Deteksi Dini 50 Jenis Kanker dengan Tes Darah di Singapura

Sumber: Getty Images

Deteksi Dini 50 Jenis Kanker dengan Tes Darah di Singapura

Terakhir diperbarui: Jumat, 16 Oktober 2026 | 11 menit waktu membaca
Add as a preferred source on Google

Apa itu tes MCED, seberapa akurat hasilnya, dan siapa yang dapat mempertimbangkannya? Kenali cara kerja tes deteksi dini multi-kanker dan bagaimana tes ini melengkapi skrining kanker rutin di Singapura.

Tes deteksi dini multi-kanker (multi-cancer early detection/MCED) adalah tes darah yang mencari sinyal kanker melalui fragmen DNA yang beredar dalam aliran darah. Di Singapura, tes MCED tersedia melalui pusat Executive Health Screeners di Mount Elizabeth Hospitals dan Gleneagles Hospital. Dengan satu sampel darah, tes ini dapat memeriksa sinyal yang berkaitan dengan hingga 50 jenis kanker.

Tes ini juga tersedia di lebih dari 40 klinik Parkway Shenton serta Parkway MediCentre di Singapura.

Dr Tan Min-Han, pendiri LucenceINSIGHT—tes MCED yang digunakan dalam pemeriksaan ini—menjelaskan bahwa 50 jenis kanker yang dicakup tes tersebut mewakili lebih dari 95% kasus kanker. Namun, sejumlah kanker dalam cakupan tersebut, seperti kanker paru-paru, liver, dan pankreas, belum memiliki skrining rutin untuk populasi umum.

Tes MCED dirancang untuk melengkapi skrining rutin, seperti mamografi, kolonoskopi, dan gastroskopi, bukan menggantikannya.

Apa itu tes MCED?

MCED adalah singkatan dari multi-cancer early detection atau deteksi dini multi-kanker. Tes skrining ini menggunakan sampel darah untuk mencari sinyal yang berkaitan dengan beberapa jenis kanker sekaligus, bahkan sebelum gejala muncul. Pengambilan dan analisis sampel darah ini termasuk pendekatan yang dikenal sebagai biopsi cair (liquid biopsy).

Sebagian besar tes skrining dirancang untuk memeriksa satu jenis kanker, misalnya mamografi untuk kanker payudara. Sementara itu, tes MCED mencari sinyal yang berkaitan dengan beberapa jenis kanker melalui satu sampel darah.

Tes MCED ini menggunakan LucenceINSIGHT, yang dikembangkan oleh Lucence. Bergantung pada panel yang dipilih, tes dapat memeriksa 6, 12, atau hingga 50 jenis kanker.

MCED merupakan tes skrining, bukan tes diagnostik. Hasil positif berarti diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah kanker benar-benar ada.

Bagaimana cara kerja tes MCED dan apa bedanya dengan tes penanda tumor konvensional?

Pengambilan darah untuk tes MCED dilakukan seperti tes darah biasa, kemudian sampel dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

Sel kanker dapat melepaskan fragmen DNA yang mengalami perubahan ke dalam aliran darah. Fragmen ini dikenal sebagai circulating tumour DNA (ctDNA). Laboratorium menggunakan teknologi pengurutan DNA (sequencing) untuk mendeteksi fragmen tersebut, kemudian analisis komputer berbasis machine learning untuk memperkirakan bagian tubuh yang mungkin berkaitan dengan sinyal kanker. Hasil biasanya tersedia dalam sekitar 15–18 hari kerja.

MCED vs. tes penanda tumor konvensional

Tes MCED berbeda dari tes penanda tumor yang lebih dikenal, seperti CA19-9 atau CA125. Tes penanda tumor mengukur protein yang kadarnya dapat meningkat pada kondisi tertentu, termasuk beberapa jenis kanker. Namun, peningkatan penanda tumor tidak selalu berarti kanker karena kondisi non-kanker juga dapat memengaruhinya. Sebaliknya, MCED menganalisis perubahan genetik pada fragmen DNA.

Karena itu, MCED dapat mendeteksi sinyal yang berkaitan dengan berbagai kanker, antara lain kanker payudara, kerongkongan, lambung, tumor stroma gastrointestinal (GIST), paru-paru, saluran empedu, kolorektal, nasofaring, liver, pankreas, serviks, dan prostat, serta jenis lainnya.

