• Gleneagles Singapore

Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)

  • Apakah Itu Kanker Ovarium?

    Kanker indung telur atau kanker ovarium adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam indung telur. Indung telur atau ovarium adalah bagian dari sistem reproduksi, tempat di mana sel telur diproduksi. Ovarium berjumlah dua dan terletak di sisi kanan dan kiri rahim.

    Kanker ovarium terjadi karena adanya mutasi DNA pada sel-sel dalam ovarium, yang berujung pada pembentukan tumor ganas. Jenis kanker ovarium ditentukan oleh jenis sel di mana kanker mulai terbentuk. Terdapat tiga jenis utama kanker ovarium berdasarkan jenis tumornya:

    • Tumor epitelial, yang berkembang pada permukaan tipis indung telur (epithelium) dan merupakan jenis paling umum. Sekitar 90% dari kanker ovarium masuk ke dalam kategori ini.
    • Tumor sel germinal, yang berawal dari dalam jaringan ovarium yang berisi sel penghasil telur. Jenis kanker ini dapat ditemukan pada wanita berusia muda dan memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.
    • Tumor stromal, yang berasal dari sel-sel yang memproduksi hormon kewanitaan, yaitu estrogen dan progesteron. Jenis kanker ovarium ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

    Kanker ovarium umumnya dijumpai pada wanita lansia atau wanita yang telah memasuki masa menopause dan pascamenopause. Di Indonesia, jumlah kasus baru kanker ovarium nyaris mencapai angka 15.000 setiap tahunnya pada tahun 2020. Kanker ovarium merupakan kanker terbanyak ketiga yang diderita wanita Indonesia, di bawah kanker payudara dan kanker serviks.

    anatomi dan gambar kanker ovarium

  • Penyebab kanker ovarium terkait dengan mutasi genetik pada sel-sel ovarium, meskipun penyebab mutasi tersebut belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan penyebab kanker ovarium. Teori-teori ini mencakup kemungkinan terkait trauma minor terus-menerus selama siklus ovulasi, terdampaknya ovarium terhadap hormon gonadotropin, dan kontak karsinogen dengan ovarium melalui saluran reproduksi.

    Di samping itu, ada beberapa faktor yang diidentifikasi dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada wanita:

    • Mengalami kehamilan pertama pada usia lanjut atau tidak pernah hamil
    • Berusia di atas 40 tahun dengan 1 anak atau tidak memiliki anak
    • Memulai menstruasi pada usia muda
    • Mengalami menstruasi pada usia lanjut
    • Menderita endometriosis (kondisi di mana jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim)
    • Pernah menderita kanker payudara
    • Riwayat kanker dalam keluarga (khususnya jika memiliki gen BRCA), di mana jenis kankernya mencakup kanker payudara, ovarium, endometrium, dan usus besar
    • Menggunakan terapi penggantian hormon selama lebih dari lima tahun
    • Asupan makanan yang mengandung lemak hewani berlebih seperti daging merah
    • Obesitas pada masa remaja

    Mempertimbangkan faktor-faktor risiko di atas, wanita dapat melakukan beberapa langkah pencegahan untuk menurunkan risiko kanker ovarium, di antaranya:

    • Pengikatan saluran tuba
    • Mengonsumsi pil kontrasepsi atau pil KB kombinasi
    • Memiliki anak lebih dari 1
    • Tidak melakukan terapi penggantian hormon
    • Mengadopsi gaya hidup sehat, khususnya mengonsumsi sayuran, vitamin A, dan vitamin C dalam jumlah yang cukup
    • Menjaga berat badan ideal
    • Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok
    • Prosedur pengangkatan rahim (histerektomi) bagi wanita yang sudah memutuskan untuk tidak lagi memiliki keturunan
    • Melakukan pemeriksaan berkala atau deteksi dini kanker ovarium, khususnya bagi wanita yang memiliki risiko cukup tinggi dengan karakteristik yang disebutkan sebelumnya
  • Gejala kanker ovarium umumnya tidak tampak jelas pada stadium awal. Kebanyakan pasien baru merasakan gejala kanker ovarium pada stadium lanjut atau ketika kanker sudah menyebar ke organ lain. Selain itu, ciri-ciri kanker ovarium pada stadium lanjut pun tidak spesifik hanya ditemukan pada kanker ovarium dan dapat menyerupai kondisi medis lainnya.

