doctor-and-senior-patient-main-d

Sumber: Shutterstock

Teknik Termutakhir untuk Pengobatan Kanker Ginjal

Terakhir diperbarui: Selasa, 13 September 2016 | 6 menit waktu membaca

Mendeteksi kanker ginjal ketika masih dalam stadium dini sangat penting untuk meningkatkan keluaran yang lebih berhasil diobati dan manajemen penyakit yang lebih mudah.

Literatur medis menerangkan bahwa adanya darah dalam urine, rasa sakit di antara tulang rusuk dan pinggul, serta benjolan sebagai gejala kanker ginjal, tetapi pada kenyataannya adalah bahwa pada saat gejala ini terjadi, penyakit ini biasanya sudah pada stadium akhir. Kanker ginjal dini tidak memiliki gejala.

Kanker ginjal stadium akhir mungkin datang dengan gejala seperti nyeri dan benjolan di bawah tulang rusuk dan di atas pinggul, darah di urine, penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan, perut kembung, anemia dan jantung berdebar. Kanker dapat menyebar ke organ lain termasuk paru-paru, hati dan tulang, menyebabkan rasa sakit dan gangguan lain dalam sistem tubuh.

Apa yang menyebabkan kanker ginjal?

Penyebab kanker ginjal masih belum diketahui. Riwayat keluarga dengan kanker dapat menjadi kecenderungan seseorang mengalami kanker ginjal, tetapi ini bukan situasi yang umum. Merokok meningkatkan risiko terkena kanker ginjal beberapa kali lipat. Terdapat bukti mengenai risiko yang terkait dengan penggunaan jangka panjang obat penghilang rasa sakit tertentu. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga tampaknya meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal, meskipun hal ini belum terbukti secara meyakinkan.

Tanpa gejala jelas lainnya, kanker ginjal biasanya terdeteksi saat skrining terhadap masalah ringan di ginjal diidentifikasi. Pasien-pasien ini biasanya merupakan individu-individu yang sehat.

Pengobatan: stadium awal versus stadium akhir

Pengobatan dan perjalanan kanker ginjal stadium dini versus stadium akhir sangatlah berbeda.

Kanker ginjal kecil yang ditemukan secara kebetulan selama pemeriksaan kesehatan rutin memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, serta jarang diperlukan kemoterapi atau radioterapi.

Kanker ginjal pada stadium akhir, bagaimanapun, memberikan hasil yang jauh lebih buruk dan manajemen kanker ini sering berpusat pada menghilangkan rasa sakit daripada penyembuhan.

Penanganan kanker ginjal dini: nefrektomi parsial

Nefrektomi parsial invasif minimal (Minimally Invasive - MIS) telah merombak cara kita menangani kanker ginjal kecil stadium dini. Sebelumnya, ginjal yang terdampak pada pasien kanker ginjal akan dibuang sebagai bagian dari pengobatan. Pada nefrektomi parsial invasif minimal (MIS), ginjal yang terdampak diselamatkan oleh dokter bedah dengan hanya membuang tumor dengan margin pembedahan yang kecil. Prosedur ini telah membantu mempertahankan jaringan ginjal. Untuk pasien dengan gagal ginjal yang sudah ada sebelumnya, hal ini mengurangi kemungkinan diperlukannya dialisis ginjal di kemudian hari.

Nefrektomi parsial invasif minimal (MIS) biasanya membutuhkan rawat inap singkat di rumah sakit dan lebih sedikit rasa sakit pasca-operasi karena luka bedah jauh lebih kecil daripada bedah terbuka tradisional. Pemulihan pasca-operasi juga cenderung lebih cepat daripada operasi terbuka tradisional sehingga pasien dapat kembali ke kegiatan normal lebih cepat.

Manfaat nefrektomi parsial invasif minimal (MIS) ini disertai dengan hasil pengobatan yang baik. Tidak ada perbedaan tingkat penyembuhan antara nefrektomi parsial invasif minimal (MIS) dan nefrektomi radikal di mana seluruh ginjal dibuang.

Pengangkatan tumor ginjal

Pada pasien yang dipilih dengan seksama, tumor ginjal kecil juga dapat dihancurkan dengan menggunakan perangkat energi, misalnya dengan ablasi frekuensi radio (radiofrequency ablation RFA) dan pembedahan krio (cryoablation). Ablasi frekuensi radio menggunakan panas sedangkan pambedahan krio menggunakan pembekuan untuk menghancurkan tumor.

Pengobatan ini, ketika digunakan pada pasien yang dipilih dengan seksama, dapat mencapai tingkat penyembuhan jangka panjang yang baik. Tantangannya adalah pada langkah tindak lanjut setelah prosedur supaya tumor dapat dicegah untuk muncul kembali dan risiko adanya penyebaran tumor selama operasi yang secara teoretis kecil untuk terjadi.

Terapi sistemis untuk kanker ginjal

Terapi sistemis adalah pengobatan dengan zat yang melalui aliran darah, menjangkau dan mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh.

Kemoterapi sedikit berperan dalam kanker ginjal. Perawatan sistemis lain seperti inhibitor multi-kinase berperan dalam menangani penyakit ginjal stadium akhir. Radioterapi memiliki peran dalam mengendalikan daerah penyebaran kanker ginjal (didalam area yang diobati).

Pada pasien dengan kanker ginjal akhir yang telah menyebar ke tulang belakang atau tulang, radioterapi lokal dapat mengurangi risiko kompresi sumsum tulang belakang dan patah tulang yang disebabkan oleh kerusakan tulang akibat kanker.

Mendeteksi kanker ginjal sejak dini

Ciri paling umum dari kanker ginjal dini adalah adanya darah pada urine (hematuria mikroskopis). Darah pada urine tidak terlihat dengan mata telanjang tetapi hanya terdeteksi melalui analisis urine. Sebagian besar pasien kanker ginjal stadium dini megetahui hal tersebut saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Sehingga, pasien dengan hematuria mikroskopis tetapi tanpa gejala lain harus diperiksa secara menyeluruh. Evaluasi awal darah pada urine dapat dilakukan melalui serangkaian pemindaian, dari ultrasonogram sampai ke pemindaian CT, tergantung pada faktor-faktor risiko yang dimiliki pasien.

Pencegahan

Karena penyebab kanker ginjal masih kontroversial, tidak ada cara pasti untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

Beberapa langkah yang berkaitan dengan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi risiko tumor ginjal adalah berhenti merokok dan mengendalikan dengan baik tekanan darah Anda. Pola makan seimbang dengan olahraga teratur serta tidur yang cukup dapat juga berpotensi mengurangi risiko sebagian besar kanker.

National Registry of Diseases Office. (2015) Cancer Incidence and Mortality 2003 – 2012 and Selected Trends 1973 – 2012 In Singapore. Retrieved from https://www.nrdo.gov.sg/docs/librariesprovider3/default-document-library/cancertrends_7312_web128e09a5c9d76bafab5aff000014cdee.pdf
Artikel Terkait
Lihat semua