• Gleneagles Singapore

Gastroskopi

  • Apakah Itu Gastroskopi?

    Penggunaan gastroskopi

    Gastroskopi adalah pemeriksaan yang aman untuk memvisualisasikan lapisan esofagus (kerongkongan), lambung, dan bagian awal dari duodenum (usus halus). Gastroskopi kadang juga disebut sebagai prosedur endoskopi gastrointestinal bagian atas.

    Gastroskopi menggunakan alat berbentuk seperti tabung panjang dan fleksibel yang disebut gastroskop. Ukuran gastroskop dapat bervariasi. Endoskop bagian atas standar memiliki diameter eksternal sekitar 8.0 – 9.8 mm. Endoskop gastrointestinal yang lebih baru mungkin memiliki diameter yang lebih kecil, hingga mencapai 5 – 6 mm.

    Selain itu, gastroskop sekarang ini biasanya dilengkapi dengan lampu dan kamera kecil di ujungnya. Gastroskop dimasukkan melalui mulut dan dengan hati-hati didorong melalui esofagus menuju perut dan usus halus. Kemudian, kamera gastroskop menangkap gambar dari bagian dalam kerongkongan, lambung, dan usus halus untuk ditampilkan pada monitor sehingga prosedur ini kadang disebut juga endoskopi video.

    Berikut adalah proses yang ditempuh dalam pelaksanaan prosedur gastroskopi. Ini mencakup fase persiapan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan.

    Persiapan

    Sebelum prosedur gastroskopi dilakukan, dokter akan memeriksa kelayakan kondisi pasien dan menginformasikan risiko yang mungkin terjadi. Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi keefektifan prosedur gastroskopi. Selain itu, dokter biasanya akan menganjurkan pasien untuk berpuasa 6 – 8 jam dan tidak minum selama 2 – 3 jam sebelum prosedur dilakukan.

    Pelaksanaan

    Prosedur endoskopi biasanya memakan waktu cukup singkat, sekitar 15 menit. Gastroskopi dapat memakan waktu lebih lama jika ada prosedur tambahan tertentu. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh seorang endoskopis atau dokter spesialis endoskopi. Sesaat sebelum endoskop dimasukkan, mulut dan kerongkongan pasien akan diberikan obat bius atau anestesi lokal, biasanya dengan semprotan. Untuk kasus gastroskopi pada anak-anak, ada kemungkinan mereka akan diberikan anestesi umum (bius total) hingga tertidur, meskipun orang dewasa juga mungkin mendapatkan pembiusan total jika diperlukan. Pada dasarnya, obat bius diberikan agar pasien merasa lebih tenang saat pelaksanaan prosedur. Ini juga berarti pasien harus meminta bantuan seseorang ketika keluar dari rumah sakit karena pasien tidak akan diperbolehkan untuk berkendara sendiri.

    Saat prosedur dilakukan, pasien diminta untuk melepaskan kacamata, lensa kontak, dan gigi palsu jika ada untuk mempermudah proses dan meminimalisir risiko. Pasien akan berbaring di satu sisi (biasanya sisi kiri) dan endoskop dimasukkan ke dalam kerongkongan. Pada saat proses dimulai, pasien mungkin harus membantu untuk menelannya agar proses pemasukan berjalan lebih lancar. Ini mungkin terasa kurang nyaman, tetapi bagaimanapun harus tetap dilakukan. Setelahnya, endoskop didorong secara perlahan untuk masuk lebih dalam.

    Ketika prosedur gastroskopi dilakukan sebagai teknik diagnostik, udara akan ditiupkan ke dalam perut pasien. Ini mungkin terasa sedikit tidak nyaman, tetapi ini memungkinkan dokter atau endoskopis untuk melihat kondisi abnormal di dalam saluran pencernaan, seperti kemerahan, benjolan, lubang, sumbatan, dan lainnya. Jika ada keabnormalan terlihat, dokter mungkin akan melakukan biopsi gastroskopi atau pengambilan jaringan sampel jika diperlukan. Selain itu, prosedur penanganan lainnya pun dapat dilakukan.

    Pascapelaksanaan

    Seusai pelaksanaan gastroskopi, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Pasien yang berada dalam kondisi sadar dan sehat mungkin diperbolehkan pulang, dengan catatan mereka tidak diizinkan berkendara sekalipun merasa sehat. Ini dikarenakan obat bius tetap ada di dalam darah selama 24 jam dan pasien mungkin masih bisa merasakan dampaknya sekalipun prosedur sudah selesai.

    Selain berkendara, pasien juga tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi alkohol, pil tidur, atau melakukan tindakan lain yang melibatkan tanggung jawab cukup besar mulai dari bekerja, menandatangani dokumen, hingga mengurus anak kecil atau orang tua. Sebagian pasien juga mungkin akan mengalami sakit tenggorokan, yang akan membaik seiring berjalannya waktu.

  • Dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan gastroskopi jika pasien memiliki gejala tertentu, termasuk mual, muntah, sulit menelan, sensasi terbakar, sakit perut bagian atas yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan, kembung, dan lainnya. Pasien yang mengalami gejala tersebut disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan diagnosis.

    Umumnya prosedur gastroskopi digunakan untuk menginvestigasi dan mendiagnosis kondisi medis pada saluran sistem pencernaan atau gastrointestinal, termasuk prosedur pengambilan sampel jaringan atau biopsi gastroskopi yang dapat dilakukan jika dirasa perlu. Gastroskopi juga kerap digunakan sebagai tes skrining rutin untuk orang-orang yang memiliki riwayat ulkus atau polip sebagai langkah deteksi dini. Ini dilakukan untuk mengetahui adanya kanker lambung dan untuk memeriksa temuan abnormal yang terdeteksi pada CT-scan atau foto rontgen. Teknik gastroskopi yang digunakan untuk keperluan diagnosis seperti ini disebut gastroskopi diagnostik.

