• Gleneagles Singapore

Gastritis

  • Apakah Itu Gastritis?

    Gastritis

    Gastritis adalah peradangan lapisan perut atau dinding lambung. Organ lambung menghasilkan asam lambung dan enzim untuk membunuh mikroba berbahaya, membantu proses pencernaan, dan memecah protein. Untuk melindungi lambung dari kerusakan yang mungkin disebabkan asam lambung, dinding lambung dilapisi oleh lendir yang tebal. Jika lapisan lendir mengalami gangguan atau kerusakan, maka peradangan pada dinding lambung sangat rentan terjadi. Kondisi peradangan inilah yang disebut gastritis.

    Secara umum, gastritis dibedakan menjadi dua:

    • Gastritis akut

      Gastritis akut memiliki gejala yang berkembang dengan cepat, di mana peradangan pada dinding lambung dapat terjadi secara tiba-tiba. Gastritis akut ini menimbulkan gejala nyeri yang sangat hebat pada bagian ulu hati. Meskipun kondisi ini mungkin berlangsung selama beberapa hari, tetapi nyeri akibat gastritis akut hanya berlangsung sementara. Gastritis akut terjadi pada sekitar 8 dari setiap 1.000 orang.

    • Gastritis kronis

      Gastritis kronis adalah peradangan pada dinding lambung terjadi dalam kurun waktu yang lama dan perlahan-lahan. Biasanya ditandai dengan rasa mual dan hilangnya selera makan untuk jangka panjang. Gejala nyeri yang ditimbulkan oleh gastritis kronis ini tidak separah gastritis akut. Namun, dalam jangka waktu yang panjang, rasa nyeri mungkin akan timbul secara lebih sering. Jika tidak diberikan penanganan yang tepat, gastritis dapat menyebabkan komplikasi yang parah, termasuk peluang berkembangnya kanker. Gastritis kronis relatif lebih jarang ditemui, dengan angka kejadian sekitar 2 dari 10.000 orang.

  • Penyebab gastritis dapat dikaitkan dengan berbagai macam kemungkinan, termasuk:

    • Konsumsi alkohol yang berlebihan

      Alkohol dapat mengikis lapisan lendir pada lambung, yang memicu peradangan dan iritasi dinding lambung yang menjadi penyebab gastritis.

    • Infeksi yang disebabkan oleh Helicobacter pylori (H. Pylori)

      Bakteri yang ditemukan dalam lapisan perut ini dapat melemahkan lapisan pelindung dan menyebabkan cairan pencernaan mencapai lapisan perut.

    • Menggunakan obat analgesik jangka panjang

      Obat pereda nyeri tertentu, seperti aspirin dan ibuprofen, yang terlalu sering dikonsumsi dapat memperlambat regenerasi lapisan lendir lambung yang berdampak terhadap melemahnya dinding lambung sehingga rentan mengalami peradangan.

    • Muntah-muntah kronis (ditemui pada kasus bulimia atau gangguan makan)

    • Stres parah akibat pembedahan besar, luka bakar, atau infeksi parah dapat menyebabkan gastritis akut

    • Usia yang menua

      Lapisan lambung cenderung menipis seiring bertambahnya usia yang juga memengaruhi ketahanan tubuh terhadap infeksi dan kecenderungan akan kelainan autoimun.

    • Penyakit tertentu yang terasosiasi dengan gastritis, misalnya HIV/AIDS, kelainan autoimun, penyakit Crohn, infeksi parasit, dan lainnya

    • Gaya hidup

      Ini mencakup hal-hal seperti pola makan, kebiasaan merokok, dan konsumsi narkotika seperti kokain. Gaya hidup tidak sehat ini dapat memengaruhi kerentanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan meningkatkan risiko iritasi dinding lambung.

  • Pada sebagian besar kasus, pasien mungkin tidak merasakan gejala gastritis apa pun. Gejala gastritis yang paling umum mencakup:

    • Tinja berwarna hitam akibat terdapat darah dalam aktivitas usus
    • Muntah darah
    • Rasa seperti terbakar pada perut bagian atas
    • Cegukan
    • Hilang selera makan
    • Mual dan gangguan pencernaan
    • Rasa nyeri di perut bagian atas
    • Muntah-muntah
    • Berat badan menyusut

    Gejala gastritis mirip dengan kondisi lainnya, seperti penyakit Crohn, batu empedu, dan keracunan makanan. Selain itu, hampir semua orang pernah merasakan peradangan perut atau sistem pencernaan. Kebanyakan dari kasus ini bersifat jangka pendek dan tidak memerlukan penanganan medis khusus.