Mengapa deteksi dini kanker penting?

Singapore Cancer Registry Annual Report 2023 mencatat bahwa sekitar 50 orang di Singapura didiagnosis kanker setiap hari. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa satu dari empat penduduk Singapura dapat mengalami kanker sebelum usia 75 tahun.

Stadium saat kanker ditemukan dapat memengaruhi hasil pengobatan. Menurut Cancer Research UK, di Inggris, sekitar 9 dari 10 orang dengan kanker usus stadium 1 hidup setidaknya lima tahun setelah diagnosis. Pada kanker usus stadium 4, angkanya sekitar 1 dari 10 orang.

Skrining rutin di Singapura saat ini berfokus pada kanker payudara, serviks, dan kolorektal. Untuk kanker lain—seperti kanker pankreas, liver, kerongkongan, dan lambung—belum tersedia tes skrining rutin yang direkomendasikan bagi populasi umum. Di sinilah tes MCED berpotensi melengkapi pendekatan skrining yang sudah ada.

Kanker juga menjadi perhatian yang terus berkembang di Indonesia dan Asia Tenggara

Airplane in Flight on Clear Blue Sky Day

Kanker menjadi tantangan kesehatan yang semakin penting di Asia Tenggara, dan sebagian kasus baru ditemukan pada stadium lanjut.

Menurut estimasi GLOBOCAN 2024 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan terdapat 474.083 kasus kanker baru di Indonesia, 177.404 di Vietnam, dan 149.852 di Filipina pada 2024.

Kanker payudara, paru-paru dan kolorektal termasuk jenis kanker yang paling banyak ditemukan di ketiga negara tersebut. Kanker liver juga termasuk di antaranya. Seperti kanker pankreas, kanker liver, belum memiliki tes skrining populasi umum yang rutin direkomendasikan.

  • Indonesia: Tanpa perubahan strategi, Rencana Kanker Nasional 2024–2034 memproyeksikan jumlah kasus dan kematian akibat kanker dapat meningkat 63% antara 2025 dan 2040.

  • Vietnam: Kanker liver dan lambung termasuk dalam lima kanker dengan kasus baru terbanyak, bersama kanker payudara, paru-paru, dan kolorektal.

  • Filipina: Kanker payudara mencakup hampir satu dari tiga kasus kanker pada perempuan. Sebuah tinjauan pada 2022 melaporkan bahwa sekitar 53% pasien kanker payudara dan 75% pasien kanker serviks didiagnosis pada stadium lanjut.

Kanker yang ditemukan pada stadium lanjut umumnya lebih sulit ditangani. Karena itu, deteksi lebih awal menjadi penting. Tes MCED dirancang untuk digunakan bersama skrining rutin, bukan sebagai penggantinya.

Berdomisili di Indonesia, Vietnam, atau Filipina dan ingin melakukan tes MCED di Singapura? Lihat informasi lokasi layanan di bawah atau kunjungi Panduan Pasien Internasional kami untuk bantuan pengaturan janji temu.

Jenis kanker apa saja yang dapat dideteksi melalui tes MCED?

What cancers can MCED test detect?

Jenis kanker yang dicakup bergantung pada panel tes yang dipilih:

  • MCED 6: kanker payudara, usus besar, liver, paru-paru, pankreas, dan tiroid.

  • MCED 12: mencakup 12 jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, liver, paru-paru, nasofaring, pankreas, lambung, dan tiroid. Untuk perempuan, panel ini mencakup kanker payudara, serviks, endometrium, dan ovarium; untuk laki-laki, mencakup kanker kandung kemih, ginjal, kerongkongan, dan prostat.

  • MCED 50: mencakup hingga 50 jenis kanker. Selain jenis yang disebutkan di atas, panel ini juga mencakup kanker darah dan sistem limfatik, seperti limfoma dan leukemia; melanoma kulit dan mata; kanker kepala dan leher; sarkoma tulang dan jaringan lunak; serta kanker testis, penis, dan vulva.

Cakupan setiap panel dapat berbeda. Konsultasikan dengan dokter untuk memahami panel yang sesuai dan keterbatasan tes.

Siapa yang dapat mempertimbangkan tes MCED?

