• Gleneagles Singapore

Polycystic Ovary Syndrome

  • Apakah Sindrom Ovarium Polisistik itu?

    Sindrom Ovarium Polisistik adalah gangguan hormon yang umum pada wanita yang sudah cukup usia untuk hamil. Telur dalam indung telur tidak mencapai masa dewasa dan tidak dilepaskan, tetapi membentuk kista kecil dalam indung telur. Indung telur dapat membesar, dengan banyak kista kecil di bagian luar. Gangguan ini dikaitkan dengan berkurangnya kesuburan, dan siklus haid yang tidak teratur dengan aliran haid yang sedikit. Wanita yang mengalami gangguan ini mungkin sulit hamil, karena mereka jarang mencapai masa ovulasi (pelepasan telur). Wanita yang mengalami Sindrom Ovarium Polisistik dapat memiliki tingkat hormon androgen pria yang lebih tinggi dan mengalami masalah dalam memproduksi insulin.

  • Penyebab pasti dari Sindrom Ovarium Polisistik tidak diketahui, meskipun kemungkinan akibat faktor genetika dan lingkungan.

  • Gejala Sindrom Ovarium Polisistik mencakup:

    • Jerawat (spots), pertumbuhan rambut yang berlebihan pada tubuh, penipisan rambut di kepala (kerontokan rambut pola pria), payudara mengecil, dan suara menjadi lebih berat —semua gejala ini terkait dengan peningkatan level hormon androgen, yang menyebabkan pengembangan karakteristik jenis kelamin pria.
    • Ketombe.
    • Tekanan darah tinggi.
    • Kolesterol tinggi.
    • Peningkatan level insulin.
    • Kemandulan.
    • Masa haid tidak teratur — mungkin mengalami haid yang tidak teratur atau tidak haid, atau fase haid yang sangat sedikit atau sangat banyak untuk waktu yang lama.
    • Obesitas dan berat badan bertambah.
    • Kulit berminyak.
  • Terapi bervariasi, tergantung pada gejala yang paling mengganggu Anda:

    • Terapi hormon mungkin diperlukan selain berolahraga dan penurunan berat badan untuk mencapai siklus haid normal — minum pil KB dapat membantu mengatur siklus haid.
    • Fertilisasi in Vitro (IVF) mungkin diperlukan jika pembedahan tidak berhasil mengatasi kemandulan.
    • Pembedahan lubang kunci laparoskopik pada indung telur polisistik mungkin diperlukan jika pengobatan gagal.
    • Pengobatan untuk menginduksi ovulasi mungkin diperlukan untuk merawat kemandulan.
    • Sebagian pil KB dapat menurunkan level hormon pria untuk mengurangi rambut pada wajah, noda dan penipisan rambut.
    • Mengurangi berat badan, pola makan yang sehat dan berolahraga — siklus haid normal mungkin dapat dicapai dengan berolahraga dan menurunkan berat badan, kemungkinan dapat mengembalikan kesuburan dengan siklus haid normal.
  • Karena gangguan hormon dalam sindroma indung telur polisistik, termasuk insulin, Anda mungkin berisiko mengalami sindroma resistansi insulin. Insulin adalah hormon yang penting untuk metabolisi karbohidrat dan menjaga level gula darah.

    Karena wanita yang mengalami sindroma indung telur polisistik sering menolak insulin, maka terdapat peningkatan risiko pengembangan diabetes jenis 2, penyakit jantung dan stroke pada usia yang lebih muda. Komplikasi lainnya mencakup:

    • Kanker uterus (rahim).
    • Tekanan darah tinggi.
    • Kolesterol tinggi.
  • Spesialis Kami

    Tidak ada spesialis (s) ditemukan.

  • Artikel Kesehatan