• Gleneagles Singapore

Kanker Ginjal

  • Apakah Itu Kanker Ginjal?

    Perkembangan stadium kanker ginjal

    Kanker ginjal terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tak terkendali di dalam ginjal. Organ ginjal berjumlah dua dan berbentuk seperti kacang dengan ukuran sekepalan tangan. Ginjal adalah organ sistem ekskresi yang berbentuk kacang dan terletak pada tiap sisi tulang belakang, tepat di balik usus halus. Ginjal berfungsi sebagai penyaring untuk mengeluarkan kelebihan cairan, elektrolit, dan limbah dari darah, serta membuangnya dalam bentuk urine. Selain itu, ginjal juga memproduksi enzim renin untuk mengendalikan tekanan darah dan hormon eritropoietin untuk pembentukan sel darah merah.

    Ada beberapa jenis kanker ginjal yang cukup umum dijumpai, di antaranya:

    • Karsinoma sel renal

      Kanker ginjal ini adalah yang paling umum ditemukan pada orang dewasa dan berkontribusi sekitar 85% dari total kasus kanker ginjal. Kanker ginjal ini bermula dari lapisan tubulus dalam ginjal yang tumbuh secara tidak terkendali sehingga membentuk tumor ginjal. Lebih dari satu tumor ginjal dapat berkembang di salah satu atau kedua ginjal. Karsinoma sel renal rentan terjadi pada pria berusia 50 hingga 70 tahun.

    • Karsinoma urotelial

      Disebut juga karsinoma sel transisional dan berkontribusi sekitar 5 – 10% dari total diagnosis kanker ginjal pada orang dewasa. Kanker ini bermula dari bagian di mana urine dikumpulkan sebelum berpindah ke kandung kemih, yang disebut bagian panggul (pelvis) ginjal. Jenis kanker ini ditangani dengan pendekatan yang sama atau mirip dengan kanker kandung kemih karena berawal dari jenis sel yang sama pada bagian panggul ginjal dan kandung kemih.

    • Sarkoma ginjal

      Jenis kanker ginjal ini relatif jarang ditemui. Sarkoma ginjal berkembang dari jaringan ikat halus di sekitar ginjal.

    • Tumor Wilms

      Tumor ginjal yang lebih umum ditemukan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

    Kanker ginjal merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan, khususnya bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Angka kejadian kasus kanker ginjal pun cenderung meningkat, di mana salah satu faktor penyebabnya adalah semakin seringnya penggunaan teknologi pemindaian dalam diagnosis medis, yang dapat berdampak pada penemuan kanker ginjal secara tidak sengaja. Di Indonesia sendiri, tercatat lebih dari 2.000 kasus baru kanker ginjal pada tahun 2020.

  • Penyebab kanker ginjal terkait erat dengan bermutasinya DNA pada sel-sel ginjal yang membuatnya kehilangan kontrol sehingga menyebabkan pertumbuhan abnormal dan tidak terkendali. Pada akhirnya, pertumbuhan tersebut menghasilkan jaringan ekstra atau tumor ginjal. Meskipun demikian, pemicu dari mutasi DNA ini belum diketahui secara pasti.

    Terlepas dari belum diketahuinya penyebab kanker ginjal secara pasti, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya kanker ginjal dan penyakit ginjal kronik (yang saling berhubungan satu sama lain), di antaranya:

    • Usia di atas 50 tahun
    • Jenis kelamin laki-laki berisiko lebih tinggi
    • Faktor genetik, jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker ginjal
    • Jenis kelamin, di mana pria cenderung berisiko lebih tinggi daripada wanita
    • Ras atau etnis tertentu, khususnya Afrika-Amerika dan Tionghoa
    • Kebiasaan merokok, yang meningkatkan paparan zat karsinogenik
    • Obesitas, yang memengaruhi keseimbangan hormon
    • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
    • Paparan zat kimia, seperti misalnya kadmium
    • Sindrom atau penyakit bawaan tertentu dapat meningkatkan risiko, seperti misalnya penyakit Von Hippel-Lindau, sindrom Birt-Hogg-Dube, dan lainnya
    • Menjalani perawatan gagal ginjal dalam jangka panjang, seperti cuci darah

    Sebagai antisipasi dari faktor risiko di atas, seseorang dapat mencegah atau setidaknya mengurangi beberapa risiko kanker ginjal dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, misalnya dengan:

    • Mengonsumsi makanan bergizi serta menjaga pola makan
    • Berolahraga secara teratur
    • Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok
    • Menghindari paparan zat kimia yang berlebih atau menggunakan alat pelindung diri
  • Gejala kanker ginjal biasanya tidak tampak jelas pada stadium awal. Adapun ciri-ciri kanker ginjal ketika sudah memasuki stadium lanjut dan mulai menimbulkan gejala, di antaranya:

