• Gleneagles Singapore

Kanker Pankreas

  • Apakah Itu Kanker Pankreas?

    Anatomi pankreas dan kanker pankreas

    Pankreas adalah kelenjar yang terletak di bagian rongga perut (abdomen), tepatnya di belakang lambung. Pankreas berfungsi memproduksi cairan pencernaan (sel pankreas eksokrin) dan insulin, serta hormon lain untuk mengatur gula darah (sel pankreas endokrin).

    Kanker pankreas terjadi ketika ada pertumbuhan jaringan tidak normal dalam pankreas yang membentuk tumor pankreas. Tumor pankreas dapat bersifat jinak (nonkanker) atau ganas (kanker). Tumor pankreas yang jinak biasanya tidak terlalu membahayakan. Sedangkan tumor pankreas yang bersifat kanker tergolong membahayakan karena dapat berkembang dan merusak jaringan di sekitarnya, bahkan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Jenis kanker pankreas biasanya dibedakan berdasarkan jenis kelenjar yang menjadi awal terbentuknya kanker:

    • Kelenjar eksokrin, yang memproduksi cairan atau enzim pencernaan. Diperkirakan sekitar 95% dari seluruh kasus kanker pankreas adalah jenis ini.
    • Kelenjar endokrin, yang memproduksi hormon insulin dan glukagon untuk mengatur gula darah.

    Di Indonesia, kasus baru kanker pankreas melebihi angka 5.700 setiap tahunnya pada tahun 2020. Angka ini sangat mungkin terus meningkat dengan semakin tingginya pengidap diabetes di Indonesia, yang merupakan salah satu faktor risiko dari kanker pankreas.

    Pasien yang mengidap kanker pankreas sangat disarankan untuk mengadopsi gaya hidup sehat demi menurunkan risiko. Ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan antioksidan untuk melawan kanker (seperti buah dan sayuran), menghindari makanan berkolesterol tinggi, mengurangi atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dan kebiasaan merokok, serta berolahraga untuk menjaga berat badan ideal.

  • Penyebab kanker pankreas belum diketahui dengan pasti. Meskipun demikian, risiko kanker pankreas dapat meningkat akibat:

    • Gaya hidup dan pola makan tidak sehat yang bisa mengakibatkan obesitas. Berat badan yang ideal dan asupan gizi yang tepat adalah salah satu faktor pendukung untuk menjaga pertumbuhan sel tetap normal.
    • Faktor keturunan atau memiliki kerabat dekat yang menderita kanker pankreas, karena diduga ada komponen penyebab kanker pankreas yang bersifat genetik.
    • Usia lanjut, di mana kanker pankreas banyak terjadi pada orang berumur di atas 50 tahun.
    • Menderita diabetes, yang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas dan juga sebaliknya (kanker pankreas meningkatkan risiko diabetes).
    • Merokok, karena rokok memiliki banyak zat oksidan yang menyebabkan jaringan dan organ dalam tubuh mengalami iritasi dan peradangan yang mempertinggi kemungkinan terjangkit kanker.
    • Menderita pankreatitis (peradangan pankreas), yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi kanker pankreas.
  • Ciri-ciri kanker pankreas sulit terlihat pada tahap awal. Sedangkan gejala kanker pankreas pada stadium lanjut akan tergantung jenis kelenjar pankreas yang terdampak. Gejala kanker pankreas jenis eksokrin di antaranya:

    • Nyeri di bagian perut, khususnya bagian tengah, atas, dan mungkin hingga ke punggung. Rasa nyeri disebabkan tumor pankreas yang tumbuh semakin besar dan menekan organ serta saraf di sekitarnya.
    • Warna kekuningan pada kulit atau di bagian putih pada mata (penyakit kuning). Juga dispepsia (sakit maag), kembung, dan feses yang berminyak. Gejala kanker pankreas ini disebabkan saluran empedu yang tertekan sehingga aliran bilirubin ke usus menjadi terganggu dan menumpuk. Pada kondisi bilirubin sudah terlalu tinggi, gejala gatal-gatal pada kulit mungkin muncul.
    • Urine berwarna lebih gelap, karena peningkatan bilirubin dalam aliran darah dapat masuk ke dalam urine.
    • Mual, lemas, dan berat badan menyusut. Ini diakibatkan lambung atau usus dua belas jari yang tertekan tumor pankreas, sehingga menghambat aliran makanan dan mengganggu produksi enzim pencernaan. Ini berujung pada penurunan nafsu makan dan efektivitas sistem pencernaan.

