• Gleneagles Singapore

Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography (ERCP)

  • Apakah Itu Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography (ERCP)?

    Infografik prosedur ERCP dan alat yang digunakan

    Kolangiopankreatografi retrograd endoskopik, dalam bahasa Inggris disebut endoscopic retrograde cholangio-pancreatography, atau biasa disingkat ERCP adalah prosedur endoskopi yang bertujuan untuk mendapatkan visualisasi dari hati, kantung empedu, saluran empedu, dan pankreas yang mendetail. ERCP dapat dilaksanakan dengan tujuan diagnostik maupun pengobatan (terapeutik).

    Pada dasarnya, ERCP adalah gabungan dari dua jenis prosedur: endoskopi dan foto rontgen dengan menggunakan sinar-X. Perbedaan sekaligus keunggulan utama dari ERCP adalah citra yang dihasilkan ERCP memberikan informasi penting yang tidak dapat ditangkap oleh prosedur pemindaian diagnostik lainnya seperti USG, CT-scan, atau MRI. Di samping itu, beberapa kelebihan lain dari ERCP meliputi:

    • Tidak rumit dan berisiko rendah
    • Pemulihan yang cepat
    • Metode invasif minimal
    • Mungkin dilakukan secara rawat jalan

    Sebelum menjalankan prosedur ERCP, dokter akan memeriksa kondisi pasien, termasuk terkait alergi zat pewarna, obat bius, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, penyakit bawaan, kehamilan, dan lainnya. Ketika dokter sudah mengonfirmasi kelayakan pasien untuk menjalani prosedur ERCP, pasien biasanya dianjurkan berpuasa sekitar 8 jam. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin disarankan untuk menjalani diet khusus sebelum menjalani ERCP demi mendapat hasil pemindaian yang lebih baik atau jelas.

    Prosedur ERCP akan dilakukan dengan menggunakan semacam selang panjang dan lentur yang disebut endoskop. Secara singkat, berikut adalah prosesnya:

    • Pasien akan dibaringkan di atas meja sinar-X dan diberikan anestesi atau obat bius. Pasien mungkin berada dalam kondisi sadar (namun tidak merasakan apa pun) atau tertidur.
    • Endoskop dimasukkan melalui mulut dan secara hati-hati didorong ke dalam perut, masuk ke lambung dan usus 12 jari (duodenum), tepatnya di bagian akhir dari saluran empedu dan pankreas.
    • Kateter kemudian diulurkan masuk ke saluran empedu atau pankreas, dengan membawa zat pewarna kontras yang akan disuntikkan ke dalam saluran.
    • Foto rontgen dilakukan. Pewarna kontras tersebut berfungsi untuk memberikan detail visualisasi yang jelas dan kontras dalam pelaksanaan foto rontgen. Pasien mungkin diminta untuk berganti posisi jika diperlukan.
    • Tergantung penanganan yang dilakukan, dokter mungkin mengambil sampel jaringan atau prosedur lainnya seperti penghancuran batu empedu misalnya.
    • Prosedur selesai dilakukan dan endoskop ditarik keluar.

    Seusai ERCP dilaksanakan, pasien akan berada di ruang pemulihan untuk dipantau kondisinya sambil menunggu hilangnya pengaruh anestesi. Ketika pasien dinyatakan pulih, pasien dapat disarankan untuk tinggal di kamar rumah sakit atau dipulangkan ke rumah – untuk kasus ini, seseorang harus membantu pasien untuk berkendara. Pasien dianjurkan untuk menghindari aktivitas berat dan mungkin mengalami sakit tenggorokan serta sulit menelan selama beberapa hari, yang merupakan hal normal. Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur ringan sampai fungsi menelan kembali normal.

    Pada dasarnya, ERCP merupakan prosedur yang sangat aman. Meskipun begitu, ada kemungkinan terjadinya komplikasi seusai pelaksanaan prosedur ERCP, seperti misalnya: lelah atau mengantuk, rasa pusing dan sulit fokus, sakit tenggorokan ringan, perut kembung, infeksi, pankreatitis, perforasi usus, dan perdarahan.