    Gastroskopi diagnostik dapat membantu diagnosis dari banyak kondisi medis terkait perut, misalnya:

    • Tukak saluran pencernaan, yang disebut juga ulkus peptikum atau tukak lambung, merupakan kondisi luka terbuka pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan lambung
    • Penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (disingkat GERD atau GORD), yang diakibatkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan
    • Penyakit Celiac, penyakit terkait konsumsi gluten (protein pada gandum dan sebagian serealia lainnya)
    • Esofagus Barrett, kondisi kerusakan pada bagian bawah esofagus yang menghubungkan mulut dan lambung
    • Hipertensi portal, ketika tekanan darah dalam hati sangat tinggi sehingga menyebabkan varises pada lapisan lambung dan esofagus
    • Kanker perut, ketika pertumbuhan sel-sel abnormal terjadi dalam lambung
    • Kanker esofagus, ketika pertumbuhan sel-sel abnormal terjadi dalam kerongkongan

    Selain itu, prosedur gastroskopi juga dapat digunakan untuk prosedur penanganan kondisi medis tertentu. Teknik gastroskopi yang digunakan sebagai penanganan atas suatu kondisi disebut gastroskopi terapeutik. Beberapa contoh penggunaan gastroskopi terapeutik di antaranya:

    • Menghentikan perdarahan di dalam lambung atau kerongkongan
    • Melebarkan sumbatan pada kerongkongan yang menyebabkan sulit menelan, yang bisa disebabkan oleh penyakit GERD, kanker esofagus, atau akibat radioterapi
    • Mengangkat tumor, memotong polip, atau mengambil benda asing seperti tulang ikan
    • Menyuplai nutrisi jika pasien tidak dapat menelan
  • Pusat endoskopi yang baru direnovasi di Gleneagles Hospital Singapura menyediakan berbagai prosedur endoskopi diagnostik dan terapeutik yang komprehensif, termasuk prosedur gastroskopi. Selain itu, masih ada banyak prosedur lain yang dapat kami layani seperti yang tertera di bawah ini.

    Endoskopi diagnostik:

    • Kolonoskopi, prosedur diagnostik dengan menggunakan alat berupa tabung panjang dan lentur yang disebut kolonoskop. Alat ini didorong masuk ke dalam rektum untuk mendapatkan visualisasi kolon dan rektum
    • Bronkoskopi, tindakan medis untuk memvisualisasikan bagian paru-paru, khususnya trakea dan bronkus. Prosedur ini menggunakan alat yang disebut bronkoskop.
    • Endoskopi kapsul, alat diagnostik yang dilengkapi kamera nirkabel di dalam kapsul yang ditelan pasien. Prosedur noninvasif ini tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa memotret ribuan gambar dari usus kecil.
    • Sistoskopi, untuk memeriksa saluran uretra dan kandung kemih.
    • Ultrasonografi endoskopik atau EUS, suatu alat diagnostik berbentuk tabung tipis dan lentur yang memadukan teknik endoskopi dan USG.
    • Enteroskopi usus halus, teknik endoskopi yang mampu menjangkau usus halus.

    Endoskopi terapeutik:

    • Diseksi submukosa endoskopik atau endoscopic submucosal dissection (ESD), teknik endoskopi terapeutik termutakhir berupa prosedur invasif minimal untuk mengangkat tumor dalam kolon atau anus.
    • Dilatasi striktur esofageal, dengan memasukkan endoskop yang dilengkapi balon di ujungnya yang dapat mengembang untuk memperluas area yang menyempit di esofagus.
    • Pemasangan gastrostomi endoskopik perkutan atau percutaneous endoscopic gastrostomy (PEG), untuk memberikan asupan bagi pasien yang mengalami kesulitan untuk menelan.
    • Pemasangan stent esofageal, untuk memperlebar saluran esofagus yang menyempit.
    • Kolangiopankreatografi retrograd endoskopik atau ERCP, untuk memvisualisasikan saluran empedu dan pankreas dengan memanfaatkan teknik endoskopi dan foto rontgen (sinar-X).

    Dokter spesialis endoskopi terbaik kami akan memberikan layanan konsultasi dan saran penanganan yang paling sesuai bagi Anda. Teknologi mutakhir yang digunakan akan memaksimalkan manfaat yang diterima pasien, baik yang bersifat diagnostik maupun terapeutik, sekaligus meminimalkan efek samping (jika ada). Selain itu, staf kami lainnya yang ramah dan profesional akan memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik di Gleneagles Hospital Singapura.

  • Misi kami adalah membantu Anda mendapatkan penanganan yang paling tepat. Gleneagles Hospital Singapura memiliki sarana dan prasarana yang komprehensif untuk pelaksanaan prosedur gastroskopi. Tim spesialis terbaik dan staf terlatih kami siap membantu dan melayani Anda dengan dukungan teknologi canggih, demi menempatkan kebutuhan Anda sebagai prioritas utama. Keunggulan kami adalah layanan kesehatan yang berkualitas dan disesuaikan secara personal bagi pasien, yang telah menjadi warisan kami selama lebih dari 60 tahun.

    Buat Perjanjian atau Bertanya

  • Spesialis Kami

    Ada 22 SpesialisLihat Semua

    Ada 22 SpesialisLihat Semua