• Gleneagles Singapore

Sirosis Hati

  • Apakah Itu Sirosis Hati?

    Penyakit sirosis hati

    Sirosis hati atau sirosis liver adalah rusaknya jaringan pada liver karena terbentuknya jaringan parut atau disebut dengan “fibrosis”. Terbentuknya jaringan parut ini dapat disebabkan banyak hal, mulai dari konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka panjang hingga infeksi hepatitis. Organ hati sendiri menjalankan banyak fungsi penting, termasuk pengaturan metabolisme, sintesis protein, penyimpanan vitamin dan zat besi, produksi empedu, serta pembuangan racun dari tubuh.

    Sirosis hati terjadi ketika jaringan dalam hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut yang mengganggu fungsi hati. Setiap kali organ hati mendapat kerusakan –baik karena penyakit, konsumsi alkohol berlebihan, maupun sebab lainnya–, organ hati akan memperbaiki kerusakan tersebut dengan sendirinya. Proses perbaikan ini akan menyebabkan jaringan parut muncul. Seiring sirosis hati berkembang, semakin banyak jaringan parut yang terbentuk, sehingga membuat hati tidak dapat berfungsi dengan baik. Situasi ini dapat menyebabkan komplikasi parah atau bahkan kondisi gagal hati yang bisa berakibat fatal.

  • Penyebab sirosis hati berbeda-beda pada setiap kasus. Ada berbagai macam kemungkinan penyebab sirosis hati, mulai dari penyakit tertentu hingga kondisi organ hati. Penyebab sirosis hati yang utama mencakup:

    • Kecanduan alkohol
    • Infeksi hepatitis B dan C
    • Hepatitis autoimun, yaitu penyakit hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang ada dalam tubuh sendiri
    • Penumpukan lemak dalam liver atau penyakit hati berlemak nonalkohol
    • Masalah pada kantung empedu, meliputi kondisi saluran empedu yang kurang baik atau tersumbat yang menyebabkan empedu tertimbun di dalam hati, rusaknya saluran empedu dalam jangka panjang (sirosis bilier primer), atau penebalan dan terbentuknya jaringan parut pada saluran empedu (kolangitis sklerosis primer)
    • Infeksi seperti sifilis, brucellosis, atau schistosomiasis yang biasa ditemukan di negara-negara berkembang
    • Penumpukan zat besi dalam tubuh (hemokromatosis)
    • Penumpukan zat tembaga dalam liver atau penyakit Wilson
    • Konsumsi obat-obatan, termasuk methotrexate atau isoniazid
    • Paparan racun dari lingkungan yang terjadi secara berkala
    • Kelainan pencernaan genetis (sindrom Alagille), kelainan metabolisme gula bawaan (galaktosemia atau penyakit penyimpanan glikogen)
    • Penyakit diabetes
    • Obesitas atau kelebihan berat badan, karena dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak dalam hati
  • Pasien sirosis liver mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun pada stadium awal. Seiring sirosis hati berkembang dan kerusakan hati sudah cukup parah, pasien mungkin mengalami gejala sirosis hati seperti berikut:

    • Feses berwarna hitam
    • Perubahan dalam kepribadian dan kebingungan pada kasus yang parah
    • Kelelahan dan rasa lemas
    • Penumpukan cairan dalam abdomen (asites)
    • Kulit gatal
    • Penyakit kuning (warna kekuningan pada kulit dan mata)
    • Berat badan menyusut dan hilangnya selera makan
    • Rasa mual
    • Terdapat bercak merah seperti laba-laba pada dada dan punggung (angioma laba-laba atau spider angioma)
    • Pembengkakan pada kaki, betis, atau pergelangan kaki (edema)
    • Mudah bengkak dan memar
    • Telapak tangan berwarna kemerahan
    • Muntah darah
    • Sulit tidur
    • Penurunan berat badan
    • Bagi wanita, hilangnya menstruasi yang tidak terkait menopause
    • Bagi pria, hilangnya gairah seksual, pembesaran dada (ginekomastia), atau atropi testikuler

    Ketika pasien merasakan gejala sirosis hati di atas, pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat sekaligus mengantisipasi risiko terjadinya komplikasi penyakit lain akibat sirosis hati. Dokter akan melakukan prosedur diagnostik yang mencakup:

