• Gleneagles Singapore

Sindrom Iritasi Usus

  • Apakah Itu Sindrom Iritasi Usus?

    Sindrom Iritasi Usus

    Sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan kronis yang memengaruhi usus besar (kolon). Kondisi ini mengganggu fungsi normal kolon dan menyebabkan rasa yang sangat tidak nyaman serta sakit, perubahan kebiasaan buang air besar (konstipasi atau diare), gas perut dalam perut, dan perut kembung. Sindrom iritasi usus besar biasanya memerlukan penanganan jangka panjang, tetapi penyakit ini tidak mengancam nyawa karena tidak menyebabkan kerusakan permanen pada kolon, perdarahan usus, atau komplikasi serius seperti kanker.

  • Tidak terdapat penyebab yang pasti untuk sindrom iritasi usus besar ini, tetapi orang yang menderita penyakit ini cenderung mengalami salah satu kondisi berikut:

    • Makanan melewati usus secara cepat dan paksa, sehingga menyebabkan diare
    • Makanan yang dikeluarkan sangat perlahan melalui usus, sehingga menyebabkan konstipasi.
    • Otot dan saraf sensitif dalam usus, di mana kontraksi berlebihan dari otot-otot ini ketika makan dapat menyebabkan kram pada perut (bagian abdomen atau rongga perut)

    Terdapat faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan sindrom iritasi usus besar, seperti misalnya:

    • Usia muda
    • Memiliki riwayat keluarga yang menderita sindrom iritasi usus besar
    • Menjalani kehidupan penuh stres
    • Menderita infeksi atau peradangan usus
  • Gejala sindrom iritasi usus besar sangat beragam. Gejala sindrom iritasi usus besar dapat berkisar dari tingkat ringan hingga membuat pasien tidak berdaya. Gejala sindrom iritasi usus besar mencakup:

    • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau konstipasi)
    • Perubahan bentuk tinja (berbentuk butiran keras dan kecil atau encer)
    • Merasa seperti terdesak ingin buang air besar
    • Merasa buang air besar belum tuntas sepenuhnya
    • Terdapat lendir dalam tinja
    • Terlalu sering buang gas
    • Perut kembung
    • Rasa nyeri atau kram pada perut (abdomen atau rongga perut)

    Selain gejala-gejala umum yang disebutkan di atas, terdapat juga gejala irritable bowel syndrome yang tidak terlalu umum, seperti kelelahan, sakit punggung, sakit kepala, berkeringat, mual, muntah-muntah, dan rasa nyeri ketika buang air.

    Gejala irritable bowel syndrome mirip dengan gejala kanker kolorektal. Pasien perlu memeriksakan diri ke dokter jika gejala sindrom iritasi usus besar ini muncul dan tak kunjung hilang untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dokter dapat membantu memastikan kondisi medis pasien dengan melakukan berbagai prosedur diagnostik. Ini dilakukan dengan meninjau riwayat kesehatan pasien secara lengkap, melakukan pemeriksaan fisik, dan melaksanakan tes yang dianjurkan.

    Pada dasarnya, tidak ada tes yang dirancang khusus untuk mendiagnosis IBS. Namun, dokter dapat menyarankan tes atau prosedur untuk mencoret kondisi medis lainnya. Prosedur yang biasanya disarankan meliputi:

    • Tes darah, untuk memeriksa anemia, infeksi, dan peradangan
    • Tes feses (kotoran), untuk memeriksa darah dalam feses, tanda infeksi, atau ciri penyakit lainnya
    • Tes napas hidrogen, untuk memeriksa pertumbuhan berlebihan dari bakteri di usus kecil atau adanya intoleransi laktosa dan/atau fruktosa
    • Endoskopi gastrointestinal bagian atas dan biopsi, untuk memeriksa penyakit Celiac
    • Kolonoskopi, untuk memeriksa kanker kolorektal atau penyakit peradangan usus
  • IBS tidak dapat disembuhkan. Pilihan penanganan biasanya bertujuan untuk mengatasi gejala sindrom iritasi usus besar yang dihadapi pasien dan menghindari faktor-faktor risiko yang memicu kemunculan sindrom iritasi usus besar. Dokter akan menyarankan rencana penanganan atau terapi yang paling sesuai bagi pasien, yang mungkin mencakup kombinasi dari gaya hidup, aktivitas, dan obat-obatan di bawah ini.

    Gaya hidup

    • Berolahraga secara teratur
    • Menjaga tingkat stres
    • Tidur cukup
    • Membuat catatan tentang gejala yang dialami untuk membantu mengidentifikasi faktor pemicu

    Pola makan

    • Mengurangi atau menghindari alkohol, makanan berlemak, cokelat, dan kopi
    • Makan banyak buah-buahan dan sayuran yang tinggi serat
    • Makan dengan porsi yang lebih kecil

    Obat-obatan dan suplemen

    • Obat-obatan antispasmodik, untuk merilekskan otot pada dinding usus besar
    • Antibiotik, untuk menangani pertumbuhan bakteri jahat dalam usus
    • Probiotik, yang dapat mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar
    • Obat-obatan lain yang membantu meredakan konstipasi, diare, atau sakit dan kram perut

    Mencari Keterangan Temukan Dokter

  • Pasien yang mengidap IBS lebih rentan untuk mengalami kondisi berikut:

    • Rasa sakit kronis, seperti rasa nyeri di sekujur tubuh (fibromialgia), sindrom kelelahan kronis, dan sakit kronis pada panggul
    • Penyakit sistem pencernaan, seperti rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (dispepsia), penyakit refluks gastroesofegal (GERD), wasir, dan lainnya
    • Kekurangan gizi
    • Kecemasan dan depresi yang mengganggu interaksi sosial

    Selain itu, ada beberapa kondisi medis lainnya yang memiliki gejala serupa dengan gejala sindrom iritasi usus besar, seperti penyakit Celiac, radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD), kanker kolorektal, dan infeksi pada perut atau usus.

    Mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Mencari Keterangan Temukan Dokter

  • Spesialis Kami

    Ada 22 SpesialisLihat Semua

    Ada 22 SpesialisLihat Semua