• Gleneagles Singapore

Perut & Sistem Pencernaan (Gastroenterologi)

  • Pusat Gastroenterologi Kami

    Perut & Sistem Pencernaan (Gastroenterologi), Gleneagles

    Gastroenterologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada sistem pencernaan. Dokter yang memiliki spesialisasi di bidang ini disebut gastroenterolog. Selain itu, salah satu istilah yang terasosiasi dengan gastroenterologi adalah “gastrointestinal” atau sering disingkat “GI”. Gastrointestinal sebenarnya merupakan istilah medis untuk menyebut semua organ dalam sistem pencernaan, mencakup dari mulut hingga ke anus - termasuk lambung dan usus. Dalam praktik pemakaiannya, istilah gastrointestinal sering digunakan sebagai kata sifat yang dimengerti sebagai penyakit sistem sehari-hari.

    Sistem pencernaan manusia bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga untuk menyerap nutrisi. Sistem pencernaan melibatkan proses pemecahan makanan menjadi molekul kecil, yang pada akhirnya diserap oleh tubuh. Sistem pencernaan manusia dasar pada manusia mencakup semua organ di antara mulut dan anus dan dapat diklasifikasikan menjadi dua saluran gastrointestinal: saluran gastrointestinal atas dan saluran gastrointestinal bawah. Saluran gastrointestinal atas terdiri atas mulut, esofagus, lambung, dan bagian awal dari usus kecil (duodenum). Sedangkan saluran gastrointestinal bawah meliputi usus kecil hingga usus besar dan berakhir di anus.

    Berikut adalah paparan singkat tentang peran organ-organ di dalam sistem pencernaan:

    • Mulut, untuk menghaluskan makanan agar mudah ditelan.
    • Esofagus atau kerongkongan, sebagai saluran yang menyambungkan mulut dengan lambung. Di sini terdapat katup epiglotis yang berfungsi untuk menutup saluran napas ketika sedang menelan.
    • Lambung, untuk memproses makanan dengan zat asam dan enzim lalu diteruskan ke usus halus. Di antara organ lambung dan kerongkongan terdapat otot atau katup yang berfungsi menjaga agar makanan tidak naik kembali ke kerongkongan. Pelemahan dari otot ini mengakibatkan kondisi “asam lambung” atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
    • Usus halus, pada dasarnya berfungsi mengolah makanan lebih lanjut dan menyerap nutrisi di setiap bagian usus terkait, dengan bantuan enzim dari pankreas dan cairan empedu dari hati. Makanan bergerak dari satu bagian ke bagian selanjutnya dengan bantuan gerakan peristaltik usus yang mendorong makanan.
    • Usus besar, untuk menyerap air dan mineral serta mengolah sisa pencernaan makanan lalu mendorongnya ke rektum yang menjadi akhir dari sistem pencernaan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus.

    Di dalam sistem pencernaan terdapat milyaran mikroba yang berperan penting dalam metabolisme dan daya tahan tubuh. Bahkan, hampir 70% komponen sistem kekebalan tubuh berada di jaringan usus. Maka dari itu, sistem pencernaan berkaitan erat dengan sistem kekebalan (imun) tubuh.

    Kesehatan sistem pencernaan dapat dijaga dengan mengadopsi perilaku hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat (berserat dan bernutrisi, termasuk di antaranya minuman probiotik) dan air putih yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok.

    Gleneagles Hospital memiliki tim spesialis gastroenterologi yang berpengalaman, yang mampu merawat kasus sederhana hingga kompleks. Ini mencakup kondisi hati kronis, hepatitis, malabsorpsi, dan bahkan berbagai kondisi kanker sistem pencernaan yang mungkin memerlukan keterlibatan tim spesialis multi-disiplin, seperti onkolog (dokter spesialis kanker), dokter bedah transplantasi, dokter bedah umum, dan spesialis perawatan intensif.

    Perut & Sistem Pencernaan

  • Kondisi yang Kami Rawat

    Berikut adalah kondisi-kondisi medis gastrointestinal yang ditangani oleh tim spesialis gastroenterologi kami di Gleneagles Hospital:

    Saluran Gastrointestinal Atas

    • Esofagus Barrett, kondisi kerusakan pada bagian bawah esofagus yang menghubungkan mulut dan lambung. Biasanya disebabkan penyakit asam lambung yang terus-menerus dan ditemui pada pengidap penyakit refluks gastroesofagus (GERD) jangka panjang.
    • Penyakit Celiac, suatu reaksi imun ketika mengonsumsi gluten (protein pada gandum dan sebagian serealia lainnya). Reaksi ini lama-kelamaan mengakibatkan peradangan atau inflamasi yang merusak lapisan usus kecil sehingga menyebabkan komplikasi medis.
    • Batu Empedu, diakibatkan terbentuknya batu di kantung empedu yang berasal dari endapan kolesterol.
    • Gastritis, disebabkan peradangan dinding lambung. Gastritis dapat menyebabkan komplikasi yang parah.
    • Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) atau gastroesophageal reflux disease, yang diakibatkan asam lambung kembali naik atau disebut “refluks”. Meskipun tidak mematikan, tetapi penyakit refluks gastroesofagus perlu ditangani untuk menghindari komplikasi.
    • Maag, dispepsia, atau heartburn, merupakan rasa nyeri di perut bagian atas yang terjadi umumnya setelah makan atau minum. Sensasi ini disebabkan oleh peradangan lapisan dalam perut. Dalam kebanyakan kasus, ini bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit gastrointestinal tertentu.
    • Intoleransi laktosa, ketidakmampuan untuk mencerna laktosa (karbohidrat utama dalam produk susu-susuan). Biasanya ini disebabkan kurangnya enzim laktase dalam tubuh.
    • Tukak Pencernaan atau tukak lambung, kondisi luka terbuka pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan lambung. Tukak lambung dapat menyebabkan komplikasi serius seperti lubang pada dinding perut.
    • Kanker Perut, pertumbuhan jaringan di luar kendali yang dapat menjadi tumor ganas (kanker) dan menyebar melalui dinding lambung.

    Saluran Gastrointestinal Bawah

    • Polip/Kanker Usus Besar atau kanker kolorektal, disebabkan pertumbuhan abnormal dalam kolon atau rektum. Kebanyakan kanker ini berawal dari polip yang bersifat jinak dan berkembang menjadi kanker.
    • Konstipasi atau sembelit, gangguan pencernaan yang berakibat sulit buang air besar atau frekuensi buang air besar yang lebih sedikit. Ini disebabkan pergerakan sistem pencernaan yang terlalu lambat.
    • Diare, kondisi frekuensi buang air besar meningkat (biasanya lebih dari tiga kali dalam sehari) dengan feses yang encer.
    • Sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS), merupakan sekumpulan gejala terkait iritasi pada sistem pencernaan.
    • Peradangan usus besar kronis atau inflammatory bowel disease (IBD), yang terdiri dari dua jenis: kolitis ulseratif (ulcerative colitis) dan penyakit Crohn.

    Hati, Sistem Empedu, dan Pankreas

    • Hepatitis autoimun, kondisi sistem imun menyerang hati sehingga terjadi peradangan.
    • Hati berlemak, disebut juga perlemakan hati atau hepatic steatosis. Ini merupakan kondisi menumpuknya lemak berlebih pada organ hati.
    • Hepatitis (A,B,C), kondisi peradangan pada hati atau liver yang disebabkan virus atau kondisi lain seperti alkohol, bahan kimia, obat-obatan, atau gangguan kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, hepatitis dapat menimbulkan komplikasi seperti kematian dini, gagal hati, sirosis, dan kanker hati.
    • Sirosis hati atau liver, kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut.
    • Kanker Pankreas, pertumbuhan jaringan tidak normal (tumor) dalam pankreas.
    • Kolangitis sklerosis primer atau primary sclerosing cholangitis (PSC), suatu penyakit pada saluran empedu. Penyakit ini ditandai peradangan, penebalan, dan pembentukan jaringan parut (fibrosis), di saluran empedu.