    • Nyeri pada punggung bawah atau pinggang
    • Benjolan pada satu sisi perut, khususnya di sekitar punggung bawah atau pinggang
    • Anemia (kekurangan darah)
    • Merasa lelah, lemas, pucat
    • Hematuria atau darah dalam urine (dapat juga merupakan kondisi medis lainnya)
    • Demam yang berkepanjangan
    • Berkeringat banyak pada malam hari
    • Nafsu makan berkurang dan berat badan menyusut

    Ketika gejala kanker ginjal tersebut muncul, maka pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Dokter dapat menganjurkan beberapa pilihan prosedur diagnostik untuk memastikan kondisi ginjal pasien, yang biasanya meliputi:

    • Pemeriksaan fisik, dengan memeriksa adanya benjolan atau perubahan pada tubuh
    • Tes darah, untuk memeriksa gangguan pada fungsi ginjal
    • Tes urine, untuk mendeteksi gejala urine berdarah (hematuria) dan infeksi pada ginjal
    • Tes pencitraan, dengan menggunakan perangkat USG, CT-scan, atau MRI dengan tujuan mendapatkan visualisasi ginjal yang lebih mendetail
    • Biopsi ginjal, dengan mengambil sampel jaringan pada ginjal untuk diperiksa di laboratorium terkait keberadaan kanker ginjal
  • Penanganan kanker ginjal disesuaikan dengan kondisi kanker (ukuran, letak, dan stadium) serta kondisi pasien secara umum. Dalam kebanyakan kasus, prosedur pembedahan atau operasi umumnya ditempuh untuk mengangkat tumor ginjal ketika kanker masih pada stadium awal. Dokter sangat mungkin menyarankan kombinasi dari prosedur pengobatan untuk mendapatkan hasil yang paling efektif.

    Berikut adalah pilihan prosedur penanganan kanker ginjal:

    • Pembedahan atau operasi

      Pada kebanyakan kasus, ini adalah prosedur yang terutama dilakukan. Tujuan operasi adalah mengangkat tumor dan mempertahankan bagian serta fungsi ginjal yang normal jika memungkinkan. Operasi dapat dilakukan dengan membuat sayatan besar pada perut atau punggung, atau dengan pembedahan invasif minimal yang disebut metode “laparoskopi”. Secara umum, ada dua jenis prosedur pembedahan kanker ginjal:

      • Nefrektomi parsial, yang mengangkat bagian tertentu pada ginjal dan sedikit jaringan di sekitarnya, dengan tetap mempertahankan organ ginjal
      • Nefrektomi radikal, yang mengangkat seluruh organ ginjal dan sebagian jaringan lain di sekitarnya
    • Terapi ablasi, biasanya dilakukan ketika prosedur operasi tidak mungkin ditempuh. Prosedur ini bertujuan menghancurkan sel kanker dan dapat dilaksanakan dengan 2 cara:

      • Krioterapi, dengan membekukan sel-sel kanker
      • Ablasi radiofrekuensi, dengan memanaskan sel-sel kanker

    Ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut, menyebar ke bagian tubuh lain, atau bersifat kambuhan, maka pilihan penanganan kanker berikut mungkin disarankan oleh dokter:

    • Kemoterapi, dengan menggunakan obat-obatan kimia dengan tujuan membunuh sel-sel kanker yang dialirkan biasanya lewat aliran darah
    • Terapi radiasi atau radioterapi, umumnya dengan menggunakan radiasi berkekuatan tinggi (biasanya sinar-X) untuk membunuh sel kanker, meredakan nyeri, atau menghentikan pendarahan dari kanker
    • Embolisasi, untuk menghambat atau mengurangi pasokan darah ke sel-sel kanker di ginjal sehingga sel-sel tersebut akan mati secara perlahan
    • Terapi target, dengan memberikan obat-obatan khusus yang bertujuan hanya memengaruhi sel-sel kanker. Sel-sel kanker pasien akan diuji terlebih dahulu untuk melihat obat mana yang paling efektif.
    • Terapi imun atau imunoterapi, untuk melawan sel kanker dengan mengandalkan sistem kekebalan tubuh.

    Menjalani prosedur serta mendapatkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin adalah langkah kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan finansial. Pemilihan perawatan yang tepat sangat bergantung pada kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter demi memaksimalkan dampak positif penanganan dan mengantisipasi efek samping (jika ada).

    Silakan buat janji temu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi kami untuk mengetahui pilihan komprehensif terbaik yang tersedia bagi Anda di Gleneagles Hospital Singapura.

    Buat Perjanjian

  • Spesialis Kami

    Ada 31 SpesialisLihat Semua

    Ada 31 SpesialisLihat Semua