• Gleneagles Singapore

Sakit Perut Akut

  • Apakah Itu Sakit Perut Akut?

    Sakit perut akut

    Sakit perut akut mengacu ke rasa nyeri di abdomen (perut) yang berkembang secara tiba-tiba. Pasien biasanya merasakan keluhan nyeri perut pada daerah atas pinggul tetapi di bawah tulang rusuk. Sakit perut akut ini mungkin bisa begitu parah sehingga pasien harus dirawat di rumah sakit. Rasa sakit perut akut berbeda dari sakit perut pada umumnya yang terkait dengan masalah kecil, seperti konstipasi atau gas.

    Berikut adalah organ-organ penting yang terletak di abdomen dan sangat mungkin terkait dengan sakit perut akut:

    • Usus (kecil dan besar)
    • Usus buntu
    • Ginjal
    • Limpa
    • Lambung
    • Kantung empedu
    • Hati
    • Pankreas

    Setiap orang, baik pria maupun wanita dari berbagai macam rentang usia dapat mengalami nyeri perut akut. Namun, wanita serta orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu lebih berpeluang untuk menderita sakit perut akut. Nyeri abdomen atau nyeri perut adalah gejala masalah di bagian dalam tubuh yang serius, yang mungkin perlu segera mendapatkan perhatian medis atau pembedahan.

  • Penyebab sakit perut akut dapat meliputi banyak hal. Penyebab yang paling umum adalah udara, masalah sistem pencernaan, atau otot yang tertarik – dan biasanya tidak bersifat serius. Meskipun demikian, kondisi lainnya mungkin memerlukan perhatian medis yang lebih mendesak.

    Daftar penyebab sakit perut akut ini jauh dari cukup, tetapi kondisi paling umum mencakup:

    • Pembesaran pembuluh darah dalam perut atau abdominal aortic aneurysm rupture
    • Apendiktis akut atau peradangan usus buntu

      Adanya peradangan atau infeksi menyebabkan usus buntu mengalami pembengkakan. Maka dari itu, gejala usus buntu yang sering dijumpai adalah timbulnya rasa nyeri dan sakit perut pada bagian kanan bawah perut. Gejala usus buntu lainnya juga dapat berupa demam, mual, muntah, serta hilangnya nafsu makan. Gejala-gejala yang ada harus diperhatikan dengan cermat karena kondisi usus buntu akut dapat menimbulkan komplikasi yang fatal apabila tidak segera ditangani.

    • Kanker, dengan berbagai macam kemungkinan organ yang terjangkit mulai dari usus, ginjal, lambung, hati, hingga pankreas
    • Kolangitis, peradangan saluran empedu yang disebabkan oleh infeksi atau batu empedu
    • Kolesistitis, peradangan kantung empedu
    • Peradangan usus besar kronis atau inflammatory bowel disease (IBD), yang terdiri dari dua jenis: kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
    • Divertikulitis, peradangan kantung kecil dalam usus besar
    • Gastritis, peradangan dinding lambung

      Gastritis disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, infeksi bakteri, dan penggunaan obat analgetik. Gejala yang dijumpai pada penderita gastritis umumnya berupa sakit perut hingga melilit, terasa perih, serta terbakar. Gastritis kronis dapat terjadi secara bertahap dan perlahan, tetapi gastritis akut umumnya terasa lebih nyeri dan timbul secara tiba-tiba.

    • Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) atau gastroesophageal reflux disease, diakibatkan asam lambung kembali naik atau disebut “refluks”
    • Serangan jantung
    • Hernia atau turun berok, kondisi ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah
    • Gangguan usus, baik yang bersumber dari usus besar maupun usus halus
    • Sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS)

      IBS merupakan sekumpulan gejala terkait iritasi pada sistem pencernaan. Meskipun tidak mengancam nyawa, sindrom iritasi usus besar biasanya memerlukan penanganan jangka panjang. Gejala dari IBS cenderung mirip dengan gejala kanker kolorektal, sehingga pasien perlu perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis yang akurat.