Tes MCED dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap pemeriksaan skrining yang sudah ada, seperti mamografi and kolonoskopi, dan gastroskopi, bagi:

  • Orang berusia 40 tahun ke atas yang tidak memiliki riwayat kanker pribadi
  • Orang dengan risiko kanker yang lebih tinggi, misalnya memiliki riwayat kanker dalam keluarga

Kebutuhan skrining setiap orang berbeda, bergantung pada usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, dan faktor risiko. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui apakah tes MCED sesuai untuk Anda.

Apakah MCED dapat membuat skrining kanker lebih mudah diakses?

Survei Kesehatan Populasi Nasional Kementerian Kesehatan Singapura tahun 2022 menemukan bahwa hampir 40% perempuan berusia 50–69 tahun menjalani mamografi dalam dua tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum menjalani skrining sesuai jadwal yang dianjurkan.

“Lebih dari enam dari sepuluh perempuan Singapura memilih untuk tidak menjalani mamografi,” ujar Dr Tan. Ia juga menyebutkan bahwa kepatuhan untuk menjalani kolonoskopi secara berkala masih relatif rendah.

Tes seperti MCED dapat menjadi pilihan tambahan bagi orang yang merasa pemeriksaan skrining konvensional tidak nyaman atau sulit dilakukan. Namun, tes ini tetap perlu digunakan sesuai anjuran dokter dan tidak menggantikan pemeriksaan rutin yang direkomendasikan.

Apakah tes MCED dapat menggantikan kolonoskopi, gastroskopi, atau mamografi?

Tidak. Tes MCED tidak menggantikan pemeriksaan skrining kanker rutin.

Mamografi, tes imunokimia feses (FIT), kolonoskopi, dan gastroskopi direkomendasikan berdasarkan usia dan faktor risiko. Masing-masing dirancang untuk mendeteksi kanker tertentu. Kolonoskopi dan gastroskopi juga dapat menemukan serta mengangkat polip prakanker selama prosedur.

How often to do colonoscopy

Sebagai contoh, orang berusia 50 tahun ke atas dengan risiko rata-rata dianjurkan mulai menjalani skrining kanker kolorektal, misalnya melalui kolonoskopi. Tes MCED dapat dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan pengganti skrining tersebut.

Dr Tan Min-Han menjelaskan bahwa tujuannya bukan menggantikan metode yang sudah terbukti bermanfaat, melainkan membantu mengisi celah deteksi pada jenis kanker yang belum memiliki skrining rutin untuk populasi umum.

Seberapa akurat tes MCED?

Dua ukuran digunakan untuk menjelaskan kinerja tes skrining:

  • Spesifisitas: kemampuan tes memberikan hasil negatif pada orang yang tidak memiliki kanker. Spesifisitas 99% berarti sekitar 1 dari 100 orang yang tidak memiliki kanker dapat memperoleh hasil positif palsu.
  • Sensitivitas: kemampuan tes mendeteksi kanker pada orang yang memang memilikinya. Sensitivitas yang lebih rendah berarti sebagian kanker dapat tidak terdeteksi (hasil negatif palsu).

Dalam studi validasi LucenceINSIGHT yang dilaporkan dalam abstrak konferensi di Journal of Clinical Oncology pada 2024, tes ini memiliki spesifisitas 99,0% dan sensitivitas keseluruhan 80,9%. Studi tersebut membandingkan sampel darah dari 313 donor sehat dengan sampel dari 288 orang yang telah didiagnosis kanker. Karena itu, hasilnya pada populasi skrining rutin dapat berbeda.

Dr Tan menyebutkan bahwa mamografi memiliki spesifisitas 92%. Artinya, sebagian orang yang hasilnya positif dapat memerlukan pemeriksaan lanjutan meskipun tidak ditemukan kanker.

MCED merupakan perkembangan dalam pendekatan skrining kanker dan berpotensi menawarkan pilihan tambahan melalui tes darah. Namun, tes ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kanker secara mandiri.

Dr Tan menyampaikan bahwa kanker memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi ada alasan untuk tetap berharap karena sebagian kanker dapat diobati, terutama ketika ditemukan lebih awal.

Di mana orang Indonesia dapat melakukan tes MCED di Singapura?

What does MCED stand for and where to get in Singapore

Tes MCED tersedia di pusat Executive Health Screeners di Mount Elizabeth Hospitals dan Gleneagles Hospital. Parkway Shenton juga menawarkan paket skrining kanker, sementara Parkway MediCentre menyediakan tes MCED sebagai bagian dari paket pemeriksaan kesehatannya.

Bagi pasien dari Indonesia, Vietnam, atau Filipina, sampel darah dapat diambil selama kunjungan ke Singapura. Hasil biasanya tersedia dalam 15–18 hari kerja. Panduan Pasien Internasional dapat membantu koordinasi janji temu, dan tim pasien internasional dapat menjelaskan bagaimana hasil akan ditinjau bersama dokter setelah Anda kembali ke negara asal.

Informasi dan janji temu untuk penduduk Singapura

Parkway Shenton

WhatsApp: +65 8660 0090

Parkway MediCentre

WhatsApp: +65 9177 9045

Mount Elizabeth Hospitals dan Gleneagles Hospital

Executive Health Screeners: +65 6280 0090

Informasi dan janji temu untuk pasien internasional

Indonesia: +62 812 8375 7583
Filipina: +63 917 635 7156

Negara lain: kunjungi Panduan Pasien Internasional.

Pertanyaan umum seputar tes MCED (FAQ)

Dr Kristine Xie, dokter keluarga di Parkway Shenton, menjawab sejumlah pertanyaan umum tentang tes deteksi dini multi-kanker (MCED).

What is cancer screening

Apa kepanjangan MCED?

MCED adalah singkatan dari multi-cancer early detection atau deteksi dini multi-kanker. Istilah ini merujuk pada tes darah yang mencari sinyal beberapa jenis kanker sekaligus, sebelum gejala muncul.

Bisakah satu tes darah mendeteksi berbagai jenis kanker?

Ya. Tes MCED mencari sinyal yang berkaitan dengan beberapa jenis kanker melalui satu sampel darah. Hasil positif tidak memastikan seseorang menderita kanker; pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah kanker ada dan bagian tubuh mana yang mungkin terlibat.

Apa yang dimaksud dengan skrining kanker?

Skrining kanker adalah pemeriksaan pada orang yang belum memiliki gejala untuk mencari kanker atau perubahan prakanker. Tujuannya adalah menemukan masalah sedini mungkin, saat penanganan cenderung memberikan hasil yang lebih baik. Contohnya adalah mamografi untuk kanker payudara, Pap smear dan tes HPV untuk kanker serviks, serta tes imunokimia feses atau kolonoskopi untuk kanker kolorektal. Skrining bukan diagnosis; hasil abnormal perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan lanjutan.

Apakah tes MCED akurat?

Dalam studi validasi LucenceINSIGHT, tes ini memiliki spesifisitas 99,0% dan sensitivitas keseluruhan 80,9%. Sensitivitas cenderung lebih tinggi pada kanker stadium lanjut dan dapat berbeda menurut jenis kanker.

Hasil MCED negatif tidak dapat sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan kanker. Tes ini dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, pemeriksaan skrining yang sudah direkomendasikan. Dokter akan menafsirkan hasil bersama informasi klinis Anda. Hasil positif perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lanjutan.

Berapa biaya tes MCED di Singapura?

Di Parkway Shenton dan Parkway MediCentre, harga MCED 6 adalah S$654, MCED 12 S$1.999, dan MCED 50 S$3.999, termasuk GST (per Oktober 2026). Biaya konsultasi mungkin dikenakan. Hubungi Parkway Shenton atau Parkway MediCentre untuk memeriksa harga terbaru.

Apakah tes MCED terasa sakit?

Pengambilan darah sama seperti tes darah biasa dan dapat menimbulkan rasa perih singkat saat jarum masuk. Tes ini tidak melibatkan penggunaan alat endoskopi, persiapan usus, atau paparan radiasi.

Siapa yang dapat mempertimbangkan tes MCED?

Tes MCED dapat dipertimbangkan sebagai tambahan bagi orang berusia 40 tahun ke atas yang tidak memiliki riwayat kanker pribadi, serta orang dengan risiko kanker yang lebih tinggi, misalnya riwayat kanker dalam keluarga. Keputusan sebaiknya dibuat bersama dokter dengan mempertimbangkan faktor risiko pribadi dan keterbatasan tes.

Berapa lama hasil tes MCED keluar?

Hasil biasanya tersedia sekitar 15–18 hari kerja setelah sampel darah diambil.

