• Gleneagles Singapore

Kelainan Hiperaktif Karena Kurang Perhatian

  • Apakah yang dimaksudkan dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) itu?

    Attention deficit hyperactivity disorder [(ADHD) - Kelainan hiperaktivitas karena kurang perhatian] adalah kelainan perilaku yang mempengaruhi perilaku atau perkembangan pada anak kecil. Anak-anak yang menderita ADHD menunjukkan tanda-tanda ketidakpedulian, terlalu aktif atau impulsif. Banyak anak yang menderita ADHD tidak dapat menjelaskan, mengapa kadang-kadang mereka tidak bisa mengendalikan diri atau merasa sangat kesepian.

    Rentang perhatian normal anak-anak biasanya berlangsung  dalam tiga tahap. Dari memfokuskan hanya pada satu benda untuk waktu yang sangat lama, hingga mengembangkan rentang perhatian yang luas namun dalam waktu yang sangat singkat, dan terakhir, mereka mencapai tahap perhatian selektif, di mana mereka akhirnya bersedia mengalihkan fokus mereka. Tahap terakhir ini sangat penting bagi anak untuk bisa berhasil dalam sekolah. ADHD lebih umum dijumpai pada anak laki-laki daripada perempuan, dan anak-anak yang mengidap ADHD mulai menampakkan gejalanya sebelum mereka mencapai usia tujuh tahun.

  • Penyebab ADHD termasuk:

    • Infeksi otak, trauma kepala dan keracunan timbal.
    • Penggunaan obat, tekanan darah tinggi dan infeksi selama kehamilan.
    • Penyakit turunan
    • Neurologis (otak) yang tidak seimbang mempengaruhi area yang mengendalikan pemfokusan, perencanaan dan pengorganisasian.
  • Terdapat tiga gejala utama yang dikaitkan dengan ADHD:

    • Terlalu aktif.
    • Menunjukkan perilaku impulsif, mudah marah dan cenderung mengalami kecelakaan.
    • Tidak mampu mencurahkan perhatian atau konsentrasi pada tugas yang harus dikerjakan.

    Oleh karena itu, gejala-gejala ini menyebabkan anak menghadapi tantangan berikut:

    • Akademis
      • Tidak fokus belajar dan tidak pandai di sekolah
    • Kognitif
      • Tidak mampu memahami konsekuensi dari perilaku yang keliru
      • Bersikap kekanak-kanakan
    • Emosional
      • Depresi dan tidak dapat mengendalikan emosi
      • Suasana hati yang tidak dapat diduga
    • Sosial
      • Agresif dan tidak dapat mengendalikan diri
      • Tidak mampu mengikuti instruksi
      • Tidak mampu menjalin pertemanan
      • Berbohong, mencuri dan suka mengambil risiko tinggi
      • Kurangnya kemampuan bersosialisasi dan menyelesaikan masalah
  • Terapi ADHD dapat mencakup salah satu atau kombinasi berikut ini:

    • Perubahan pola makan dan gizi untuk memperbaiki kesehatan secara umum, yang mungkin dapat membantu mengurangi gejala ADHD.
    • Mendidik anak dan keluarganya mengenai perubahan perilaku.
    • Memberi obat untuk mengendalikan ketidak-seimbangan zat kimia dalam otak dan menargetkan area otak yang berfungsi untuk memfokuskan dan mengendalikan diri.
    • Konseling psikologis untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri.

    Yang penting untuk diperhatikan yaitu, pendidikan danterapi psikologis harus dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan keberhasilan terapi

  • Spesialis Kami

    Ada 18 SpesialisLihat Semua

    Ada 18 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan