• Gleneagles Singapore

Ikontinensi Air Kemih 

  • Apakah yang dimaksudkan dengan Inkontinensia Urin?

    Inkontinensia Urin adalah ketidakmampuan mengendalikan buang air kecil dari kantung kemih Anda. Saat kita bertambah tua, kendali kantung kemih yang memburuk menjadi semakin umum, karena otot dasar pelvik menjadi semakin lemah. Inkontinensia Urin adalah masalah umum dan dapat berkembang pada usia berapa pun.

    Jenis Inkontinensia Urin yang umum mencakup:

    • Inkontinensia Melimpah — Terjadi sedikit kebocoran air kemih sepanjang hari.
    • Inkontinensia Stress — Terjadi sedikit kebocoran air kemih ketika batuk, tertawa, bersin, atau berolahraga.
    • Inkontinensia Mendesak — Sering dan terdesak untuk buang air kecil
  • Penyebab umum Inkontinensia Urin mencakup:

    • Bagi pria dan wanita — Kanker Kantung Kemih, Batu Kantung Kemih, Gangguan Saraf atau penuaan.
    • Pada pria — Prostatitis, Pembesaran Prostat atau Kanker Prostat.
    • Pada wanita — Kehamilan dan melahirkan, Histerektomi, Menopause atau Sindroma Kantung Kemih yang Menyakitkan (Interstitial Cystitis).

    Sebagian penyebab temporer Inkontinensia Urin , mencakup asupan alkohol, cairan yang berlebihan, kafein, pengobatan, infeksi saluran air kemih atau konstipasi.

  • Kisaran gejala dari kebocoran air kemih yang terjadi sesekali ketika Anda batuk atau bersin, hingga merasa sangat terdesak untuk buang air kecil yang tiba-tiba menyerang dengan kuat dan Anda harus tergesa-gesa ke toilet.

  • Terapi akan tergantung pada jenis, keparahan dan penyebab Inkontinensia Urin . Inkontinensia Urin yang disebabkan oleh infeksi, batu ginjal atau efek samping pengobatan, sering teratasi setelah masalah awalnya dirawat. Terapi lainnya mencakup:

    • Penanganan yang konservatif:
      1. Biofeedback, yaitu sensor elektronik yang merekam impulsi saraf dan kontraksi otot — memantau impulsi ini dan belajar mengendalikannya, dapat membantu mengendalikan buang air kecil.
      2. Stimulasi listrik (tens) untuk memperkuat otot pada inkontinensi stress atau terdesak.
      3. Latihan kegel yang mudah untuk memperkuat pelvic floor dan otot sphincter.
    • Alat kontinensi untuk membantu memposisikan kembali dan menstabilkan kantung kemih dan urethra:
      1. Substansi padat seperti kolagen atau substansi artifisial untuk memberikan penyangga ke uretra untuk mengurangi inkontinensi stress.
      2. Pessary (cincin semi-kaku) ditempatkan dalam vagina untuk memposisikan kembali uretra dan mengurangi kebocoran inkontinensi stress.
    • Pengobatan:
      1. Terapi penggantian hormon untuk membantu memulihkan fungsi kantung kemih yang normal.
      2. Untuk menghambat aktivitas kantung kemih yang berlebihan dengan cara menstabilkan kontraksi otot.
      3. Untuk melemaskan otot sehingga memungkinkan pengosongan kantung kemih yang lebih tuntas.
    • Perawatan pembedahan:
      1. Kateterisasi (memasukkan tabung tipis ke dalam kantung kemih) bagi wanita yang kantung kemihnya gagal mengosongkan secara tuntas, karena kehilangan kekenyalan otot, sebelum pembedahan atau cedera tulang belakang; kateter dimasukkan ke dalam uretra dan memungkinkannya untuk dibuang ke dalam kantung yang dilekatkan pada kaki.
      2. Penempatan pubo-vaginal sling (‘hammock’) di bawah kantung kemih untuk memberikan penyangga.
      3. Penempatan sphincter artifisial (cincin yang melingkari urethra); cincin dapat secara manual digelembungkan untuk menutup sekeliling uretra dan mencegah kebocoran air kemih.
      4. Sutura (benang) untuk menstabilkan kantung kemih dengan cara melekatkannya ke struktur di sekitarnya, seperti otot, jaringan atau tulang.

    Kombinasi terapi ini mungkin diperlukan, dan terapi disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri.

  • Spesialis Kami

    Tidak ada spesialis (s) ditemukan.

  • Artikel Kesehatan