Apa yang terjadi jika hasil MCED positif?

Hasil positif berarti tes menemukan sinyal yang berkaitan dengan kanker, tetapi tidak memastikan bahwa kanker ada. Dokter akan meninjau hasil bersama Anda dan mungkin merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti pencitraan medis, endoskopi, atau biopsi, untuk memastikan apakah kanker ada dan menentukan lokasi yang mungkin terlibat.

Bisakah saya menjalani tes MCED di Singapura jika tinggal di luar negeri?

Ya. Pasien internasional dapat menjalani tes MCED melalui pusat Executive Health Screeners di Mount Elizabeth Hospitals dan Gleneagles Hospital. Kunjungi Panduan Pasien Internasional untuk bantuan mengatur janji temu.

Tes MCED juga tersedia di lebih dari 40 klinik Parkway Shenton dan Parkway MediCentre di Singapura. Penduduk Singapura dapat menghubungi Parkway Shenton(WhatsApp: +65 8660 0090) melalui Parkway MediCentre(WhatsApp: +65 9177 9045).

Apakah pengambilan sampel darah dapat dilakukan di negara asal saya, misalnya Indonesia?

Pasien perlu datang ke Singapura untuk pengambilan sampel darah karena fasilitas laboratorium yang melakukan pemeriksaan berada di Singapura.

Pengambilan sampel darah secara langsung di Singapura membantu memastikan sampel ditangani, diproses, dan dikirim ke laboratorium dalam batas waktu serta kondisi yang dipersyaratkan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas sampel dan memastikan hasil pemeriksaan yang akurat.

Cancer Research UK. (n.d.). Bowel cancer survival. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/bowel-cancer/survival

Gleneagles Hospital. (n.d.). Health screening. https://www.gleneagles.com.sg/health-screening/overview

Ho, F. D. V., Arevalo, M. V. P. N., de Claro, P. T. S., Jacomina, L. E., Germar, M. J. V., Dee, E. C., & Eala, M. A. B. (2022). Breast and cervical cancer screening in the Philippines: Challenges and steps forward. Preventive Medicine Reports, 29, 101936. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2022.101936

International Agency for Research on Cancer. (2026a). Indonesia fact sheet. GLOBOCAN 2024, World Health Organization. https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf

International Agency for Research on Cancer. (2026b). Philippines fact sheet. GLOBOCAN 2024, World Health Organization. https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/608-philippines-fact-sheet.pdf

International Agency for Research on Cancer. (2026c). Viet Nam fact sheet. GLOBOCAN 2024, World Health Organization. https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/704-viet-nam-fact-sheet.pdf

Ministry of Health, Republic of Indonesia. (2024). National cancer plan 2024–2034: Executive summary. https://www.iccp-portal.org/sites/default/files/plans/Executive_Summary_National_Cancer_Plan_2024-2034.pdf

Ministry of Health, Singapore. (2023). Local data considered in recommending starting age for colorectal cancer screening. https://www.moh.gov.sg/newsroom/local-data-considered-in-recommending-starting-age-for-colorectal-cancer-screening/

Ministry of Health, Singapore. (n.d.). Breast cancer. https://www.moh.gov.sg/newsroom/breast-cancer/

Mount Elizabeth Hospital. (n.d.). Health screening. https://www.mountelizabeth.com.sg/health-screening/overview

National Registry of Diseases Office. (2026). Singapore Cancer Registry annual report 2023. Health Promotion Board. https://www.nrdo.gov.sg/publications/singapore-cancer-registry-annual-report-2023/

Poh, J., et al. (2024). Multi-cancer early detection (MCED) in circulating tumor DNA (ctDNA) using an ultrasensitive mutation-based amplicon next-generation sequencing (NGS) assay. Journal of Clinical Oncology, 42(16_suppl), e15042. https://doi.org/10.1200/JCO.2024.42.16_suppl.e15042

Singapore Cancer Society. (2026). All about cancer. https://singaporecancersociety.org.sg/about-cancer/

Singapore Cancer Society. (2026). Understanding cancer in Singapore: Insights across national reports. https://singaporecancersociety.org.sg/wp-content/uploads/2026/04/SCS-Understanding-Cancer-in-Singapore-Insights-Across-National-Reports.pdf
Artikel Terkait
Lihat semua