• Gleneagles Singapore

Heart Arrhythmias (Jantung Tidak Normal)

  • Apakah Aritmia Jantung itu?

    Aritmia Jantung merujuk ke detak jantung yang tidak teratur. Sebagian Aritmia tidak memiliki konsekuensi yang signifikan, meskipun jenis lainnya dapat mengancam nyawa. Keparahan konsekuensi tergantung pada berapa lama aritmia berlangsung, sejauh mana ketidak teraturannya, dan bagaimana hal ini mempengaruhi aliran darah serta tekanan darah.

    Aritmia dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu lamban (di bawah 50 detak per menit), terlalu cepat (lebih dari 100 detak per menit), atau tidak teratur.

    Terdapat jenis Aritmia Jantung yang berbeda-beda, termasuk:

    • Detak prematur (ekstra)
    • Aritmia Supraventrikuler
    • Aritmia Ventrikuler
    • Fibrilasi Ventrikuler
    • Takikardia Ventrikuler
  • Risiko pengembangan Aritmia Jantung meningkat seiring dengan bertambahnya usia, dan kondisi ini dapat terjadi pada seseorang yang memiliki jantung sehat. Pada sebagian kasus, penyebabnya mungkin tidak diketahui. Namun demikian, kondisi ini diketahui terkait kuat dengan kondisi kardiovaskuler, yang meliputi:

    • Penyakit arteri koroner
    • Gagal jantung
    • Penyakit katup jantung
    • Tekanan darah tinggi

    Juga terdapat penyebab yang tidak terkait jantung, yang menyebabkan Aritmia Jantung. Termasuk:

    • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
    • Stress, konsumsi alkohol, tembakau, dan kafein yang berlebihan, serta pil diet, obat dekongestan dan batuk.
  • Gejala Aritmia Jantung dapat mencakup salah satu yang dari berikut ini:

    • Nyeri dada
    • Pusing
    • Pingsan
    • Palpitasi (detak jantung terlewatkan, detak jantung cepat, berdebar-debar atau dada terasa bergetar)
    • Napas tersengal-sengal
  • Banyak aritmia yang tidak memerlukan perawatan. Dokter akan mengevaluasi kondisi dan membahasnya dengan Anda mengenai rangkaian pilihan perawatan yang sesuai bagi Anda. Ini dapat mencakup kombinasi:

    • Perubahan gaya hidup
      1. Berhenti merokok.
      2. Hindari aktivitas yang memicu detak jantung yang tidak teratur.
      3. Batasi konsumsi kafein.
      4. Hindari stimulan yang digunakan dalam obat batuk dan pilek.
    • Pengobatan:
      1. Obat anti-arrhythmic untuk mengontrol laju detak jantung.
      2. Terapi antikoagulan (pengencer darah) untuk mengurangi pembentukan gumpalan darah.
    • Operasi untuk mencoba mengontrol aritmia dan memulihkan laju detak jantung yang teratur.
      1. Alat pacu jantung, defibrillator, dan implan jantung. Semua perangkat listrik kecil ini dicangkokkan ke dalam dada, dan menghasilkan energi listrik dengan cara mengisi detak yang terlewatkan dan memulihkan fungsi jantung mendekati normal. Semua ini dapat dimasukkan sementara atau permanen.
      2. Electrophysical Studies (EP). Dilaksanakan di bawah pembiusan, prosedur ini memungkinkan dokter menstimulasi jantung dengan denyut listrik terkendali, yang menemukan sumber penyumbatan atau detak yang tidak teratur.
    • Ablasi Kateter biasanya menyembuhkan aritmia dan terutama dilakukan pasca EP studies, dan apabila pengobatan tidak efektif atau tidak nyaman. Prosedur bekerja sebagai berikut:
      1. Beberapa tabung kecil (kateter) dengan elektroda dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diarahkan ke dalam jantung;
      2. Semburan energi frekuensi radio (sama seperti panas microwave) mengablasi (menghancurkan) area otot jantung yang menyebabkan detak tidak teratur.
  • Sebagian besar Aritmia Jantung dapat diatasi dan tidak menyebabkan komplikasi yang parah. Namun demikian, pada kasus di mana Aritmia Jantung tidak dirawat dengan tepat, maka dapat menyebabkan pingsan, stroke dan gagal jantung.

  • Spesialis Kami

    Ada 25 SpesialisLihat Semua

    Ada 25 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan