• Gleneagles Singapore

Aneurisme Otak

  • Apakah Aneurisme Otak?

    Aneurisme Otak adalah satu "gelembung udara" yang terjadi di dinding arteri dalam otak yang bisa terpenuh dengan darah, dan lambat-laun bisa pecah sehingga berpotensi untuk menyebabkan kerusakan serius pada sel otak di sekelilingnya. Aneurisme Otak biasanya mempengaruhi arteri otak utama yang mengalir di bawah otak dan dasar tengkorak. Walaupun siapa saja dapat menderita aneurisme otak, resiko ledakan aneurisme meningkat untuk orang yang berusia di atas 40 tahun, dan resiko ini lebih besar untuk wanita daripada pria.

  • Aneurisme otak berkembang di dalam dinding arteri yang lemah atau rusak, meskipun penyebab ini belum sepenuhnya dipahami. Satu kemungkinan, adalah proses degenerasi, di mana faktor-faktor, seperti penambahan usia dan tekanan darah tinggi memainkan peran yang sangat menentukan. Sering kali, hal ini juga dikaitkan ke aterosklerosis, satu penyakit pembuluh darah yang menyebabkan pembuluh darah untuk mengeras akibat endapan lemak yang tertumpuk di bagian dalam dinding pembuluh darah .

    Aneurisme otak pada umumnya terjadi pada orang yang menderita gangguan genetika khusus, termasuk gangguan jaringan konektif dan penyakit polikistik indung telur, penyakit ginjal. Sebagian penyakit sirkulasi darah, seperti “arteriovenous malformation”, juga bisa menyebabkan aneurisme otak. Penyebab lainnya termasuk konsumsi alkohol dan obat secara berlebihan, cedera kepala, infeksi dan tumor.

  • Gejala-gejala aneurisme otak, yang mungkin tidak muncul sampai terjadi pendarahan termasuk:

    • Penglihatan dan pembicaraan tidak normal
    • Kehilangan kesadaran atau penglihatan tiba-tiba gelap selama sesaat
    • Mual dan muntah-muntah
    • Nyeri leher
    • Lumpuh atau lemas pada satu sisi tubuh
    • Kejang-kejang
    • Sakit kepala yang parah secara tiba-tiba
  • Aneurisme otak harus segera diobati untuk menghindari konsekuensi yang fatal. Tujuan perawatan berikut ini adalah untuk menghentikan aneurisme dari pemecahan, atau mencegah pendarahan jika aneurisme sudah pecah:

    • Prosedur Bypass - Ini digunakan untuk merutekan kembali aliran darah di sekitar bagian arteri yang tersumbat (dikerjakan pada waktu yang sama saat melaksanakan prosedur oklusi).
    • Prosedur Endovaskuler - Kateter disisipkan dari selangkangan dan digerakkan ke arah pembuluh darah otak yang terpengaruh. Koil platinum kemudian dilepaskan ke dalam aneurisme untuk menginduksi pembentukan gumpalan darah.
    • Microsurgical clipping - Dokter bedah menempatkan jepitan di sekitar aneurisme yang membengkak untuk memotong persediaan aliran darah dan mencegah pendarahan lebih jauh.
    • Oklusi - Prosedur bedah terbuka ini memblokir aliran darah ke aneurisme melalui arteri.
  • Spesialis Kami

    Ada 10 SpesialisLihat Semua

    Ada 10 SpesialisLihat Semua

  • Artikel Kesehatan