    • Batu ginjal, suatu endapan yang terbentuk di ginjal dan menyebabkan sakit saat buang air kecil
    • Pankreatitis atau peradangan pankreas
    • Penyakit peradangan panggul, merupakan pembengkakan di sekitar uterus, indung telur, dan saluran fallopian
    • Tukak pencernaan, rasa perih yang terbuka dalam lapisan perut, duodenum (usus dua belas jari), atau dalam esofagus.
    • Infeksi saluran air kemih, infeksi ginjal, infeksi kandung kemih
    • Gastroenteritis viral atau flu perut

    Selain penyebab-penyebab di atas, terdapat beberapa risiko lain yang turut menjadi penyebab sakit perut akut, antara lain:

    • Pola makan

      Orang yang memiliki pola makan tidak teratur serta kurang sehat akan lebih rentan mengidap sakit perut akut. Beberapa makanan yang dapat menjadi pemicu yaitu makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, atau berbau terlalu kuat.

    • Diet

      Seseorang yang sedang menjalani program diet memiliki risiko yang lebih besar terhadap sakit perut akut. Idealnya, pelaksanaan diet harus sesuai dengan apa yang dianjurkan dokter.

    • Gaya hidup

      Kurangnya olahraga serta tingginya konsumsi seseorang terhadap rokok dan kopi dapat memicu terjadinya sakit perut akut.

    • Stres

      Seseorang yang tidak dapat mengendalikan tingkat stresnya akan lebih berpeluang menderita sakit perut akut.

  • Gejala sakit perut akut sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Gejala sakit perut akut umumnya mencakup:

    • Demam
    • Kontraksi otot perut yang tidak diinginkan
    • Rasa nyeri parah yang terus-menerus di bagian atas atau bawah perut
    • Pembengkakan dan kengiluan di bagian atas, tengah, atau bawah perut
    • Otot perut tegang

    Ketika mengalami gejala sakit perut akut yang tak kunjung hilang, pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut. Pemeriksaan yang mungkin dilakukan dapat meliputi:

    1. Pemeriksaan fisik

    Tanda vital yang diperoleh dengan melakukan observasi postur dan posisi pasien dapat menjadi petunjuk yang dapat mengarahkan ke penyebab dasar nyeri perut akut yang dialami.

    2. Tes laboratorium

    Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, amilase, serta analisis urine. Tes kehamilan juga dapat dilakukan terhadap wanita usia reproduktif. Dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut bagi pasien yang dicurigai memerlukan tindakan pembedahan.

    3. Radiologis, yang dibagi menjadi beberapa pendekatan, yaitu:

    • Foto abdomen polos, untuk membantu evaluasi pada pasien dengan keluhan nyeri perut akut
    • Angiografi, pemeriksaan pasien yang dicurigai menderita iskemia mesenterika
    • USG, menunjukkan adanya apendisitis akut, massa abdomen, hidronefrosis, penyakit peradangan panggul, dan kondisi lainnya
    • CT-scan, memungkinkan untuk mendiagnosis penyakit pankreas, apendisitis atau usus buntu, dan lainnya
  • Penanganan nyeri perut akut atau nyeri abdomen akut bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien dan menyarankan rencana penanganan yang paling sesuai. Hal ini mungkin mencakup kombinasi berikut:

    • Perubahan pola makan dan gaya hidup untuk membantu memperbaiki kondisi pasien.
    • Pengobatan untuk meredakan gejala. Meskipun demikian, sebagian dokter mungkin menunda memberikan obat pereda nyeri dengan maksud mencari akar penyebab penyakit berdasarkan rincian gejala rasa sakit.
    • Pembedahan atau operasi untuk sebagian penyebab sakit perut akut jika diperlukan atau dalam kondisi mendesak (seperti pengangkatan kantung empedu atau usus buntu misalnya)

    Mendapatkan diagnosis yang tepat adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 26 SpesialisLihat Semua

    Ada 26 SpesialisLihat Semua