• Gleneagles Singapore

Wasir (Hemoroid)

  • Apakah Itu Wasir?

    Wasir

    Wasir, yang juga disebut hemoroid atau ambeien, adalah pembesaran atau pembengkakan pembuluh darah di sekitar rektum atau anus. Pembuluh darah yang membesar ini dapat digambarkan sebagai bantalan anus. Wasir ada di setiap orang dan tidak selalu menimbulkan keluhan. Wasir dianggap abnormal apabila bantalan anal tersebut membesar serta menyebabkan rasa tidak nyaman dan perdarahan. Hemoroid dapat terjadi di segala usia, tetapi umumnya lebih sering dijumpai pada mereka yang berusia lebih dari 50 tahun.

    Secara umum, wasir dapat dibedakan menjadi dua jenis:

    • Wasir internal, di mana pembengkakan terjadi pada pembuluh darah di dalam anus dan tidak terlihat dari luar
    • Wasir eksternal, di mana pembengkakan terjadi dekat dengan anus dan dapat terlihat dari luar serta terasa nyeri

    Sedangkan dari sisi tingkat keparahan atau stadium, wasir dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

    • Wasir stadium pertama – pembengkakan terjadi di bagian dalam dinding anus, mungkin berdarah, tetapi tidak terlihat dari luar.
    • Wasir stadium kedua – pembengkakan lebih besar dan terdapat benjolan pada anus yang menonjol keluar setelah mengejan, kemudian langsung menghilang seusai buang air besar.
    • Wasir stadium ketiga – terdapat satu atau beberapa benjolan kecil pada anus yang menonjol keluar setelah mengejan dan mungkin menggantung, yang bisa didorong kembali oleh jari tangan untuk kembali masuk ke dalam anus seusai buang air besar.
    • Wasir stadium keempat – benjolan besar menggantung dari anus dan tidak dapat didorong kembali ke dalam.
  • Penyebab wasir belum diketahui pasti. Namun, wasir pada dasarnya terjadi karena adanya pembengkakan pembuluh darah. Lapisan dinding dari pembuluh darah meregang secara berlebihan karena ada tekanan yang kuat, sehingga menyebabkan penonjolan dan peradangan pada pembuluh darah. Tekanan pada bagian akhir rektum ini mungkin terjadi karena aktivitas berikut:

    • Mengejan saat buang air besar
    • Menahan sesuatu, seperti misalnya mengangkat barang berat
    • Berat badan berlebih atau obesitas
    • Kehamilan, di mana rahim yang berkembang dapat menekan pembuluh darah
    • Seks anal

    Selain itu, ada faktor-faktor risiko lain yang dapat berkontribusi menjadi penyebab wasir. Beberapa faktor risiko ini meliputi:

    • Konstipasi (sembelit) atau diare
    • Berdiri atau duduk terlalu lama (termasuk duduk di toilet)
    • Batuk, bersin, atau muntah juga dapat meningkatkan risiko
    • Riwayat keluarga yang menderita wasir.
    • Tumor intraabdominal atau di sekitar panggul (bukan penyebab umum)
    • Pola makan yang rendah serat

    Dengan mengenali faktor risiko penyebab wasir di atas, maka ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko wasir, seperti:

    • Mengubah pola makan menjadi lebih sehat, khususnya dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah-buahan
    • Banyak minum air putih, dengan tujuan memperlunak feses
    • Berolahraga secara teratur
    • Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama
    • Tidak menunda atau menahan buang air besar karena bisa memperkeras feses
    • Tidak mengejan berlebihan saat buang air besar
  • Gejala wasir yang paling umum mencakup:

    • Perubahan kebiasaan buang air besar (konstipasi atau diare)
    • Perubahan pada feses
    • Merasa buang air besar belum tuntas
    • Terdapat darah dalam feses
    • Feses lebih kecil daripada biasanya
    • Gatal, sakit, iritasi, atau bengkak pada anus
    • Benjolan yang tampak nyata pada anus
    • Sakit selama dan sesudah mengejan
    • Berat badan menyusut dan hilang selera makan yang tidak dapat dijelaskan
    • Feses keluar dengan sendirinya dari anus
    • Terdapat lendir setelah buang air besar

    Hal penting lainnya yang perlu dicatat adalah bahwa semua gejala wasir di atas menyerupai gejala kanker kolorektal. Pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan hasil pemeriksaan selengkapnya sebelum mengonfirmasi gejalanya sebagai kondisi wasir.

  • Wasir sering kali sembuh dengan sendirinya. Meskipun begitu, penanganan tetap diperlukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman, mengatasi kondisi yang parah, dan mencegah kekambuhan. Penanganan wasir bergantung pada jenis dan keparahan kondisi wasir pasien. Dokter mungkin merekomendasikan tindakan sederhana, seperti meningkatkan asupan serat dan minum banyak air agar buang air besar menjadi teratur dan tanpa mengejan.

    Namun demikian, jika ini tidak membantu, ada berbagai penanganan wasir lainnya mulai dari pemberian obat wasir hingga operasi wasir. Berikut adalah penanganan yang mungkin dilakukan:

    • Pemberian obat wasir berupa krim, salep, tablet, atau suppositoria (obat yang langsung dimasukkan ke anus) yang biasanya dilakukan untuk menangani wasir kecil
    • Skleroterapi, di mana larutan kimia disuntikkan ke dalam wasir yang menyebabkan wasir menyusut dan lepas (bisa diterapkan untuk wasir stadium pertama dan kedua)
    • Ligasi hemoroid, dengan memasukkan alat khusus ke dalam anus untuk mengikat pembuluh darah yang memasok darah ke wasir
    • Koagulasi, untuk membakar jaringan hemoroid dengan inframerah atau laser
    • Pembedahan atau operasi wasir (hemoroidektomi), biasanya untuk memotong wasir stadium ketiga dan keempat dengan menggunakan berbagai teknik pembedahan
    • Pencahar atau laksatif untuk memperlancar buang air besar

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 23 SpesialisLihat Semua

    Ada 23 SpesialisLihat Semua