    • Pemeriksaan fisik, untuk mengetahui riwayat medis dan mendeteksi gejala sirosis hati secara fisik seperti pembengkakan dan penguningan.
    • Endoskopi, untuk memeriksa kondisi kerongkongan dan lambung dengan alat bernama endoskop yang dilengkapi kamera. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi salah satu gejala sirosis hati, yaitu pembengkakan pembuluh darah (varises).
    • Tes darah, untuk mengecek kondisi fungsi hati, seperti kadar kreatinin, bilirubin, dan lainnya.
    • Tes pencitraan, seperti penggunaan elastografi resonansi magnetik atau magnetic resonance elastography (MRE) untuk mengetahui adanya pengerasan pada hati. Tes pemindaian lainnya dapat dilakukan seperti MRI, CT-scan, dan foto rontgen.
    • Biopsi, untuk mengambil sampel jaringan hati yang akan diperiksa dalam laboratorium.
  • Kerusakan hati yang disebabkan sirosis hati tidak dapat dipulihkan. Namun demikian, ada beberapa alternatif penanganan atau pengobatan sirosis hati untuk mencegah atau menunda kerusakan dan komplikasi lebih jauh. Penanganan ini tergantung pada penyebab dan tahap perkembangan sirosis hati.

    Untuk sirosis tahap awal, pengobatan sirosis hati mencakup:

    • Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol untuk sirosis yang disebabkan oleh konsumsi alkohol secara berlebihan
    • Memperbaiki gaya hidup dan pola makan untuk menurunkan berat badan serta mengontrol kandungan gula darah, khususnya bagi mereka yang menderita sirosis yang disebabkan oleh obesitas
    • Obat-obatan untuk mengontrol hepatitis, untuk membatasi kerusakan lebih jauh pada hati yang disebabkan hepatitis B atau C
    • Obat-obatan untuk menangani penyebab dan gejala sirosis lainnya, seperti misalnya mengobati sirosis bilier primer pada kantung empedu untuk mengurangi perkembangan sirosis hati secara signifikan

    Dokter juga mungkin menganjurkan penanganan untuk mengatasi komplikasi atau penyakit terkait sirosis hati, seperti misalnya:

    • Sirosis yang disebabkan oleh penyakit Wilson diterapi dengan pengobatan yang dapat membuang zat tembaga
    • Diet rendah garam atau pemberian jenis obat diuretik untuk membantu pemulihan asites dan edema
    • Obat darah tinggi untuk mengontrol tekanan darah tinggi dalam pembuluh darah yang menyuplai hati dan mencegah perdarahan yang parah
    • Antibiotik untuk menangani infeksi, juga ada kemungkinan pemberian vaksin tertentu

    Prosedur lain yang mungkin disarankan adalah transplantasi hati. Transplantasi hati adalah prosedur penggantian hati pasien dengan hati donor yang didapatkan dari orang yang sudah meninggal, atau sebagian organ hati dari donor yang masih hidup. Prosedur ini mungkin diperlukan untuk pasien sirosis hati stadium akhir, di mana kerja organ hati sudah tidak dapat berfungsi lagi. Sirosis liver merupakan salah satu alasan paling umum untuk menjalani transplantasi hati.

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Komplikasi dan penyakit terkait sirosis hati mencakup:

    • Ensefalopati hepatik

      Merupakan kondisi ketika seseorang mengalami perubahan kepribadian atau kelainan neuropsikiatri (gejalanya termasuk kebingungan, gangguan kesadaran, dan penurunan intelektual) akibat tingkat toksin yang tinggi dalam darah dan otak. Ini diakibatkan tingginya kadar amonia dalam darah yang juga memengaruhi otak, dikarenakan organ hati tidak bisa memecah zat ini sebagaimana normalnya.

    • Tekanan darah tinggi di hati (hipertensi portal)

      Kondisi ini menyebabkan adanya penyumbatan aliran darah melalui hati karena tingginya tekanan pada pembuluh vena. Penyumbatan mengakibatkan pembesaran pembuluh darah (varises) yang ada pada kerongkongan, perut, atau, usus. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah serta perdarahan internal.

    • Peningkatan risiko kanker hati, yang merupakan pertumbuhan jaringan tidak normal dalam hati di mana sel-sel dalam hati bermutasi dan membentuk tumor

    • Pembesaran limpa (splenomegali), suatu kondisi sel darah putih dan trombosit terperangkap akibat tekanan pembuluh darah yang berlebih

  • Spesialis Kami

    Ada 23 SpesialisLihat Semua

    Ada 23 SpesialisLihat Semua