung empedu) atau tumor telah berkembang ke lapisan luar dari jaringan yang melindungi hati. Kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya yang terletak jauh dari hati.

    • Kanker hati stadium 4 memiliki 2 kategori:

      • Kanker hati stadium IVA

        Tumor ukuran apa pun telah menyebar ke kelenjar getah bening dekat hati. Kanker belum menyebar ke organ lainnya yang jauh dari hati.

      • Kanker hati stadium IVB

        Tumor telah menyebar ke organ lain yang terletak jauh dari hati, seperti paru-paru, tulang, atau otak. Penyebaran ke pembuluh darah terdekat atau kelenjar getah bening mungkin tampak jelas (meskipun bisa juga tidak).

    kanker hati

  • Pada dasarnya, penyebab kanker hati secara umum adalah bermutasinya sel-sel dalam organ hati. Namun, apa yang memicu mutasi tersebut belum diketahui dengan pasti. Kendati demikian, ada beberapa penyebab kanker hati primer yang bisa teridentifikasi, misalnya:

    • Infeksi hepatitis B kronis
    • Infeksi hepatitis C kronis
    • Konsumsi alkohol yang berlebihan

    Meskipun penyebab kanker hati belum dapat dijelaskan secara terperinci, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker hati. Di antaranya sebagai berikut:

    • Kondisi medis seperti diabetes, lupus, atau obesitas
    • Pernah menjalani operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi)
    • Kebiasaan merokok.
    • Paparan aflatoksin, suatu racun pada makanan yang dapat ditemui dalam kacang, gandum, kedelai, dan biji-bijian
    • Paparan radiasi dari sinar-X
    • Paparan zat kimia seperti arsenik, vinil klorida, dan trichloroethylene
    • Faktor keturunan atau genetik, seperti hemokromatosis dan penyakit Wilson
    • Sirosis atau terbentuknya jaringan parut di hati
    • Kondisi hati yang berlemak
    • Sistem imun yang lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS atau baru menjalani transplantasi organ tubuh

    Dengan mengetahui penyebab kanker hati dan faktor risiko di atas, maka beberapa langkah pencegahan bisa diambil untuk menurunkan risiko kanker hati. Upaya-upaya tersebut di antaranya:

    • Menghindari risiko terjangkit hepatitis mengingat ini adalah faktor risiko yang signifikan. Langkah ini dapat dilakukan misalnya dengan berperilaku seksual yang sehat, mendapatkan vaksin hepatitis B, menghindari tindikan dan jarum suntik – termasuk menjauhi narkotika.
    • Melakukan perawatan atas penyakit lain yang meningkatkan risiko kanker hati, seperti misalnya sirosis dan diabetes.
    • Menjaga berat badan.
    • Mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol dan rokok.
    • Menggunakan alat pelindung diri saat terpapar bahan kimia.
    • Melakukan prosedur deteksi dini kanker hati.
  • Gejala kanker hati biasanya baru terlihat jelas pada stadium lanjut. Bahkan, satu dari tiga pasien tidak menunjukkan ciri-ciri kanker hati sejak awal. Maka dari itu, perkembangan gejala kanker hati sangat mungkin berbeda pada setiap pasien.

    Beberapa gejala kanker hati yang umum terkesan tidak jauh berbeda dengan penyakit hati kronis lainnya seperti:

    • Nyeri pada perut atau organ hati (perut bagian kanan atas)
    • Kulit dan mata menguning atau disebut juga “penyakit kuning”
    • Pembengkakan organ hati, pembesaran limpa, atau penumpukan cairan dalam perut (asites)
    • Sakit punggung
    • Mudah memar atau berdarah
    • Gatal di seluruh tubuh
    • Mual, muntah, dan mudah lelah
    • Demam berkepanjangan
    • Gangguan kesadaran
    • Kehilangan nafsu makan
    • Merasa perut penuh meskipun hanya makan sedikit
    • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
    • Feses berwarna putih seperti kapur
    • Urine berwarna gelap

    Ketika seseorang mengalami ciri-ciri kanker hati di atas, maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat menganjurkan sejumlah prosedur diagnostik. Tes dilakukan untuk memeriksa jenis kanker hati dan mengetahui kondisi organ hati. Tes yang dilakukan bisa meliputi tes darah, pencitraan, biopsi (pengambilan sampel jaringan), atau laparaskopi (pemeriksaan bagian dalam perut).

  • Kondisi pasien dan stadium yang diderita akan sangat menentukan pilihan pengobatan kanker hati. Dokter akan melakukan diagnosis dan memberikan pilihan pengobatan kanker hati yang paling sesuai bagi pasien. Beberapa pendekatan perawatan dan pengobatan kanker hati di antaranya:

    • Kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker. Pemberian obat kanker hati dapat dilakukan dengan suntikan ke dalam pembuluh darah atau mungkin disuntikkan secara langsung ke area kanker hati dalam suatu proses yang disebut kemoembolisasi. Pada saat yang bersamaan, gel dapat disuntikkan untuk memblokir aliran darah ke kanker.
    • Pembedahan atau operasi pada bagian hati yang disebut reseksi hati. Tujuannya adalah untuk mengangkat bagian yang terjangkit kanker. Ini dapat dilakukan pada kanker hati stadium awal, ketika bagian hati lainnya masih sehat.
    • Transplantasi hati, yang meliputi pengangkatan seluruh hati dan menggantinya dengan hati sehat yang berasal dari donor. Kemoembolisasi dapat dilakukan sementara pasien menunggu ketersediaan donor hati untuk prosedur transplantasi.
    • Terapi radiasi atau radioterapi (biasanya dengan sinar-X atau energi tinggi lainnya) untuk membunuh sel kanker atau menghentikan penyebarannya. Tujuannya adalah untuk memperkecil ukuran tumor atau meredakan gejala. Pendekatan ini biasanya disarankan untuk tidak sering dilakukan, terutama jika dosis radiasi yang diberikan cukup tinggi.
    • Terapi target yang hanya memengaruhi sel tertentu, dengan tujuan menghentikan pertumbuhan kanker dan penyebarannya, atau untuk mengurangi aliran darah ke sel kanker.
    • Ablasi (erosi) tumor untuk secara langsung menghancurkan sel kanker hati secara langsung dengan pemanasan atau alkohol. Metode ini digunakan pada sel kanker berukuran kecil atau jika pasien tidak dapat menjalani prosedur pembedahan.

    Menjalani prosedur serta diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 32 SpesialisLihat Semua

    Ada 32 SpesialisLihat Semua