• Gleneagles Singapore

Diabetes

  • Apakah yang dimaksudkan dengan Diabetes?

    Diabetes adalah kondisi kronis yang dicirikan oleh level gula darah tinggi (hiperglikemia). Diabetes terjadi apabila pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup (jenis hormon), atau apabila tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Apabila level glukosa (gula) gula darah meningkat setelah kita makan, pankreas mengeluarkan insulin untuk membantu sel tubuh mengubah glukosa (gula) menjadi energi atau menyimpannya.

    Pada orang yang mengidap Diabetes, glukosa tidak diubah menjadi energi, tetapi tetap dalam darah, sehingga menyebabkan level glukosa (gula) darah lebih tinggi daripada yang seharusnya. Orang yang mengidap Diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskuler (terkait jantung), karena ini sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, level kolesterol tinggi dan obesitas.

    Terdapat tiga jenis utama Diabetes:

    • Diabetes Jenis 1 terjadi apabila tidak ada insulin yang diproduksi, yang dikenal sebagai Diabetes ketergantungan insulin.
    • Diabetes Jenis 2 terjadi apabila insulin tidak efektif, yang dikenal sebagai Diabetes ketergantungan non-insulin.
    • Gestational Diabetes Mellitus (GDM) terjadi pada 2-5% wanita hamil yang sebelumnya tidak terdiagnosis mengidap Diabetes. Ini sering dikaitkan dengan Diabetes Jenis 2.
  • Diabetes Jenis 1 disebabkan oleh tidak adanya insulin dalam tubuh, akibat kerusakan sel pankreas yang bertanggung jawab untuk pengeluaran insulin. Diabetes Jenis 1 adalah penyebab paling umum diabetes masa kanak-kanak. Orang yang mengidap diabetes jenis ini memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk bertahan hidup.

    Diabetes Jenis 2 ditandai oleh penurunan level insulin, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin sebagaimana mestinya (dikenal sebagai resistansi insulin). Serangan dari bentuk diabetes ini biasanya bertahap dengan gejala yang secara umum muncul setelah usia 40 tahun. Berbagai faktor risiko dapat menyebabkan Diabetes Jenis 2, termasuk tidak melakukan aktivitas fisik, pola makan tidak sehat dan obesitas. Orang yang mengidap Diabetes Jenis 2 sering memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga.

    Gestational diabetes terjadi pada 2-5% wanita hamil yang sebelumnya tidak terdiagnosis mengidap diabetes. Ini biasanya menghilang setelah melahirkan, namun demikian, ini merupakan tanda peningkatan risiko pengembangan Diabetes Jenis 2 kelak dalam kehidupannya.

  • Penyebab diabetes paling umum adalah :

    • Penglihatan buram
    • Rasa lapar yang terus-menerus
    • Rasa haus yang ekstrem, meskipun setelah minum banyak air
    • Terus-menerus merasa lelah atau lemas
    • Sering buang air kecil pada siang dan malam hari
    • Mudah marah dan kulit gatal di sekitar alat kelamin
    • Mati rasa pada tangan dan telapak kaki
    • Berkurangnya tingkat penyembuhan luka sayatan dan luka terbuka
    • Berat badan menyusut meskipun selera makan tetap normal
  • Terapi Diabetes Jenis 1 mencakup:

    • Suntikan insulin setiap hari untuk bertahan hidup.
    • Terapi Diabetes Jenis 2 terutama mencakup perubahan gaya hidup untuk mengontrol level glukosa darah:

      • Pola makan yang seimbang dan sehat, menghindari makanan yang berlemak dan kolesterol tinggi, meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran, serta menjaga konsumsi gula Anda
      • Berolahraga secara teratur
      • Menjaga berat badan yang sehat
      • Dokter mungkin memberikan resep obat untuk diminum pada stadium lanjut penyakit ini untuk membantu mengontrol level glukosa darah
    • Infeksi kulit akibat bakteri dan jamur, serta infeksi gusi.
    • Penyakit di telapak kaki, seperti mati rasa, melepuh, dan bahkan gangren, yang dapat menyebabkan amputasi dalam kasus yang parah.
    • Penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner dan serangan \jantung.
    • Penyakit ginjal dapat terjadi dan mungkin, pada saat itu memerlukan dialisis dan implan ginjal.
    • Penyakit saraf, seperti mati rasa dan nyeri di kaki, ujung jari dan jari kaki, yang dapat menyebabkan mati rasa total pada anggota tubuh yang terpengaruh.
    • Osteoporosis (penipisan dan pelemahan tulang).
    • Komplikasi penglihatan yang parah, meliputi katarak, glaukoma, dan lambat-laun, kebutaan.
  • Spesialis Kami

    Ada 14 SpesialisLihat Semua

    Ada 14 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan