• Gleneagles Singapore

Kanker Prostat

  • Apakah Itu Kanker Prostat?

    Tahap perkembangan stadium kanker prostat

    Kanker prostat adalah kondisi adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkendali pada prostat pria. Prostat sendiri adalah suatu kelenjar seukuran biji kenari yang berfungsi memproduksi semen untuk memberikan nutrisi dan menyalurkan sperma dalam sistem reproduksi pria. Gejala kanker prostat yang paling umum ditemui biasanya melibatkan peningkatan frekuensi buang air kecil dan rasa nyeri pada penis saat buang air ataupun ejakulasi.

    Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dijumpai. Kanker prostat paling sering ditemukan pada pria berumur 65 tahun ke atas. Kanker prostat merupakan kanker nomor 2 yang paling banyak diderita oleh pria secara global, hanya berada di bawah paru-paru. Sedangkan di Indonesia, kanker prostat menduduki peringkat 5 sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita oleh pria, dengan angka kejadian melebihi 13.000 kasus baru pada tahun 2020.

    Banyak kasus kanker prostat mengalami pertumbuhan yang perlahan dan tetap berada dalam kelenjar prostat, di mana kondisi ini tidak berakibat serius dan mungkin tidak memerlukan penanganan – atau hanya sekadar penanganan yang minimum. Namun, ada kasus di mana kanker prostat yang bertumbuh secara agresif dan menyebar dengan cepat.

    Mengingat karakteristik ini, maka sangat disarankan bagi pria untuk melakukan pemeriksaan atau deteksi dini kanker prostat. Kanker prostat yang terdeteksi dini, khususnya ketika masih berada di kelenjar prostat, memiliki peluang tinggi untuk keberhasilan penanganan.

  • Pada dasarnya, penyebab kanker prostat adalah mutasi DNA pada sel-sel dalam kelenjar prostat yang mengakibatkan pertumbuhan tak terkendali sehingga menghasilkan tumor. Namun demikian, belum ada kejelasan mengapa mutasi tersebut terjadi.

    Meskipun penyebab kanker prostat belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada faktor-faktor risiko yang teridentifikasi dapat meningkatkan risiko kanker prostat:

    • Berusia di atas 50 tahun
    • Obesitas atau kelebihan berat badan, di mana kanker prostat dapat menjadi lebih agresif pada orang yang kegemukan
    • Mengonsumsi banyak lemak, di mana pola makan tidak seimbang dapat menyebabkan kekurangan nutrisi tertentu seperti antioksidan, yang meningkatkan risiko kanker pada seseorang
    • Riwayat anggota keluarga yang terkena kanker prostat atau kanker payudara
    • Kebiasaan merokok, di mana zat karsinogenik pada rokok dapat menjadi pemicu terjadinya mutasi DNA yang menyebabkan kanker
    • Mulai melakukan hubungan seksual pada usia sangat muda, memiliki riwayat penyakit yang ditularkan secara seksual, memiliki banyak pasangan seksual
    • Memiliki tingkat testosteron (hormon pria) yang tinggi, termasuk akibat menjalani terapi testosteron
    • Terpapar bahan kimia
    • Ras dengan kulit gelap, di mana penelitian mengonfirmasi penemuan ini namun dengan alasan yang belum diketahui pasti

    Cara mencegah kanker prostat dapat dilakukan dengan mengantisipasi sebagian risiko yang disebutkan di atas. Pada dasarnya, cara mencegah kanker prostat ini terkait erat dengan gaya hidup sehat, misalnya:

    • Berolahraga secara teratur
    • Menghindari atau menghentikan kebiasaan merokok
    • Menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan gizi, khususnya buah-buahan dan sayur
    • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Gejala kanker prostat umumnya tidak terlalu terlihat pada saat kanker stadium awal. Kebanyakan pria yang mencapai usia 80 tahun akan terkena kanker prostat, tetapi banyak dari mereka tidak merasakan ciri-ciri kanker prostat. Kenyataannya, banyak pria yang meninggal akibat usia tua tidak pernah mengetahui bahwa mereka mengidap kanker prostat atau bahkan sekadar menyadari gejala kanker prostat. Ini disebabkan karena sebagian besar kasus kanker prostat tumbuh secara perlahan.

    Gejala kanker prostat mulai timbul ketika kelenjar prostat membesar atau mengalami pembengkakan dan mulai memengaruhi saluran kemih atau uretra. Dalam kondisi ini, gejala kanker prostat yang muncul di antaranya:

    • Frekuensi buang air kecil meningkat
    • Sulit buang air kecil
    • Sering merasa ingin buang air kecil (kandung kemih terasa selalu penuh)
    • Tidak dapat menahan buang air kecil
    • Hanya sedikit mengeluarkan air seni
    • Tekanan aliran air seni berkurang
    • Sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil dan ejakulasi
    • Terdapat darah dalam air seni atau semen
    • Rasa nyeri pada panggul, punggung, atau pinggul
    • Berat badan menyusut tanpa alasan jelas