    Gejala kanker pankreas jenis endokrin mirip seperti ciri-ciri kanker pankreas jenis eksokrin. Namun, jenis kanker ini juga memengaruhi hormon dalam darah sehingga menimbulkan gejala yang bervariasi, seperti misalnya:

    • Gastrinoma, yang mengakibatkan lambung memproduksi terlalu banyak asam lambung. Akibatnya adalah muncul gejala seperti nyeri perut, mual, muntah, tukak lambung, perdarahan lambung, hingga tinja menghitam.
    • Glukagonoma, yang memproduksi hormon glukagon secara berlebihan sehingga meningkatkan gula darah. Gejala yang ditimbulkan mirip seperti gejala diabetes, misalnya: rasa haus atau lapar terus menerus, ingin buang air kecil, ruam pada kulit, dan lainnya.
    • Insulinoma, yang menghasilkan hormon insulin secara tidak normal sehingga kadar gula darah turun drastis dan menimbulkan gejala pusing, lemas, jantung berdebar cepat, bahkan pingsan.

    Mengingat gejala kanker pankreas tidak tampak terlalu jelas dan lokasinya agak tersembunyi dalam rongga tubuh, maka diagnosis kanker pankreas relatif lebih sulit dilakukan. Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala kanker pankreas yang tak kunjung hilang. Dokter mungkin menganjurkan beberapa prosedur untuk memastikan keakuratan diagnosis kanker pankreas, di antaranya:

    • Pemeriksaan darah, untuk mencari protein spesifik tumor yang dilepaskan oleh sel kanker pankreas.
    • Pencitraan pankreas, untuk mempelajari keabnormalan pada organ pankreas dengan menggunakan teknologi pemindaian USG, CT-scan, PET-scan, dan MRI. Jika diperlukan, prosedur endoscopic ultrasonography (EUS) dengan endoskop yang dilengkapi kamera kecil dan dimasukkan melalui mulut dapat dilakukan untuk memotret gambaran kondisi pankreas yang lebih jelas.
    • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) yang mirip dengan EUS, tetapi endoskop dalam proses ERCP digunakan untuk menyuntikkan pewarna khusus ke saluran pankreas dan empedu untuk mengidentifikasi keberadaan tumor yang menyumbat. Tes ini dilakukan pada pasien dengan penyakit kuning.
    • Laparoskopi, yang disebut juga pembedahan atau operasi lubang kunci. Laparoskopi merupakan prosedur bedah invasif minimal dengan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat bernama laparoskop yang dilengkapi kamera. Alat ini berfungsi untuk melihat organ-organ di dalam rongga perut dan panggul.
    • Biopsi, merupakan prosedur pengambilan sampel jaringan organ pankreas yang dicurigai sebagai tumor untuk diperiksa di laboratorium.
  • Penanganan kanker pankreas tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, stadium, dan lokasi kanker. Penanganan kanker pankreas stadium 4 yang telah menyebar ke organ lain akan jauh berbeda dengan kanker pankreas stadium awal, di mana tumor hanya terdapat di pankreas.

    Dalam situasi ideal, penanganan kanker pankreas bertujuan untuk mengangkat tumor dan menghilangkan sel-sel kanker. Namun, jika pilihan tersebut tidak bisa ditempuh, penanganan kanker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mencegah pembesaran dan penyebaran kanker, serta mengurangi gejala kanker pankreas.

    Beberapa pilihan penanganan kanker pankreas di antaranya:

    • Pembedahan atau operasi (pankreatektomi)

      Prosedur ini paling sering dilakukan karena bisa mengobati kanker pankreas sepenuhnya dengan mengangkat sebagian pankreas, atau bahkan keseluruhan pankreas dan sebagian organ lain. Adapun jenis operasi yang paling banyak dilakukan adalah operasi Whipple, yang bertujuan mengangkat kepala pankreas. Namun begitu, tidak semua pasien dapat menempuh opsi ini karena beberapa pertimbangan seperti tingkat keparahan kanker dan kondisi kesehatan.

    • Kemoterapi

      Dilakukan dengan pemberian obat-obatan kimia yang membunuh sel kanker dan dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi. Prosedur ini dapat dikombinasikan dengan terapi radiasi untuk hasil yang optimal.

    • Terapi radiasi atau radioterapi

      Dilakukan dengan memberikan paparan sinar-X atau radiasi berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel kanker dan memperkecil tumor. Terapi ini dapat mencegah kanker untuk kembali berkembang dan meredakan gejala – khususnya rasa nyeri serta penyakit kuning. Bagi pasien yang tidak bisa menempuh prosedur pembedahan, biasanya dokter akan menyarankan kombinasi radioterapi dan kemoterapi.

    • Terapi pendukung lainnya yang bertujuan mengurangi gejala kanker pankreas demi meningkatkan kualitas hidup pasien.

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.


    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 31 SpesialisLihat Semua

    Ada 31 SpesialisLihat Semua