    Meskipun demikian, pasien disarankan untuk menemui dokter jika menderita gejala gastritis yang tak kunjung hilang setelah satu minggu atau lebih. Ini bertujuan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Khususnya ketika pasien mengalami muntah darah, mendapati darah pada feses, atau feses berwarna hitam, pasien disarankan untuk segera mendatangi dokter untuk memastikan kondisi medisnya.

    Dokter akan melakukan peninjauan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Untuk pemeriksaan lanjutan, prosedur diagnostik berikut ini mungkin dilakukan:

    • Pemeriksaan infeksi Helicobacter pylori

      Tujuannya adalah menentukan keberadaan bakteri H.pylori. Beberapa tes untuk pemeriksaan ini adalah tes darah, tes sampel feses, atau uji pernapasan. Tes darah juga berguna untuk mendeteksi kondisi anemia pada pasien. Sedangkan tes sampel tinja mampu mendeteksi apabila pasien mengalami gastritis, terutama jenis gastritis erosif, melalui keberadaan darah pada feses.

    • Gastroskopi

      Dengan tujuan mengetahui tanda peradangan pada lambung. Metode ini dilakukan dengan memasukkan alat gastroskop, suatu selang khusus yang bagian ujungnya dilengkapi kamera. Pemasukan dilakukan melalui mulut untuk memeriksa kondisi lambung. Gastroskopi dapat dipadukan dengan biopsi, yang merupakan prosedur pengambilan sampel jaringan pada bagian yang dicurigai mengalami peradangan atau iritasi untuk diteliti di laboratorium.

    • Foto rontgen

      Pemeriksaan rontgen berguna untuk mengetahui kondisi saluran cerna bagian atas. Sebelum rontgen dilakukan, pasien biasanya diminta untuk menegak cairan barium terlebih dahulu sehingga dokter akan lebih mudah untuk melihat peradangan atau iritasi pada saluran pencernaan, khususnya lambung.

  • Terapi gastritis tergantung penyebab kondisi pasien. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien dan menyarankan terapi yang paling sesuai. Gastritis akut yang disebabkan oleh obat-obatan antiperadangan nonsteroid atau konsumsi alkohol dapat ditangani dengan berhenti menggunakan zat tersebut.

    Obat-obatan yang biasa diberikan untuk menangani gastritis adalah:

    • Antibiotik untuk membunuh bakteri H. Pylori. Dokter mungkin menyarankan kombinasi beberapa antibiotik, seperti misalnya amoxicillin, clarithromycin, metronidazole, serta tetracycline.
    • Pengontrol dan penetral tingkat asam dalam perut. Pada umumnya menggunakan antasida, seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Obat jenis ini bisa didapatkan secara bebas serta dapat mengurangi gejala gastritis dengan cepat, terutama rasa nyeri.
    • Penghambat histamin 2 untuk menurunkan produksi asam lambung sehingga gejala gastritis dapat segera diredakan dan membantu penyembuhan. Contoh dari penghambat histamin 2 antara lain ranitidin, cimetidine, nizatidine, dan famotidine.
    • Penghambat pompa proton (PPI) untuk memperlambat produksi asam pada lambung. Meskipun memiliki manfaat yang sama dengan penghambat histamin 2, keduanya mempunyai mekanisme kerja yang berbeda. Contoh obat ini antara lain omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole.
    • Obat pereda nyeri, seperti obat yang mengandung acetaminophen.
    • Obat antidiare, untuk penderita gastritis dengan keluhan diare. Contoh obat yang biasa diberikan adalah bismut subsalisilat.

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Gastritis adalah penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak segera ditangani. Beberapa penyakit lain yang terkait dengan gastritis, di antaranya:

    • Tukak lambung

      Kondisi ini menunjukkan bahwa peradangan pada lapisan lambung semakin parah dan dapat menyebar ke bagian usus kecil.

    • Perdarahan lapisan perut

      Selain peradangan yang bertambah parah, gastritis juga dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan yang dapat membahayakan pasien apabila tidak ditangani dengan tepat.

    • Anemia

      Kondisi komplikasi yang semakin parah dapat mengakibatkan anemia pernisiosa, di mana sel darah merah menurun signifikan karena adanya luka membuat usus tidak mampu menyerap dengan baik sumber pembentuk sel darah merah, yaitu vitamin B12.

    • Kanker perut

      Gastritis yang terjadi selama bertahun-tahun dapat mengakibatkan risiko timbulnya komplikasi kanker perut.

  • Spesialis Kami

    Ada 23 SpesialisLihat Semua

    Ada 23 SpesialisLihat Semua