    Gejala kanker ovarium di antaranya mencakup:

    • Pembengkakan, rasa sakit, atau tidak nyaman di bagian perut (tekanan, mual, atau kembung)
    • Gangguan buang air besar, seperti konstipasi atau sembelit
    • Kehilangan selera makan, merasa cepat kenyang, atau berat badan menyusut
    • Sakit punggung di bagian bawah
    • Rasa nyeri sewaktu melakukan hubungan seksual
    • Dispepsia, buang angin atau rasa mual yang terus-menerus
    • Desakan untuk buang air kecil atau sering harus buang air kecil
    • Perubahan siklus menstruasi jika masih mengalami menstruasi
    • Keluarnya darah dari vagina

    Mengingat ciri-ciri kanker ovarium cukup membingungkan untuk dipahami awam, maka pasien yang mengalami gejala kanker ovarium di atas sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ginekologi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Dokter akan menanyakan gejala kanker ovarium yang dialami pasien dan riwayat kesehatan keluarga sebagai langkah awal diagnosis. Selanjutnya, dokter akan melakukan prosedur lanjutan yang mencakup:

    • Pemeriksaan pada bagian pelvis (panggul), perut bawah, dan kelamin untuk mengecek keberadaan kanker secara visual dan fisik
    • Pemindaian, biasanya dengan metode ultrasonografi (USG) pada perut dan bisa dilengkapi dengan CT-scan atau MRI jika diperlukan untuk mendapatkan visualisasi atau gambar kanker ovarium yang akurat
    • Tes darah, untuk mendeteksi protein CA-125 yang menjadi indikator keberadaan kanker ovarium
    • Biopsi, atau pengambilan sampel jaringan ovarium untuk diperiksa di laboratorium guna mengonfirmasi keberadaan kanker
  • Penanganan kanker ovarium sangat tergantung stadium kanker, kondisi pasien, dan keputusan terkait memiliki keturunan. Penanganan kanker ovarium dapat melibatkan hanya satu metode tunggal atau kombinasi dari beberapa metode sekaligus untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    Secara umum, pendekatan penanganan kanker ovarium dapat dibedakan menjadi penanganan lokal dan penanganan sistemik. Penanganan lokal berarti penanganan dilakukan hanya pada bagian sekitar tumor yang terlokalisir, tanpa banyak pengaruh ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan penanganan sistemik memanfaatkan obat-obatan tertentu yang dapat mencapai hampir seluruh organ tubuh, yang biasanya dilakukan melalui aliran darah.

    Penanganan kanker ovarium dengan pendekatan lokal di antaranya:

    • Pembedahan atau operasi. Ada beberapa kemungkinan operasi ovarium, yang mencakup:
      • Pengangkatan indung telur (baik satu maupun keduanya) dan mungkin juga termasuk tuba fallopi
      • Pengangkatan rahim yang disebut (histerektomi) yang mungkin juga meliputi pengangkatan indung telur, tuba falopi, dan kelenjar getah bening terdekat
    • Radioterapi atau terapi radiasi untuk membunuh sel-sel kanker dengan sinar berenergi tinggi, biasanya dengan memanfaatkan sinar X (meskipun radiasi berenergi tinggi lainnya pun mungkin digunakan). Terapi ini umum dilakukan pada pasien kanker ovarium stadium awal dan juga pasca prosedur pembedahan. Radioterapi pada pasien stadium akhir diberikan untuk membunuh sel-sel kanker yang menyebar ke jaringan lain dan mengurangi gejala kanker ovarium.

    Sedangkan penanganan kanker ovarium dengan pendekatan sistemik, mencakup:

    • Kemoterapi, pemberian obat-obatan kimia untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat dikombinasikan dengan pembedahan dan radioterapi – baik sebelum maupun sesudahnya. Kemoterapi yang dilakukan sebelum prosedur lain memiliki tujuan untuk mengecilkan ukuran tumor. Sedangkan kemoterapi yang dilaksanakan sesudah prosedur lain bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa.
    • Terapi hormon, dengan menggunakan hormon atau obat-obatan penghalang hormon untuk melawan kanker. Biasanya digunakan untuk menghadapi tumor stromal.
    • Terapi target, yang memanfaatkan obat-obatan untuk mengidentifikasi dan menyerang sel-sel kanker dan meminimalisir dampaknya terhadap sel-sel sehat.
    • Terapi pendukung, seperti obat pereda nyeri dan mual untuk mengurangi gejala serta efek samping dari penanganan kanker ovarium.

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 31 SpesialisLihat Semua

    Ada 31 SpesialisLihat Semua