Dislokasi Bahu - Diagnosis & Penanganan

Bagaimana cara mendiagnosis dislokasi bahu?

Dislokasi bahu dapat didiagnosis dengan:

Bagaimana cara menangani dislokasi bahu?

Dislokasi bahu tergolong kondisi darurat medis. Jika lebih cepat tertangani, risiko kerusakan tulang rawan dan artritis pasca-trauma akan makin kecil. Peluang tulang dapat kembali ke posisinya tanpa bedah juga lebih besar.

Selama penanganan dislokasi bahu:

  • Anda akan diberi obat penenang dan obat pereda nyeri.
  • Secara hati-hati, dokter akan mengembalikan posisi tulang lengan ke mangkuk sendi bahu seperti semula. Jika posisinya sudah kembali benar, nyeri akan berkurang.
  • Pemindaian atau rontgen mungkin diperlukan untuk memastikan posisinya sudah kembali seperti semula.

Penyembuhan dislokasi bahu

Penyembuhan gangguan ini membutuhkan waktu beberapa minggu.

  • Selama masa penyembuhan, Anda mungkin perlu mengenakan bidai atau penyangga lengan kira-kira selama seminggu guna membantu proses penyembuhan dan mengurangi nyeri.
  • Anda mungkin akan diminta mengompres bahu yang cedera dengan es selama 3–4 kali sehari.
  • Sebaiknya lakukan gerakan-gerakan ringan agar bahu tidak kaku.
  • Anda mungkin perlu membuat janji temu lanjutan untuk memantau progres penyembuhan serta menjalani terapi fisik untuk memulihkan fungsi bahu dan mencegah kambuhnya dislokasi.

Konsultasikan dengan dokter sebelum kembali melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan tekanan pada bahu. Contohnya adalah berolahraga, berkebun, mengangkat benda berat, atau menjangkau benda di ketinggian.

Pembedahan untuk dislokasi bahu

Biasanya, dislokasi bahu tidak sampai membutuhkan bedah, terutama jika gangguan ini baru terjadi pertama kali. Jika dislokasi bahu ditangani dengan segera, fungsi bahu dapat sepenuhnya kembali seperti semula.

Dalam kasus kambuhnya dislokasi, pemindaian pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau CT scan (pemindaian tomografi terkomputasi) mungkin diperlukan untuk melihat ada tidaknya cedera pada labrum (tulang rawan di sekitar sendi peluru) dan manset rotator serta ada tidaknya keretakan pada mangkuk sendi (glenoid) dan bonggol (kepala humerus).

Jika demikian, penanganan lewat bedah mungkin diperlukan. Prosedur ini umumnya berupa bedah artroskopi (lubang kunci). Apabila kondisinya parah, bedah rekonstruksi terbuka mungkin diperlukan.

Halaman ini telah ditinjau oleh peninjau konten medis kami.

Perlu bantuan?


Untuk mengajukan pertanyaan, hubungi
+65 6575 7575

Untuk membuat janji temu, hubungi kami via WhatsApp di nomor
+65 8111 9777