  • Dokter mungkin merekomendasikan ERCP dengan tujuan melakukan diagnosis yang akurat atau sebagai terapi terapeutik. Beragam contoh penggunaan ERCP di antaranya:

    • Diagnosis terhadap tumor atau kanker dalam saluran empedu, hati, atau pankreas
    • Pemeriksaan terhadap keberadaan batu dalam saluran empedu dan sumbatan pada saluran empedu atau pankreas
    • Pengecekan terhadap trauma atau komplikasi operasi dalam saluran empedu dan pankreas
    • Digunakan sebelum dan sesudah pembedahan kantung empedu untuk meningkatkan efektivitas prosedur pembedahan
    • Tindakan penanganan yang meliputi pelebaran saluran pankreas atau empedu, pengeluaran atau penghancuran batu saluran empedu, dan pembukaan sfingter oddi yang menutup

    Meskipun demikian, ERCP tidak selalu dapat dilakukan di setiap kasus atau pada setiap pasien. Beberapa situasi yang menghalangi penggunaan ERCP, antara lain:

    • Kehamilan, untuk menghindari risiko radiasi foto rontgen pada janin
    • Pernah menjalani operasi saluran pencernaan yang mengakibatkan tertutupnya saluran pada sistem empedu
    • Menderita kelainan atau gangguan pada esofagus, lambung, atau duodenum sehingga ERCP sulit dilakukan
    • Memiliki kondisi jantung dan saraf yang tidak stabil
    • Baru menjalani prosedur yang melibatkan penggunaan zat kontras barium yang dapat mengganggu efektivitas pemindaian ERCP

    Untuk mengurangi risiko, pasien juga harus menginformasikan kepada dokter tentang beberapa kondisi sebelum prosedur ERCP dilakukan, sehingga dokter bisa mengantisipasi hal ini. Kondisi yang dimaksud di antaranya:

    • Dalam masa kehamilan
    • Alergi atau sensitif terhadap bahan atau zat tertentu
    • Sedang mengonsumsi obat-obatan
    • Memiliki gangguan jantung (termasuk terkait katup jantung), paru, atau ginjal (termasuk terkait cuci darah)
    • Menderita diabetes atau sedang menjalani pengobatan dengan insulin
    • Memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah dan aspirin
  • Pusat endoskopi yang baru direnovasi di Gleneagles Hospital Singapura menyediakan berbagai prosedur endoskopi diagnostik dan terapeutik yang komprehensif, termasuk ERCP. Selain itu, prosedur lain yang dapat dilayani antara lain: kolonoskopi, gastroskopi, bronkoskopi, dan sistoskopi, serta diseksi submukosa endoskopik dan pemasangan gastrostomi endoskopik perkutan.

    Dokter spesialis endoskopi terbaik kami akan memberikan layanan konsultasi dan saran penanganan yang paling sesuai bagi Anda. Teknologi mutakhir yang digunakan akan memaksimalkan manfaat yang diterima pasien, baik yang bersifat diagnostik maupun terapeutik, sekaligus meminimalkan efek samping (jika ada). Dan staf kami lainnya yang ramah serta profesional akan memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik di Gleneagles Hospital Singapura.

  • Misi kami adalah membantu Anda mendapatkan penanganan yang paling tepat. Gleneagles Hospital Singapura memiliki sarana dan prasarana yang komprehensif untuk pelaksanaan prosedur ERCP. Tim spesialis terbaik dan staf terlatih kami siap membantu dan melayani Anda dengan dukungan teknologi canggih, demi menempatkan kebutuhan Anda sebagai prioritas utama. Keunggulan kami adalah layanan kesehatan yang berkualitas dan disesuaikan secara personal bagi pasien, yang telah menjadi warisan kami selama lebih dari 60 tahun.

    Buat Perjanjian atau Bertanya

  • Spesialis Kami

    Ada 23 SpesialisLihat Semua

    Ada 23 SpesialisLihat Semua