     

    *Harap diperhatikan bahwa ini bukan daftar lengkap dari semua kondisi dan perawatan yang kami sediakan. Informasi ini dirancang hanya sebagai referensi edukasional dan tidak untuk ditafsirkan sebagai saran medis. Informasi selengkapnya tentang kondisi dan penanganan dapat ditemukan di tautan ini.

    Mohon berkonsultasi dengan salah satu dari spesialis gastroenterologi kami yang berkualifikasi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat sebelum memulai perawatan apa pun.

    Mencari Keterangan Temukan Dokter

  • Perawatan yang Kami Tawarkan

    Berikut adalah perawatan yang ditangani oleh tim spesialis gastroenterologi kami di Gleneagles Hospital:

    Endoskopi Diagnostik

    • Endoskopi kapsul, alat diagnostik yang dilengkapi kamera nirkabel di dalam kapsul yang ditelan pasien. Prosedur noninvasif ini tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa memotret ribuan gambar dari usus kecil.
    • Kolonoskopi, prosedur diagnostik dengan menggunakan alat berupa tabung panjang dan lentur (disebut kolonoskop) yang didorong ke dalam rektum untuk mendapatkan visualisasi kolon dan rektum secara jelas.
    • Gastrokopi, pemeriksaan untuk memvisualisasikan esofagus, perut, dan usus kecil. Prosedurnya dengan memasukkan alat diagnostik gastroskop yang lentur dan panjang melalui mulut.
    • Ultrasonografi endoskopik atau endoscopic ultrasound (EUS), alat diagnostik berbentuk tabung tipis dan lentur yang memadukan teknik endoskopi dan USG. EUS dapat dimasukkan melalui mulut atau anus, dan digunakan untuk memvisualisasikan lapisan dan dinding saluran gastrointestinal dan organ sekitarnya. EUS memberikan hasil pencitraan yang lebih rinci dibandingkan prosedur USG.
    • Enteroskopi usus halus, teknik endoskopi yang mampu menjangkau usus halus.

    Endoskopi Terapeutik

    • Dilatasi striktur esofageal, dengan memasukkan endoskop yang dilengkapi balon di ujungnya. Balon akan mengembang untuk memperluas area yang menyempit di esofagus.
    • Kolangiopankreatografi retrograd endoskopik atau endoscopic retrograde cholangio-pancreatography (ERCP), untuk memvisualisasikan saluran empedu dan pankreas dengan memanfaatkan teknik endoskopi dan foto rontgen (sinar-X). ERCP memberikan hasil yang lebih rinci dibandingkan prosedur lain seperti USG, pemindaian CT, atau MRI.
    • Pemasangan stent esofageal. “Stent” adalah tabung logam yang dipasang untuk memperlebar saluran esofagus yang menyempit. Pemasangan dilakukan dengan panduan alat diagnostik lainnya.
    • Gastrostomi endoskopik perkutan atau percutaneous endoscopic gastrostomy (PEG), dengan menggunakan tabung PEG yang dimasukkan ke dalam perut pasien melalui dinding abdominal. Prosedur ini bertujuan untuk memasukkan nutrisi ke tubuh pasien tanpa melalui mulut (ketika metode oral tidak memungkinkan).
    • Diseksi submukosa endoskopik atau endoscopic submucosal dissection (ESD), merupakan teknik endoskopi terapeutik termutakhir berupa prosedur invasif minimal untuk mengangkat tumor dalam kolon atau anus.

     

    *Harap diperhatikan bahwa ini bukan daftar lengkap dari semua kondisi dan perawatan yang kami sediakan. Informasi ini dirancang hanya sebagai referensi edukasional dan tidak untuk ditafsirkan sebagai saran medis. Informasi selengkapnya tentang kondisi dan penanganan dapat ditemukan di tautan ini.

    Mohon berkonsultasi dengan salah satu dari spesialis gastroenterologi kami yang berkualifikasi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat sebelum memulai perawatan apa pun.

    Mencari Keterangan Temukan Dokter

  • Spesialis Kami

    Ada 23 SpesialisLihat Semua

    Ada 23 SpesialisLihat Semua