    Prosedur deteksi dini dan tes skrining merupakan salah satu cara mengantisipasi kanker prostat, tanpa harus menunggu munculnya gejala kanker prostat. Faktor risiko yang telah dijelaskan sebelumnya memainkan peranan penting dalam menentukan kapan seseorang dianjurkan untuk melakukan prosedur deteksi dini:

    • Berusia 50 tahun ke atas, untuk mereka yang memiliki risiko sedang
    • Berusia 45 tahun, untuk mereka dengan risiko tinggi
    • Berusia 40 tahun, untuk mereka yang berisiko tinggi (obesitas, ras berkulit gelap, dan faktor risiko lainnya yang telah dijelaskan) terutama dengan riwayat keluarga menderita kanker prostat pada usia relatif muda

    Prosedur diagnostik dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti:

    • Pemeriksaan rektum digital ( digital rectal exam atau DRE), yang dilakukan dengan memeriksa tekstur bagian dubur, yang terletak tepat di sebelah prostat
    • Pemeriksaan darah, dengan menggunakan tes PSA ( prostate-specific antigen atau antigen khusus prostat) untuk memeriksa kenormalan kadar protein PSA dalam darah
    • Pemindaian seperti ultrasonografi (USG) dan MRI, yang merupakan tes lanjutan dari PSA untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik dari prostat
    • Biopsi, dengan mengambil sampel jaringan prostat untuk diperiksa di laboratorium

    Satu hal yang perlu dicatat adalah adanya kontroversi prosedur deteksi dini kanker prostat, terutama terkait keakuratan diagnosisnya. Pakar dan organisasi kesehatan masih belum mencapai konsensus tentang apakah manfaat deteksi dini melebihi risiko yang dikandungnya. Bagi mereka yang kontra, argumennya adalah bahwa ketidakakuratan diagnosis dapat menyebabkan pasien menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tidak perlu dan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan pasien. Maka dari itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah pertama yang harus dilakukan untuk menentukan perlu atau tidaknya melakukan prosedur deteksi dini kanker prostat.

  • Kanker prostat berkembang secara perlahan dan penanganannya memiliki risiko. Dokter kerap kali hanya memantau tumor dan tidak langsung melakukan pengobatan kanker prostat, khususnya pada tahap awal, karena pertimbangan faktor risiko atau efek samping yang bisa jadi lebih besar daripada manfaatnya.

    Ketika dianjurkan untuk melakukan pengobatan kanker prostat, pilihan prosedur akan tergantung gejala, usia, kondisi kesehatan umum pasien, beserta jenis dan stadium kanker. Beberapa pilihan terapi untuk penanganan pengobatan kanker prostat yang dapat dilakukan di antaranya:

    • Pembedahan atau operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh prostat. Efek samping seperti inkontinensia urine dan impoten mungkin terjadi.
    • Terapi radiasi atau radioterapi dengan menggunakan sinar-X berenergi tinggi atau energi radiasi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan meringankan gejala kanker prostat. Selain pendekatan penyinaran radiasi (terapi radiasi eksternal), juga terdapat pendekatan brakiterapi yang dilakukan dengan menaruh implan radiasi dosis tinggi di daerah yang terjangkit kanker.
    • Terapi hormon, biasanya untuk mengelola atau menghentikan produksi hormon testosteron. Ini dikarenakan hormon testosteron adalah faktor pendorong yang membantu sel-sel kanker dalam prostat berkembang.
    • Kemoterapi, pengobatan kanker prostat dengan menggunakan zat kimia untuk membunuh sel kanker. Biasa digunakan jika kanker sudah menyebar ke organ lain.
    • Pembekuan atau penghangatan jaringan prostat. Krioterapi adalah pendekatan dengan membekukan jaringan prostat untuk mematikan sel kanker. Sedangkan penanganan high-intensity focused ultrasound (HIFU) menggunakan energi ultrasonik terfokus untuk menghangatkan jaringan dan mematikan sel kanker.
    • Terapi imun, dengan tujuan membantu sistem imun pasien untuk memerangi sel kanker. Sistem pertahanan tubuh umumnya kesulitan untuk menyerang sel kanker karena sel kanker menghasilkan protein yang menyembunyikan keberadaan mereka. Terapi ini membantu sistem imun tubuh untuk mengenali sel kanker.
    • Terapi target, yang berfokus pada karakter abnormal tertentu dalam sel kanker. Dengan menyerang ketidaknormalan karakter itu, diharapkan sel kanker akan mati. Pendekatan ini memerlukan pengujian sel kanker di laboratorium untuk mengetahui apakah obat-obatan yang dipakai akan bereaksi terhadap sel kanker yang diderita pasien.

    Mempertimbangkan pendapat pro dan kontra dari prosedur diagnostik kanker prostat, maka pasien disarankan untuk berdiskusi dengan dokter terkait pemeriksaan dan penanganan kanker prostat yang terbaik dan teraman untuk pasien. Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 32 SpesialisLihat Semua

    Ada 32 SpesialisLihat Semua