• Gleneagles Singapore

Kanker Tiroid

  • Apakah Itu Kanker Tiroid?

    Perbandingan anatomi tiroid dan kanker tiroid

    Tiroid adalah kelenjar yang terletak di bagian depan leher, di bawah laring. Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mengatur berbagai proses metabolisme vital, termasuk pertumbuhan dan pengeluaran energi.

    Kanker tiroid adalah kondisi pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam kelenjar tiroid, yang menyebabkan terjadinya tumor tiroid atau nodul tiroid. Sebagian orang awam mungkin kebingungan dengan apa itu tumor tiroid dan perbedaannya dengan nodul tiroid. Nodul tiroid dan tumor tiroid pada dasarnya mengacu ke kondisi yang sama, yang merupakan hasil pembelahan tak terkendali dari sel-sel dalam kelenjar tiroid hingga menghasilkan jaringan ekstra. Perbedaan istilah nodul atau tumor tiroid agaknya lebih relevan digunakan dalam konteks medis, di mana nodul berukuran lebih kecil dibandingkan tumor.

    Selain itu, masyarakat awam juga masih cukup sering salah kaprah dalam memahami apa itu tumor tiroid dan penyakit gondok. Sebagian orang masih beranggapan bahwa kanker tiroid dan penyakit gondok merupakan kondisi yang sama. Faktanya, keduanya adalah kondisi medis yang berbeda. Gondok merupakan pembesaran kelenjar tiroid yang biasanya diakibatkan dari kurangnya asupan yodium sehingga menimbulkan benjolan pada leher. Sedangkan kanker tiroid merupakan munculnya nodul atau tumor yang bersifat ganas karena adanya DNA sel-sel yang bermutasi.

    Tidak setiap nodul atau tumor tiroid adalah kanker. Nodul atau tumor tiroid bisa bersifat jinak (nonkanker) atau ganas (kanker). Nodul tiroid harus dievaluasi dan didiagnosis secara teliti untuk menentukan sifatnya. Meskipun demikian, sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak.

    Berikut adalah jenis-jenis dari tumor tiroid yang bersifat kanker:

    • Papiler

      Ini merupakan jenis kanker tiroid yang paling sering ditemukan, terutama pada wanita yang berusia di bawah 40 tahun atau secara umum pada umur 30 – 50 tahun. Kondisi ini diakibatkan dari pertumbuhan abnormal sel folikel tiroid. Sel kanker tipe papiler mirip dengan sel tiroid normal, sehingga sulit untuk mendeteksinya.

    • Folikular

      Jenis kanker tiroid ini juga berasal dari folikel tiroid. Tumor atau nodul tiroid jenis ini sering kali agak sulit dibedakan dengan nodul tiroid nonkanker. Jenis kanker ini berkontribusi sekitar 10 – 15% dari total kasus kanker tiroid dan biasanya menjangkiti mereka yang berumur lebih dari 50 tahun atau kekurangan asupan yodium.

    • Medular

      Tipe kanker tiroid ini jarang ditemui, hanya sekitar 3% dari total kasus. Kanker tiroid medular berawal dari sel tiroid yang bernama sel C, yang memproduksi hormon kalsitonin dan terletak di antara sel folikuler. Kanker tiroid ini berkembang lebih cepat dibandingkan tipe papiler atau folikular.

    • Anaplastik

      Kanker tiroid anaplastik berawal dari sel-sel folikuler. Jenis kanker tiroid ini paling jarang dijumpai, tetapi tumor tiroid ini bersifat paling ganas. Kanker ini biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 60 tahun.

    Kanker tiroid merupakan salah satu penyakit yang masih sering dijumpai di Indonesia. Kanker tiroid berada di urutan ke-12 untuk angka kasus baru tertinggi pada tahun 2020 di Indonesia. Bahkan, kasus ini juga termasuk lima besar jenis kanker yang banyak diderita oleh wanita di Indonesia, dengan mencapai 4,2% (lebih dari 9.000 kasus) dari keseluruhan kasus baru kanker.

    Dengan tingginya angka kanker tiroid di Indonesia, maka sangat disarankan untuk melakukan deteksi dini. Ini terutama dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarganya, khususnya wanita. Terlebih lagi, pada stadium awal, gejala kanker tiroid umumnya belum terlihat secara signifikan. Dengan melaksanakan prosedur deteksi dini, pasien yang terdiagnosis menderita kanker tiroid akan memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang ditangani pada stadium lanjut.

  • Penyebab kanker tiroid adalah DNA dalam sel-sel kelenjar tiroid bermutasi sehingga melakukan pembelahan secara tak terkendali dan menghasilkan jaringan ekstra. Meskipun demikian, apa yang memicu mutasi tersebut belum diketahui secara pasti.

    Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan kanker tiroid:

    • Berjenis kelamin wanita, di mana wanita lebih cenderung terkena kanker tiroid daripada pria
    • Paparan terapi radiasi atau radioterapi, khususnya pada kepala dan leher, yang dapat menyebabkan nodul tiroid berkembang
    • Paparan terapi radiasi atau radioterapi, khususnya pada kepala dan leher, yang dapat menyebabkan nodul tiroid berkembang
    • Sebagian gangguan peradangan tiroid dapat menyebabkan pembentukan nodul tiroid, termasuk goitre (pembesaran kelenjar tiroid), hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif bekerja), dan tiroiditis Hashimoto (kondisi autoimun yang menyebabkan hipotiroidisme)
    • Mempunyai kondisi kesehatan tertentu seperti obesitas atau kelebihan berat badan dan akromegali (kelebihan hormon pertumbuhan)
    • Riwayat keluarga yang menderita kanker tiroid
    • Menderita kelainan genetik, seperti sindrom Cowden, neoplasia endokrin multipel, serta familial adenomatous polyposis (FAP)
  • Gejala kanker tiroid sangat tergantung jenis kanker yang dialami. Gejala kanker tiroid juga biasanya tidak tampak jelas pada tahap awal. Namun demikian, sebagian besar nodul tiroid, baik jinak maupun ganas, menunjukkan gejala umum seperti berikut:

    • Konstipasi atau diare
    • Sulit menelan atau bernapas (pada kasus yang parah)
    • Suara berubah menjadi serak atau parau
    • Benjolan pada kelenjar limfa di leher
    • Benjolan yang bergerak saat menelan
    • Bengkak pada leher
    • Batuk berkelanjutan
    • Nyeri pada leher dan kerongkongan
    • Penurunan berat badan

    Hal penting yang perlu diketahui adalah tidak semua benjolan pada leher disebabkan kanker tiroid. Pembengkakan juga dapat disebabkan oleh penyakit gondok. Dengan adanya kemiripan gejala kanker tiroid dengan kondisi medis lain, maka pasien sangat disarankan untuk berkonsultasi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dokter umumnya akan memeriksa pasien dan menyarankan prosedur diagnostik yang sesuai, di antaranya:

    • Pemeriksaan fisik pada leher dan penelusuran faktor risiko
    • Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon tiroid dalam darah (T3, T4, dan TSH) guna memastikan fungsi tiroid berjalan normal
    • Pemindaian dengan USG, MRI, CT-scan, atau PET-scan untuk mendeteksi benjolan serta penyebaran kanker tiroid
    • Tes genetik, untuk mengetahui adanya kelainan genetik yang mungkin dapat menyebabkan kanker tiroid
    • Biopsi, pengambilan sebagian sampel jaringan pada tiroid untuk diperiksa di laboratorium
  • Penanganan kanker tiroid bergantung pada jenis kanker tiroid, tahap perkembangan kanker, kondisi kesehatan pasien, dan preferensi pasien. Dokter mungkin saja tidak menganjurkan penanganan khusus untuk sebagian kasus kanker tiroid yang hanya berukuran kecil dan memiliki risiko kecil untuk menyebar. Dokter mungkin hanya menganjurkan untuk memonitor perkembangan kanker dengan pemeriksaan rutin sekali atau dua kali dalam setahun.

    Dalam kasus lainnya, kanker tiroid perlu segera ditangani. Pembedahan atau operasi tiroid merupakan terapi andalan untuk sebagian besar kasus kanker tiroid, khususnya nodul tiroid ganas yang besar dan tumbuh secara cepat. Berikut adalah alternatif penanganan kanker tiroid:

    • Pembedahan atau operasi tiroid konvensional secara terbuka, untuk mengangkat separuh atau seluruh kelenjar tiroid melalui sayatan di leher bagian tengah bawah. Operasi tiroid dapat mencakup:
    • Terapi radiasi atau radioterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker tiroid yang telah mencapai stadium lanjut. Selain itu, penanganan radioiodin (yodium radioaktif) mungkin diperlukan setelah prosedur operasi tiroid untuk menghancurkan dan mencegah timbulnya kembali sel kanker setelah operasi tiroid.
    • Tiroidektomi robotik, yaitu operasi tiroid dengan metode pembedahan robotik termutakhir, dapat digunakan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid tanpa insisi pada leher. Titik masuk untuk pembedahan ini adalah ketiak, bukan leher, sehingga tidak ada bekas luka di leher yang akan terlihat setelah pembedahan.
    • Kemoterapi, pemberian obat-obatan kimia untuk menghentikan penyebaran sel kanker.
    • Terapi pengganti hormon, yang dilakukan kepada orang yang mendapatkan pengangkatan tiroid seluruhnya, dengan tujuan agar hormon tiroid tetap dapat terpenuhi. Terapi ini umumnya perlu dilakukan seumur hidup.
    • Pengaturan kadar kalsium, mengingat pengangkatan kelenjar tiroid akan memengaruhi kelenjar paratiroid dalam menghasilkan kalsium. Maka dari itu, pemantauan kadar kalsium dan suplementasi perlu dilakukan.

    Menjalani prosedur deteksi dini serta mendapatkan diagnosis yang tepat adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 17 SpesialisLihat Semua

    Ada 17 SpesialisLihat Semua