Tendonitis Patela (Lutut Pelompat) - Diagnosis & Penanganan

Bagaimana cara mendiagnosis tendonitis patela?

Tendonitis patela dapat didiagnosis berdasarkan:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan bertanya tentang gejala yang Anda alami, lalu melakukan pemeriksaan pada bagian yang nyeri dan tingkat keparahannya. Anda juga akan diminta memperlihatkan jangkauan gerak Anda dengan menekuk dan merentangkan kaki.
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI). MRI dapat membantu menunjukkan kerusakan pada tendon atau jaringan lunak lainnya di sekitar lutut.
  • Ultrasonografi (USG). Ultrasonografi (USG) adalah tes pencitraan lainnya yang dapat membantu menunjukkan kerusakan pada tendon atau jaringan lunak lainnya di sekitar lutut.
  • Rontgen. Rontgen membantu dokter untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan tulang, misalnya tempurung lutut retak atau bergeser.

Bagaimana cara menangani tendonitis patela?

Penanganan terhadap tendonitis patela, antara lain:

  • Metode RICE, yaitu rest (istirahatkan), ice (kompres dingin), compression (bebat), dan elevation (posisikan lebih tinggi). Kombinasi ini adalah teknik praktis untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  • Obat-obatan. Obat yang dijual bebas maupun obat dengan resep dokter dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.
  • Kortikosteroid. Kortikosteroid yang disuntikkan langsung ke area di sekitar tendon patela dapat membantu meredakan nyeri yang tidak tertahankan, tetapi bisa berisiko menyebabkan tendon robek. Obat ini juga dapat diberikan dengan mengoleskannya ke kulit dan dialiri dengan muatan listrik rendah untuk meningkatkan penyerapan. Prosedur ini dikenal dengan nama iontoforesis.
  • Bebat atau deker lutut. Bebat atau deker lutut dapat membantu meredakan nyeri sekaligus menjadi penopang agar kerusakan pada tendon tidak makin parah. Kruk juga dapat membantu.
  • Fisioterapi. Latihan khusus dapat membantu Anda meregangkan dan memperkuat otot yang menopang lutut.
  • Stimulasi ultrasound atau listrik. Metode ini digunakan untuk meringankan nyeri dan peradangan pada lutut, serta mempercepat penyembuhan.
  • Alat ortotik. Alat korektif, misalnya sisipan sepatu, dapat digunakan untuk menopang telapak kaki agar rata atau memperbaiki bentuk kaki X.
  • Terapi gelombang kejut ekstrakorporeal. Terapi ini dilakukan dengan mengalirkan impuls listrik ke jaringan di sekitar tempurung lutut, dengan sasaran utama jaringan yang rusak.
  • Bedah. Robekan atau ruptur tendon mungkin perlu diperbaiki melalui bedah.

Nyeri lutut dapat terjadi karena berbagai macam kondisi dan memerlukan penanganan yang berbeda. Karena kondisi Anda dapat memburuk jika tidak ditangani, nyeri lutut sebaiknya didiagnosis secara medis supaya Anda dapat menerima perawatan yang tepat.

Halaman ini telah ditinjau oleh peninjau konten medis kami.

Perlu bantuan?


Untuk mengajukan pertanyaan, hubungi
+65 6575 7575

Untuk membuat janji temu, hubungi kami via WhatsApp di nomor
+65 8111 9777